ADS 1

Mengapa Realisasi Kinerja NPHR (Nett Plant Heat Rate) Pembangkit Lebih Tinggi dari Commisioning?


DUNIAPEMBANGKITLISTRIK.COM - NPHR (Nett Plant Heat Rate) adalah suatu indeks kinerja pembangkit thermal yang menunjukkan efisiensi pembangkit. Semakin rendah nilai NPHR maka semakin tinggi efisiensi pembangkit.

NPHR (Nett Plant Heat Rate)

Lalu, pertanyaannya ialah mengapa realisasi kinerja NPHR bulanan lebih tinggi daripada commisioning? Dan mengapa realisasi kinerja NPHR bulanan berbeda dengan hasil performance test?

Hal yang wajib kita ketahui dari metode perhitungan NPHR yaitu pada realisasi kinerja operasi setiap bulan dengan menggunakan cara metode input-output yang hanya sebatas memerlukan data di produksi, nilai dari kalori bahan bakar serta keperluan konsumsi bahan bakar.

Perhitungan performance test menggunakan metide heat loss sesuai dengan standar ASME PTC dengan nilai parameter yang banyak dan lebih detail. Akurasi perhitungan dengan metode heat loss lebih baik dibandingkan dengan metode input-output.

Pengambilan titik sampel batubara dan perhitunga akumulasi nilai kalori batubara juga sangat berpengaruh pada perhitungan NPHR pada realisasi kinerja operasi bulanan.

Pada umumnya peningkatan NPHR aktual dibandingkan pada saat commisioning TMCR (Turbine Maximum Continues Rate) disebabkan oleh faktor sebagai berikut :


Penurunan performa unit

Performance test atau PT bulanan bermaksud untuk membandingkan performa unit secara aktual pada saat TMCR (Turbine Maximum Continues Rate) dengan commisioning.

Penurunan performa unit

Penurunan performa unit pada beban yang sama pada saat commisioning TMCR (Turbine Maximum Continues Rate) disebabkan antara lain sebagai berikut :

a. Usia Plant

Tentunya semakin tua usia suatu pembangkit maka akan mengalami penurunan performa jika tidak ada langkah improvement yang dilakukan.

b. Desain peralatan

Peralatan yang tidak sesuai dengan desain juga akan mempengaruhi performa pembangkit.

c. Kondisi peralatan

Apabila peralatan utama mengalami kegagalan fungsi total (abnormal) maupun pasrsial maka akan mempengaruhi pola operasi dan NPHR (Nett Plant Heat Rate).

d. Kualitas bahan bakar

Kualitas bahan bakar (batubara) pada PLTU sangat berpengaruh pada efisiensi boiler. Terutama pada kandungan total moisture dan hidrogen pada batubara sebagai penyumbang wet losses terbesar di boiler.

e. Perbedaan kondisi operasi


Variability losses

Kondisi unit beroperasi secara real time dengan bermacam parameter operasi dan permasalahan peralatan yang berubah-ubah maka dapat mengakibatkan perubahan pada NPHR (Nett Plant Heat Rate) pada beban yang sama.

Variability losses

Variability losses disebabkan antara lain sebagai berikut :

a. Faktor cuaca

Perubahan cuaca seperti halnya temperatur air laut sangat berpengaruh pada kinerja turbin heat rate. Adanya perubahan ambient temperature dan relative humidity juga akan berpengaruh pada efisiensi boiler.

b. Konsistensi parameter operasi

Semua parameter operasi yang dapat mempengaruhi perubahan NPHR disebut parameter kritis. Penting sekali bagi operator untuk konsisten menjaga nilai parameter kritis sesuai baseline atau desain yang telah ditentukan agar mendapatkan NPHR secara optimal.


Load dispatch losses

Karakteristik daripada kurva NPHR pada pembangkit thermal yaitu jika semakin tinggi beban unit maka NPHR akan semakin menurun seperti fungsi parabola polinominal orde 2 positif, sehingga unit akan memiliki nilai NPHR terendah saat TMCR.

Load dispatch losses

Load dispatch losses disebabkan antara lain :

a. Beban rendah atau parsial

Apabila pola pembebanan unit yang rendah maka akan berdampak pada meningkatnya NPHR. Gross Output Factor (GOF) adalah suatu indikasi kinerja operasi yang menunjukkan rata-rata pembebanan unit pada saat beroperasi.

Gross Output Factor rendah dapat disebabkan oleh adanya keterbatasan kapasitas jaringan dan merit order pembangkit yang rendah.

b. Merit order

Merit order merupakan tingkat prioritas padasuatu pembangkit untuk didispatch dalam suatu sistem. Merit order dipengaruhi dari faktor kurva karakteristik NPHR serta harga bahan bakar, sehingga didapatkan kurva increamental cost sebagai dasar acuan untuk  menentukan merit order.

Pembangkit yang peringkat merit order terendah diprioritaskan turun beban terlebih dahulu atau naik beban paling akhir.

Belum ada Komentar untuk "Mengapa Realisasi Kinerja NPHR (Nett Plant Heat Rate) Pembangkit Lebih Tinggi dari Commisioning?"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel