Kendala - Kendala Operasi PLTG | DUNIA PEMBANGKIT LISTRIK

Kendala - Kendala Operasi PLTG | DUNIA PEMBANGKIT LISTRIK
DUNIA PEMBANGKIT LISTRIK, Kendala - Kendala Operasi PLTG - PLTG atau Pembangkit Listrik Tenaga Gas adalah suatu pembangkit listrik yang berfungsi untuk mengkonversi atau merubah dari energi kinetik dari gas untuk menghasilkan putaran pada turbin gas sehingga akan menggerakan generator, kemudian menghasilkan energi listrik.

PLTG (Pembangkit Listrik Tenaga Gas) adalah unit pembangkit yang termahal dalam biaya pengoperasiannya, khususnya mahalnya pada biaya bahan bakarnya maka diinginkan agar unit PLTG (Pembangkit Listrik Tenaga Gas) beroperasi dalam waktu yang singkat atau sependek mungkin, misalnya pada waktu beban puncak atau saat ada kerusakan atau gangguan unit atau pembangkit lain, PLTG (Pembangkit Listrik Tenaga Gas) hadir sebagai unit cadangan.

Namun dipihak lain menstart dan menstop unit PLTG (Pembangkit Listrik Tenaga Gas) sangat menambah keausan unit tersebut sehingga menjadikan sebuah kendala operasi yang harus diperhitungkan.

Seperti pada unit PLTU (Pembangkit Listrik Tenaga Uap) dan PLTA (Pembangkit Listrik Tenaga Air), unit PLTG (Pembangkit Listrik Tenaga Gas) secara operasional juga perlu memperhatikan hal-hal sebagai berikut :

1. Beban Maksimum atau Beban Puncak

Dalam spesifikasi teknis unit PLTG (Pembangkit Listrik Tenaga Gas) pada umumnya disebutkan 2 macam rating kemampuan yaitu sebagai berikut :
- Base Load Rating
Menggambarkan kemampuan unit untuk melayani beban secara terus menerus atau continue
- Peak Load Rating
Menggambarkan kemampuan unit untuk melayani beban selama 2 jam. Peak Load Rating besarnya kisaran 10 diatas Base Load Rating

2. Beban Minimum

Untuk batas beban minimum PLTG (Pembangkit Listrik Tenaga Gas) tidak disebabkan karena teknis melainkan disebabkan oleh alasan ekonomis yaitu efisiensi yang rendah pada beban yang rendah

3. Kecepatan Perubahan Beban

Unit PLTG (Pembangkit Listrik Tenaga Gas) pada umumnya dapat dirubah bebannya dari 0% ke 100% dalam waktu kurang dari 15 menit, sehingga bagi unit termis termasuk unit yang dapat merubah beban secara cepat. Perlu diingat bahwa unit PLTG (Pembangkit Listrik Tenaga Gas) beroperasi dengan suhu gas pembakaran yang tinggi maka perubahan beban berarti perubahan suhu yang tidak kecil pada berbagai bagian turbin dan menambah keausan bagian-bagian turbin.

Untuk menghasilkan efisiensi yang rendah pada beban rendah maka sebaiknya unit PLTG (Pembangkit Listrik Tenaga Gas) tidak merubah beban namun diusahakan berbeban mendekati penuh sekitar 80% dan konstan. Perubahan beban pada unit PLTG (Pembangkit Listrik Tenaga Gas) sebaiknya dilakukan pada saat kondisi atau keadaan yang darurat.

4. Perhitungan Cadangan Berputar

Dalam kemampuan untuk merubah beban dengan waktu relatif cepat, maka cadangan berputar yang dapat diperhitungkan pada unit PLTG (Pembangkit Listrik Tenaga Gas) yaitu sama dengan kemampuan maksimum dikurangi dengan beban sesaat dari unit PLTG (Pembangkit Listrik Tenaga Gas)

0 Response to "Kendala - Kendala Operasi PLTG | DUNIA PEMBANGKIT LISTRIK"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel