PLTGL (Pembangkit Listrik Tenaga Gelombang Laut) - DUNIA PEMBANGKIT LISTRIK


PLTGL (Pembangkit Listrik Tenaga Gelombang Laut)

DUNIA PEMBANGKIT LISTRIKIndonesia adalah negara yang memiliki luas laut 3x lebih besar daripada daratan. Laut yang luas banyak menyimpan potensi yang besar seperti hasil ikan melimpah, potensi wisata dan sumber energi alternatif.

Berdasarkan survei yang dilakukan oleh BPPT atau Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi dan Pemerintah Norwegia tahun 1987 bahwa banyak daerah pantai di Indonesia yang berpotensi sebagai sumber pembangkit listrik tenaga gelombang laut. Lokasinya meliputi sepanjang Pantai Selatan Jawa, Irian Jaya bagian utara dan barat Pulau Sumatera.

Berdasarkan data yang telah dirilis oleh ASELI atau Asosiasi Energi Laut Indonesia secara teoritis bahwa total sumber daya energi laut nasional mencapai 727.000 MW. Apabila dimanfaatkan secara optimal energi laut kita bisa memenuhi kebutuhan energi listrik untuk di beberapa daerah yang di pulau – pulau dan perbatasan.

Baca juga : Bahaya Curi Listrik Yang Wajib Kamu Tahu

PRINSIP PLTGL (Pembangkit Listrik Tenaga Gelombang Laut)

Pembangkit listrik tenaga gelombang laut (PLTGL) bekerja dengan cara  yaitu aliran gelombang laut yang mempunyai energi kinetik masuk kedalam mesin konversi energi gelombang. Lalu, dari mesin konversi tersebut aliran gelombang dialirkan menuju ke turbin. Didalam turbin, energi kinetik yang dihasilkan oleh gelombang digunakan untuk memutar rotor. Kemudian dari putaran rotot inilah energi mekanik tercipta lalu disalurkan atau dialirkan menuju generator. Didalam generator, energi mekanik akan dirubah menjadi energi listrik. Dari generator tersebut, daya listrik yang dihasilkan akan dialirkan menuju sistem transmisi atau beban.

PLTGL memakai Teknologi OWC (Oscillating Wave Column)

Secara mekanis, pembangkit listrik tenaga gelombang laut dikenal memakai teknologi yang disebut teknologi  OWC atau Oscillating Wave Column. Teknologi tersebut dibagi menjadi 2 macam yaitu OWC terapung dan OWC tidak terapung. Teknologi OWC tidak terapung memiliki 3 bagunan utama yaitu saluran masuk air, reservoir atau penampungan dan pembangkit. Dari 3 bangunan tersebut, yang terpenting yaitu tahap modifikasi bangunan pada saluran masukan air yang berbrntuk U. Hal tersebut bertujuan untuk menaikkan air laut ke reservoir (penampungan). Bangunan untuk memasukkan air laut terdiri dari 2 unit atau bagian yaitu kolektor dan konverter.

Kolektor memiliki fungsi sebagai penangkap ombak, menahan energi ombak semaksimal mungkin dan memusatkan gelombang ke konverter. Konverter didesain berbentuk saluran yang runcing disalah satu ujungnya, selanjutnya meneruskan air laut naik menuju ke resevoir. Bentuknya yang signifikan ini, saluran tersebut dinamakan sebagai tapchan atau tappered channel.

Setelah air laut tertampung di reservoir, proses pembangkitan listriknya tidak berbeda dengan prinsip kerja pada PLTA (Pembangkit Listrik Tenaga Air). Air yang sudah terkumpul akan diterjunkan ke sisi bangunan yang lain. Energi potensial ini yang berfungsi untuk mengerakkan atau memutar turbin sehingga menghasikan listrik. Turbin tersebut didesain untuk bekerja dengan generator putaran 2 arah. Sistem yang mengkonversi energi mekanik menjadi listrik terletak pada diatas permukaan laut dan terisolasi dari air laut dengan meletakannya didalam ruang kedap air sehingga dipastikan tidak tersentuh dengan air laut.

OWC dapat diletakkan sekitar 50 m dari garis pantai pada kedalaman kira – kira 15 m. Sedangkan OWC terapung, prinsip kerjanya sama seperti OWC tidak terapung, yang membedakan hanya peletakannya saja.

Baca juga : Mari Teliti Kelistrikan Sebelum Sewa Rumah Atau Bangunan

KELEBIHAN PLTGL (Pembangkit Listrik Tenaga Gelombang Laut)

Kelebihan dari PLTGL sebagai berikut :

1. Energi bisa didapatkan secara gratis
2. Menghasilkan energi dalam jumlah yang memadai
3. Ramah lingkungan karena tidak menghasilkan limbah padat, cair maupun gas

KEKURANGAN PLTGL (Pembangkit Listrik Tenaga Gelombang Laut)

Kekurangan dari PLTGL sebagai berikut :

1. Bergantung pada ombak
2. Terkadang dapat menghasilkan energi terkadang tidak atau tidak pasti dapat digunakan
3. Bergantung pada lokasi dimana ombaknya kuat dan muncul secara konsisten
4. Memebutuhkan alat konversi yang canggih yang mampu bertahan dengan kondisi lingkungan laut baik tingkat korosi dan kuat arus laut


Demikianlah penjelasan mengenai PLTGL (Pembangkit Listrik Tenaga Gelombang Laut) yang mana pembangkit tersebut merupakan sumber energi alternatif dengan potensi yang besar dan cukup menjanjikan. Tetapi, perlu dilakukan riset yang mendalam agar efisiensi energi yang dihasilkan bisa maksimal dan perlunya pengembangan lebih lanjut tentang teknologi yang digunakan. Karena, laut terbilang cukup keras dan labil sekali (cuaca didaerah laut dapat berubah secara mendadak atau tiba – tiba), sehingga diperlukan alat yang benar – benar canggih dan cocok diterapkan di laut.

0 Response to "PLTGL (Pembangkit Listrik Tenaga Gelombang Laut) - DUNIA PEMBANGKIT LISTRIK"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel