Indikasi Kegagalan Operasi CWP (Circulating Water Pump) Pada Kepembangkitan - DUNIA PEMBANGKIT LISTRIK



DUNIA PEMBANGKIT LISTRIK – CWP (Circulating Water Pump) merupakan peralatan paling utama dalam produksi air laut menjadi air produksi untuk keperluan boiler unit pembangkit. CWP juga merupakan gerbang awal dari mendukung untuk memproduksi listrik

CWP (Circulating Water Pump) merupakan suatu pompa yang berfungsi untuk mentransportasikan atau mensirkulasikan air pendingin atau air laut kondensor pada suatu unit pembangkit listrik. Jika performa pompa mengalami down atau penurunan, maka jumlah produksi uap yang dikondensasikan mencair kembali dan mengalami penurunan. Kondisi tersebut mengakibatkan baiaya produksi meningkat dikarenakan air kondesat yang harus ditambahkan lebih banyak dan efisiensi pada siklus Rankine menurun.

Selain itu, fungsi dari CWP (Circulating Water Pump) yaitu untuk menyalurkan air laut ke suction pada pompa seawaterbooster pump atau SWBP.

Baca juga : Kualitas Air Yang Digunakan Untuk Produksi Listrik Pada PLTU

Pada kesempatan ini kami akan membahas mengenai indikasi kegagalan operasi CWP (Circualting Water Pump).  Hal – hal yang dapat mengurangi performa pada CWP, di antaranya : pemilihan jenis pompa, titik kerja operasional, konstruksi dalam instalasi, hambatan pada intake kanal, kebocoran pada pipa, kavitasi, kurangnya perawatan pada pompa, dll.

Berikut indikasi kegagalan operasi pada CWP (Circulating Water Pump), antara lain sebagai berikut :
A. Tekanan discharge mengalami penurunan dengan kondisi fluktuasi, tetapi putaran tetap konstan. 

Faktor – faktor yang dapat menyebabkan penurunan tekanan yang dihasilkan oleh pompa sebagai berikut :
- Kebocoran pada pipa discharge (baik yang teredam ataupun yang tidak).
- Kerusakan pada sudu – sudu pompa akibat dari korosi
- Terjadi hambatan pada saluran intake
- Terjadinya kavitasi

B. Turunnya level permukaan air pada suction reservoir yang diakibatkan hambatan atau sumbatan pada saluran intake. Faktor yang menyebabkan hal tersebut antara lain :
- Penggunaan 1 buah fine screen dengan jarak bellmouth pipa suction relative sangat dekat sehingga kotoran atau sampah dapat mengurangi laju dari aliran masuk ke reservoir
- Saluran pada intake kanal dangkal dan sempit dimana dinding saluran tersebut terbuat dari susunan batu-batuan dan menggunakan sistem gravitasi

C. Vibrasi pada pompa. Faktor – faktor yang menyebabkan dari vibrasi pompa, antara lain ;
- Adanya kavitasi
- Adanya kelonggaran atau looseness pada baut pengencang pompa dan adanya unbalance atau missalighment pada poros pompa.
- Konstruksi pemasangan daripada pipa suction terhadap dinding suction tidak sesuai dengan standarisasi.
- Banyaknya belokan yang tajam pada instalasi pipa discharge

Baca juga : Klasifikasi Outage Pada Unit Pembangkit Listrik

Kesimpulan :

1. pompa yang tidak memiliki daripada sertifikat pompa sehingga tidak diketahui mengenai kurva head-kapasitas, NPSH pompa serta efisiensi dari pompa
2. pompa harus dioperasikan pada kapasitas dibawah kondisi desain atau produk. Tekanan dischargepompa harusnya 0,2 Mpa jangan sampai melebihi
3. gelembung udara disebabkan dari kedalaman kolam pada intake sangat kurang serta hambatan tekanan akibat dari screen serta hydraulic resistance dari kanal intake
4. kontruksi pipa CWP yang kurang ideal akan menyebabkan hambatan aliran dan tegangan pipa yang sangat besar
5. memodifikasi elbow yaitu dengan mengurangi sudut elbow dapat mengurangi pressure atau tekanan drop dan tegangan yang akan terjadi.


Demikian pembahasan mengenai indikasi kegagalan operasi pada CWP (Circulating Water Pump) pada unit pembangkit listrik. Semoga bermanfaat dan menambah wawasan pengetahuan mengenai kepembangkitan.

0 Response to "Indikasi Kegagalan Operasi CWP (Circulating Water Pump) Pada Kepembangkitan - DUNIA PEMBANGKIT LISTRIK"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel