Pengertian Tegangan Dip atau Voltage Sag

DUNIA PEMBANGKIT LISTRIK - Tegangan Dip atau Voltage Sag merupakan fenomena penurunan tegangan rms dari nilai nominalnya yang terjadi dalam waktu yang singkat sekitar 10 ms sampai beberapa detik. 



Pengertian lain dari tegangan dip adalah turunnya amplitudo tegangan rms (root mean square) dengan durasi waktu kurang dari 1 menit.


Uninterruptible Power Supply

Terdapat 4 terminologi yang menyatakan time duration dari voltage sag. Terminologi tersebut membagi durasi waktu berdasarkan lamanya periode sinyal dalam satu siklus (kelistrikan di Indonesia menganut 50 Hz atau 20 ms per siklusnya). Empat terminologi tersebut antara lain sebagai berikut :
- Instant jika (T/2 < duration < 30 T)  = 10 ms hingga 600 ms. Amplitudonya 0,1 - 0,9 p.u
- Momentary (30 t < duration < 3s) = 600 ms hingga 3 detik. Amplitudonya 0,1-0,9 p.u
- Temporary (3s < duration <1 min) dan amplitudonya 0,1-0,9 p.u
- Long-Term Interruption atau undervoltage (duration > 1 mins)

Voltage Sag


SEBAB TERJADINYA TEGANGAN DIP (SAG)

- Terjadinya gangguan fasa ke tanah

Ketika terjadi gangguan fasa ke tanah, arus yang mengalir ke ground akan semakin besar. Semakin besar arus, maka tegangan atau voltage semakin kecil atau lemah. 

- Starting motor berkapasitas besar

Ketika dilakukan starting motor berkapasitas besar, maka arus starting pada saluran akan semakin besar. Semakin besar arus, maka tegangan atau voltage akan semakin kecil.

- Surja petir (lightning)


DAMPAK TEGANGAN DIP ATAU SAG

Dampak utama dari interupsi tegangan adalah terhentinya proses produksi. Adapun dampak lain terjadinya Voltage sag dan interruption yaitu, bisa berpengaruh fatal pada mesin-mesin produksi.
Ketika terjadi voltage sag dan interruption, mesin sinkron bisa kehilangan sinkronisasi, motor induksi bisa mengalami penurunan kecepatan dan torsi motor akan turun secara drastis bahkan dapat terjadi stall. Pada saat recovery tegangan, motor akan berakselerasi kembali dengan cepat. Hal ini akan memicu terjadinya inrush current yang besarnya hampir sama dengan pada saat pertama kali start. Sementara itu,peralatan ASD (Adjustable Speed Driver) biasanya akan trip bila kedalaman penurunan tegangan melebihi 15%.
Pada peralatan kontrol yang berbasis mikroprosesor / mikrokontroler, interupsi tegangan dapat berakibat hilangnya catu daya ke memory sehingga sistem akan reset begitu juga pada Programable Logic Controller (PLC) yang bisa mengalami shut off karna tegangan suplai tidak sesuai dengan nilai nominal operasi.
CARA MENGATASI TEGANGAN DIP ATAU VOLTAGE SAG

Ada beberapa cara untuk mengatasi tegangan sag diantaranya sebagai berikut :

- UPS (Uninterrupttible Power Supply)

Pada kondisi normal, masukan daya AC beban diperoleh dari suplai listrik PLN. Selain itu masukan daya AC akan disearahlan ke dalam daya DC untuk pengisian baterai.

Ketika terjadi tegangan dip, daya DC yang dimiliki baterai ini lalu diubah kembali ke dalam daya AC  untuk memberi beban. Jika masukan daya AC dari PLN gagal, inverter diberikan dari baterai dna melanjutkan uttuk menyumplai beban.

- DVR's (Dynamic Voltage Restorers)

Dynamic Voltage Restorers

DVR mengandung trafo yang dirangkai seri terhadap feeder. Trafo nampak seperti impedansi saluran yang dapat menambah atau mengurangi impedansi saluran tergantung pada situasi gangguan. Pada saat sumber tegangan tertekan, trafo dapat menghasilkan tegangan ka[asitif, yang melawan drop tegangan pada saluran. Pada saat tegangan surja terjadi, akibat pensaklaran kapasiotr, tegangan induktif dihasilkan untuk mengurangi kenaikan tegangan ini



- MG (Motor Generator) sets

MG (Motor Generator) sets

Energi rotasi yang tersimpan pada fywheel dapat digunakan untuk regulasi tegangan pada steady state serta untuk mengurangi perubahan tegangan pada saat gangguan. Ketika kondisi normal, puratan rotor = putaran rotor generator sehingga listrik yang dihasilkan yang masuk ke motor sama dengan energi listik yang dihasilkan sama.

- CVT's (Ferro-resonant / Constant Transformer)

CVT

CVT pada dasarnya adalah transformator dengan perbandingan 1:1 yang dioperasikan didaerah saturasi pada kurva magnetik, sehingga tegangan output tidak mengalami perubahan tegangan yang signifikan akibat tegangan input.

CVT beroprasi persis sama dengan regulator tegangan, tetapi pada saay voltage sag terjadi pada sisi primer, CVT sanggup mempertahankan tegangan sekunder konstan. Namun jika trafo ini dipenuhi beban atau beban berlebihan, tegangan output dapat dipertahankan konstan, walaupun tegangan pada primer terjadi sag 30 %, tetapi bila hanya dibebani 1/4 dari rating, tegangan sekunder dapat dipertahankan walaupun tegangan primer turun hingga 70% .

0 Response to "Pengertian Tegangan Dip atau Voltage Sag"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel