Jenis-Jenis Turbin Air (PLTA/PLTMH) - DUNIA PEMBANGKIT LISTRIK

Jenis-Jenis Turbin Air
DUNIA PEMBANGKIT LISTRIK, Jenis -Jenis Turbin Air - Turbin adalah sebuah mesin yang berputar yang mengambil energi kinetik dari arus air.

Berikut ini jenis - jenis turbin air diantaranya sebagai berikut :

1.  Turbin Francis

Turbin Francis merupakan turbin hidrolik yang paling populer dan jenis yang diandalkan untuk PLTA (Pembangkit Listrik Tenaga Air). Turbin francis menyumbang 60% dari kapasitas PLTA global, karena bekerja secara efisien dibawah berbagai kondisi operasi.

Turbin francis beroperasi di ketinggian head air 40 - 600 m. Kisaran kecepatan turbin yaitu 83 - 1000 rpm.

Prinsip Kerja Turbin Francis

Turbin jenis ini bekerja dengan memakai proses tekanan lebih. Saat waktu air masuk ke roda jalan, sebagian energi jatuh telah bekerja didalam sudu pengarah diubah menjadi kecepatan air masuk. Sisa dari energi tersebut dimanfaatkan dalam sudu jalan, dengan adanya pipa isap memungkinkan energi tadu bekerja di sudu jalan dengan semaksimum mungkin.

2. Turbin Pleton

Turbin ini digolongkan kedalam jenis turbin implus (tekanan sama). Selama mengalir disepanjang sudu-sudu turbin tidak terjadi penurunan tekanan,  namun perubahan seluruhnya terjadi pada bagian pengarah nosel.

Energi yang masuk di roda jalan dalam bentuk energi kinetik. Saat melewati roda turbin, energi kinetik dirubah menjadi kerja poros dan sebagian kecil energi terlepas dan sebagiannya digunakan untuk melawan gesekan dengan permukaan sudu turbin.

Turbin pleton terdiri dari 2 bagian utama :

- Nosel

Nosel memiliki fungsi diantaranya sebagai berikut :
1. Untuk Mengarahkan pancaran air ke sudu turbin
2. Untuk Mengubah tekanan menjadi energi kinetik
3. Sebagai pengatur kapasitas air yang masuk turbin

Jarum pada nosel bertujuan sebagai pengatur kapasitas dan mengkonsentrasikan air yang terpancar di mulut nosel. Panjang jarum sangat berpengaruh menentukan tingkat konsentrasi air, semakin panjang jarum air semakin terkonsentrasi.

- Roda jalan

Turbin pleton yang memiliki daya kecil, debit bisa diatur dengan menggeser kedudukan jarum sudu. Untuk yang daya besar harus menggunakan 2 buah sistem pengaturan atau lebih. Pengaturan ini dengan tujuan menghindari terjadinya tekanan tumbukan yang besar dalam pipa pesat akibat penumpukkan nosel secara tiba-tiba saat beban turbin berkurang secara mendadak.

3. Turbin Kaplan

Untuk tempat PLTA harus dihitung terlebih dahulu besarnya perubahan tinggi air jatuhnya sepanjang tahun. Dan aliran air tersebut bisa diatur dengan bendungan.

Semakin besar daripada kapasitas air yang mengalir pada saat air tinggi, akan semakin tinggi air jatuh yang dapat dimanfaatkan.

Turbin yang bekerja saat kondisi tinggi air jatuh yang tidak konstan mempunyai kerugian, karena dalam perencanaan sudu turbin telah disesuaikan. Perpindahan energi yang baik hanya terjadi di titik normal yakni saat kondisi perbandingan kecepatan dan tekanan (pressure) yang tertentu.

Keuntungan dari turbin jenis baling-baling dibandingkan dengan trubin francis yaitu kecepatan putarnya lebih tinggi. 

0 Response to "Jenis-Jenis Turbin Air (PLTA/PLTMH) - DUNIA PEMBANGKIT LISTRIK"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel