Fungsi Oli Hidrolik - DUNIA PEMBANGKIT LISTRIK

Fungsi Oli Hidrolik - DUNIA PEMBANGKIT LISTRIK
DUNIA PEMBANGKIT LISTRIK, Fungsi Oli Hidrolik - Sistem hidrolik memiliki peran yang sangat penting dalam pengoperasian alat berat. Sistem hidrolik adalah bentuk pemindahan daya dengan menggunakan media fluida cair untuk memperoleh daya yang lebih besar daripada daya awal yang dikeluarkan.

Prinsip-prinsip dasar hidrolik digunakan saat merancang dan mengoperasikan daripada sistem hidrolik untuk implement, sistem steering, sistem pengereman (brake), dan sistem power train. Prinsip-prinsip hidrolik berlaku saat menggunakan cairan yang bertekanan untuk melakukan kerja.

Tekanan fluida dinaikkan oleh pompa pembangkit tekanan yang kemudian diteruskan ke silinder kerja melalui pipa saluran dan valve (katup). Salah satu fungsi dari oli hidrolik yaitu memindahkan tenaga dari satu area ke area lainnya. Perlu diketahui bahwa pemilihan oli hidrolik yang tepat harus tergantung dari aplikasi dan kondisi operasi.

Alasan mengapa harus menggunakan zat cair dalam sistem hidrolik diantaranya sebagai berikut :
- Zat cair tidak bisa dimampatkan atau non-compressible
- Cairan mengikuti bentuk wadah (tempat) dimana cairan barada. Ruang (volume) yang ditempati oleh zat cair disebut displacement
- Zat cair meneruskan tekanan ke semua arah. Seperti bunyi hukum Pascal dimana tekanan yang bekerja pada suatu zat cair pada ruangan tertutup, akan diteruskan ke segala arah dan menekan dengan gaya yang sama pada luas area yang sama.

Dibandingkan dengan zat lain seperti gas, apabila ditekan gas memiliki ruangan yang lebih kecil dan displacementnya berkurang. Itulah sebabnya zat cair (fluida) sangat cocok digunakan dalam sistem hidrolik.

Fungsi utama dari oli hidrolik (hydraulic fluid) diantaranya sebagai berikut :

1. Meneruskan tenaga atau transmitting power

Dikarenakan oli hidrolik tidak dapat dikompres, dimana sistem hidrolik terisi dengan fluida maka seketika itu juga meneruskan power atau tenaga dari satu area ke area lainnya. Tidak semua fluida memiliki efisiensi yang sama dalam meneruskan power atau tenaga, karena masing-masing fluida memiliki sifat khusus tersendiri. Pemilihan oli hidrolik yang benar tergantung daripada pemakaian dan kondisi pengoperasian.

2. Melumasi atau lubricating

Oli hidrolik harus bisa melumasi semua komponen yang bergerak dalam sebuah sistem hidrolik. Semua komponen yang berputar (meluncur) harus berfungsi dengan baik tanpa bersentuhan dengan komponen lainnya. Oli hidrolik juga harus bisa mempertahankan oli film yaitu diantara 2 permukaan untuk mencegah gesekan, panas dan keausan.

3. Menutupi atau sealing

Banyak komponen - komponen hidrolik yang didesain dengan menggunakan oli hidrolik dari mekanikal seal dalam komponen. Kekentalan atau viskositas dari oli akan sangat membantu menentukan kemampuannya untuk melapisi (sealing).

4. Pendingin atau cooling

Sistem hidrolik menghasilkan panas apabila sedang mengkonversi mekanikal energi ke hidrolik energi maupun sebaliknya. Saat oli bergerak melalui sistem, panas akan merambat dari komponen-komponen yang hangat ke cooler. Oli akan menyerap panas tersebut ke reservoir atau cooler yang telah didesain untuk menjaga temperatur oli agar tidak melebihi atau overheating.

5. Pembersih atau cleaning

Fungsi lain dari oli hidrolik yaitu membersihkan. Meski pada hidrolik tank sudah terdapat filer screen, kemungkinan kotoran debu bisa masuk ke dalam sistem hidrolik. Kotoran-kotoran tersebut nantinya akan dibawa oleh oli menuju ke tangki yang kemudian akan ditangkap atau disaring oleh filter yang ada didalam tangki.

Selain fungsi-fungsi diatas, oli hidrolik bisa mencegah karat dan korosi pada komponen - komponen yang berbahan dari metal, mencegah oli membentuk buih serta oksidasi, memisahkan udara, air dan kotoran lain serta menjaga oli dari perubahan temperature yang lebih besar (overheating).

0 Response to "Fungsi Oli Hidrolik - DUNIA PEMBANGKIT LISTRIK"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel