ADS 1

Perbedaan Antara Thermocouple Type J dan Type K


DUNIAPEMBANGKITLISTRIK.COMTermokopel  merupakan sebuah sensor suhu yang banyak digunakan untuk mengubah perbedaan suhu dalam suatu benda menjadi perubahan tegangan listrik (votlase).

Perbedaan termokopel tergantung dari skala temperatur yang akan diukur dan perbedaan standarisasi dari pembuat (manufaktur). Perbedaan ini ditandai dengan perbedaan warna yang berbeda antara terminal positif (+) dan terminal negatif (-).

Perbedaan Antara Thermocouple Type J dan Type K

Termokopel Type K (Chromel (Ni-Cr alloy) / Alumel (Ni-Al alloy))

Termokopel ini digunakan untuk umum. Harganya lebih murah. Tersedia untuk rentang suhu dari 200 derajat celcius hingga 1200 derajat celcius.

Termokopel jenis ini dapat digunakan pada  uap cair, gas medium dan padat suhu permukaan. 

Termokopel jenis K memiliki fitur sebagai berikut :
- Presisi tinggi dalam pengukuran, dikarenakan termokopel langsung kontak dengan objek yang diukur
- Struktur sederhana serta mudah digunakan.


Termokopel  Type J (Iron/Constanta)

Pembuatan jenis ini kurang populer  dibandingkan dengan jenis K. Rentang suhunya cuman terbatas yakni – 40 hingga 750 derajat celcius jika digunakan di suhu diatas 750 derajat celcius maka akan rusak. Jarang digunakan dan memiliki sensitivitas sekitar -52 uV/derajat celcius.

Komposisi kimia nominal dari elektrode positif (+) yaitu murni besi, elektrode negatif (-) yaitu paduan antara tembaga (55 %)  dan nikel (45 %).

Termokopel jenis J dapat digunakan dalam vakum, oksidasi, pengurangan serta atmosfer inert.

Belum ada Komentar untuk "Perbedaan Antara Thermocouple Type J dan Type K"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel