Mengapa Lampu Neon Berkedip-Kedip Sebelum Menyala? - DUNIA PEMBANGKIT LISTRIK

Lampu Neon (TL)

DUNIA PEMBANGKIT LISTRIK - Pernahkah Anda melihat lampu neon yang berkedip-kedip sesaat sebelum dinyalakan? Apakah kejadian tersebut menandakan lampu neon itu rusak ? Apakah lampu neon tersebut harus diganti? Yuk, kita cari tahu disini.

Lampu pendar dikenal dalam dua bentu utama yaitu yang pertama berbentuk tabung panjang atau yang dikenal secara umum lampu TL atau Tubular Lamp (lampu neon) serta yang berukuran lebih kecil dengan tabung yang ditekuk menyerupai spiral, umumnya disebut lampu hemat tertentu atau LHE.

Lampu pendar memiliki efisiensi lebih tinggi. Seiring dengan perkembangan zaman serta kemajuan daripada teknologi, efisiensi pencahayaan diode cahaya (lampu LED) mulai setara dengan efisensi pencahayaan lampu pendar dalam kondisi tertentu. Lampu pendar pertama kali dipatenkan pada tahun 1901 oleh Peter Cooper Hewitt dengan dokumen paten US Patent No. 889, 682.

Baca juga : Penyebab Lampu Rumah Cepat Rusak

Perlunya listrik tegangan tinggi

Perlu diketahui, bahwa lampu neon mengeluarkan elektron dan menabrak dinding tabung gas yang dilapisi dengan fosfor dan mengeluarkan cahaya. Untuk melemparkan elektron tersebut yang mengalir didalam logam ke luar, dibutuhkan tegangan listrik yang sangat tinggi. Biasanya tegangan 220 Volt yang sering kita gunakan tidak cukup.

Karena itu, ada starter yang ditempelkan pada lampu neon untuk menghentikan listrik dalam sekejap sehingga dapat menghasilkan tegangan listrik yang tinggi. Tegangan listrik tinggi pada saat terputus daripada saat listrik sedang mengalir. Olek karena itu, saat menyalakan lampu neon, aliran listrik berulang kali putus nyambung. Peristiwa ini sering terlihat di mata kita seperti lampu yang berkedip-kedip.


Kapan lampu neon harus diganti?

Bagian dalam lampu neon dilapisi zat berupa zat fosfor. Pada ujung terdapat elektroda yang merupakan filamen yang terbuat dari bahan gulungan tungsten. Filamen tersebut dilapisi dengan barium dan strontium yang lebih mudah mengeluarkan elektron.

Bagian ujung lampu neon menjadi hita, karena pada saat lampu dinyalakan, sejumlah listrik keluar dari filamen sehingga bahan tungsten menguap. Filamen tersebut kemudian menjadi tipis dan putus. Pada saat itulah waktunya mengganti lampu neon.


Bagaimana lampu yang sudah kedap-kedip bagi kesehatan?

Perlu diketahui bahwa lampu kedap-kedip berpotensi memancarkan radiasi sinar-X yang sangat berbahaya bagi tubuh. Pada saat lampu kedap-kedip maka terjadi peristiwa Bremsstrahlung, dalam bahasa Jerman berarti radiasi pengereman. Saat lampu mulai menyala, elektron bergerak dengan kecepatan energi sangat tinggi. Tetapi, pada kondisi lampu sudah akan mati, elektron tersebut akan direm secara tiba-tiba karena adanya penumpukan atom logam seperti tembaga, cooper, besi, aluminium yang berada dilampu.

Ketika terjadi penumpukan atom logam inilah yang menyebabkan terbentuknya atau terjadinya pancaran sinar X yang disebut sinar X Bremsstrahlung. Walau tenaga sinar X yang dipancarkan tidak besar, tetap saja berbahaya bagi kesehatan tubuh apabila lama-lama dibiarkan.

Secara fisika, teori elektromagnetik menyebutkan bahwa muatan listrik yang mengalami percepatan akan menghasilkan gelombang elektromagnetik, berupa tenaga yang paling kecil seperti gelombang radio, infra red, cahaya tampak, UV, sinar X (sinar gamma).

Baca juga : Penyebab Tegangan Listrik Rumah Tidak Stabil

Apabila lampu masih bekerja dalam kondisi normal, maka elektron akan menumbuk gas neon yang serapannya lebih kecil. Karena tidak terjadi peristiwa pengereman, maka energi yang dipancarkan juga rendah, sehingga yang dipancarkan yaitu cahaya tampak atau yang terlihat sebagai lampu neon.

Energi daripada cahaya tampak jelas lebih kecil dibanding dengan energi sinar X, maka lampu kedap-kedip yang memancarkan sinar X lebih berbahaya dibanding dengan lampu yang terus menyala serta memancarkan cahaya.

Meskipun paparan sinar X bukan semacam penyakit, tetapi dampak yang ditimbulkan dapat menurunkan kekebalan atau imun tubuh yang membuat seseorang mudah terserang penyakit. Paparan sinar X diduga bisa memicu risiko penyakit kanker dan bisa membuat pertumbuhan janin terhambat.

Bahwa lampu berwarna ungu tidak dianjurkan sebagai lampu belajar. Ini karena, cahaya tampak berwarna ungu yang memiliki panjang gelombang yang pendek, bahkan hampir sama dengan panjang gelombang UV yang sangat berbahaya bagi kesehatan tubuh.

0 Response to "Mengapa Lampu Neon Berkedip-Kedip Sebelum Menyala? - DUNIA PEMBANGKIT LISTRIK"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel