Trouble Shooting Pada Conveyor dan Tindakan Yang Harus Dilakukan (Bag.2)

DUNIA PEMBANGKIT LISTRIK - Pada kesempatan kemarin telah dijelaskan trouble shooting pada conveyor bagian 1, kamu bisa klik disini untuk detailnya. Pada kesempatan ini kami akan melanjutkan trouble shooting pada conveyor bagian 2.

Belt Conveyor System

Berikut lanjutan penyebab dan tindakan dari trouble shooting pada conveyor antara lain :

4. Karet penutup bagian atas daripada belt atas terbuka atau rusak

Penyebab :

- kesalahan arah daripada chute
- kecepatan beban tidak sesuai dengan kecepatan putaran belt pada chute
- material yang jatuh dari chute terlalu besar
- panjang dan posisi dudukan skirt yang tidak sesuai
- jarak antar belt dan skirt terlalu longgar, material tertahan atau terjepit
- material menumpk pada idler atau pulley
- aliran material blocking pada chute
- pemeliharaan skirt rubber dan scrapper rubber atau karet pembersih kurang baik
- tumpahan material yang menumpuk pada sisi kembali mengikis atau merusak belt
- dudukan idler atau return idler maupun carrying idler tidak berputar dengan baik, macet dan sebagainya

Tindakan :

- betulkan jatuhnya material dari chute searah dengan belt depan
- bila perbedaan kedua kecepatan jauh beban slip sebagaimana pada belt, dan kemungkinan besar ini membuat aus karet penutup atas (top cover rubber). Oleh karena itu, stel arah dan kecepatan dari beban sesuai dengan belt
- benturan dari gumpalan material harus dikurangi dengan menggunakan bar screen atau batang penghalang yang dapat digerakkan atau dipindahkan, dipasang pada chute belt feeder, dan memperkecil sudut chute
- papan skirt diperlebar kedepan searah belt dan agak renggang dengan belt. Lengkapi papan skirt yang memadai sesuai material yang diangkut pada belt
- persempit jarak dudukan idler dan tambah pemberatnya (counter weight)
- periksa pembersih karet (rubber blade scrapper) ganti bila sudah aus dan lengkapi bila tidak ada
- perlebar chute, pelajari sudut chute dan lengkapi pengaman aliran lebih pada chute
- tidak dibenarkan menggunakan belt bekas karena partikel material tertahan diantara tekstil akan merusak belt. Ganti dengan karet khusus untuk skirt atau scrapper
- putaran belt tidak lurs, kondisi chute dan sebagainya, yang mana masing-masing penyebab harus dicegah
- bersihkan dan stel secara periodik, kerusakan biasanya dikarenakan oleh lingkungan yang tidak baik


5. Kerusakan tidak normal pada karet penutup bagian bawah (bottom cover rubber)

Penyebab :

- slip pada pulley penggerak
- putaran idler dan steering idler tidak baik
- material halus yang terjebak atau terjepit pada tail pulley
- akibat daripada kenaikan idler bagian depan terlalu banyak
- jarak transisi antara pulley dan idler tidak tepat. Tempat transisi lekukannya

Tindakan :

- periksa rubber lagging, perluas sudut atau bidang belitannya dengan menyetel snub pulley
- bersihkan dan setel secara periodik
- periksa belt cleaner, V-shape cleaner atau plough cleaner bila material terjepit pada tail pulley dan bersihkan
- kenaikan idler bagian depan mencegah putaran belt berkelok (jogging), tetapi bila terlalu banyak kenaikan idler bagian depan menyebabkan belt cepat aus untuk itu turunkan kenaikan idler
- periksa bagian yang cembung pada lekungan atau tikungan, perlebar jarak antara pulley dan idler


Demikian artikel mengenai penyebab trouble shooting pada conveyor serta tindakan yang harus dilakukan bila hal tersebut terjadi. Pada lain kesempatan akan kamu lanjutkan untuk bagian ketiganya. Semoga bermanfaat.

0 Response to "Trouble Shooting Pada Conveyor dan Tindakan Yang Harus Dilakukan (Bag.2)"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel