Jenis - Jenis Valve Yang Umum Digunakan Di Unit Pembangkit Listrik



DUNIA PEMBANGKIT LISTRIK - Valve merupakan alat yang berfungsi untuk mengatur dan mengarahkan laju aliran fluuida dengan cara membuka, menutup dan menutup sebagian aliran fluida. Valve atau sering disebut juga katup dalam pembangkit listrik sangat memiliki peran yang sangat penting untuk berbagai keperluan dalam support produksi listrik.


Valve

Valve dapat dioperasikan secara manual, baik dengan menggunakan pegangan, tuas dan lain-lain. Selain manual, valve juga bisa dioperasikan secara otomatis atau DCS.


Jenis - Jenis Valve


1. Gate Valve

Gate Valve

Gate valve merupakan jenis katup yang digunakan untuk membuka aliran dengan cara mengangkat gerbang penutupnya yang berbentuk bulat atau persegi panjang. Gate valve tidak bisa mengatur besar kecilnya laju aliran fluida jadi, gate valve harus benar - benar full open atau full close.

Apabila gate dalam posisi setengah maka akan dapat menyebabkan turbulensi yang bisa mengakibatkan pengikisan sudut - sudut gate dan perubahan posisi dudukan gerbang penutupnya.


2. Globe Valve


Globe Valve

Globe Valve merupakan jenis katup atau valve yang digunakan untuk mengatur laju aliran fluida dalam pipa. Prinsip dasar dari globe valve adalah gerakan tegak lurus disk dari dudukannya hal ini memastikan ruang berbentuk cincin antara disk dan cincin kursi bertahap sedekat valve ditutup.

Ada 3 jenis desain bentuk body globe valve antara lain sebagai berikut :

- Z-Body

Merupakan tipe yang umum digunakan dengan bentuk diafragma "Z". Bentuknya simetris sehingga memudahkan dalam pembuatannya, instalasi atau pemasangan serta perbaikannya.

- Y-Body

Merupakan tipe yang paling cocok utnuk tekanan tinggi (high pressure). Posisi dudukan disk dan batang (stem) bersudut 45˚ dari arah aliran fluida.

- Angle Body

Merupakan tipe modifikasi dari Z-Valve. Jenis valve ini digunakan untuk mentransfer aliran dari vertikal ke horizontal.


Jenis Desain Bentuk Body Globe Valve

Keuntungan dari Globe valve :
- Kemampuan dalam menutup baik
- Kemampuan mengatur laju fluida (throtting) baik

Kerugian  dari Globe valve :
- Penurunan tekanan lebih tinggi dibandingkan dengan gate valve
- Dengan ukurannya yang besar sehingga membutuhkan daya yang cukup atau aktuator yang lebih besar untuk operasi

3. Butterfly Valve


Butterfly Valve

Butterfly valve merupakan valve yang digunakan untuk mengisolasi atau mengatur aliran. Selain harganya murah, valve ini lebih ringan serta biaya pemeliharaannya lebih rendah.

Butterfly valve mudah dan cepat dioperasikan karena rotasi 90˚ yang digerakkan oleh handwheel dengan menggerakkan disk dari tertutup penuh ke posisi terbuka penuh. Valve ini cocok digunakan untuk penanganan arus besar cairan atau gas pada tekanan relatif lebih rendah dan untuk penanganan cairan padatan tersuspensi dengan jumlah besar.



4. Check Valve

Check Valve merupakan alat yang digunakan untuk mengatur aliran fluida hanya ke satu arah saja atau tidak terjadi reversed flow atau back flow. Jika tekanan sesuai dengan arahnya, maka plug atau disk terbuka sebaliknya akan menutup.

Jenis - jenis check valve antara lain sebagai berikut :

a. Swing Check Valve

Swing Check Valve

Apabila terjadi aliran maju atau foward flow, maka disk akan terdorong oleh tekanan sehingga terbuka dan fluida dapat mengalir menuju saluran outlet. Sedangkan apabila terjadi aliran balik atau reverse flow, tekanan fluida akan mendorong disk menutup rapat sehingga tidak ada fluida yang mengalir. Semakin tinggi tekanan balik semakin rapat disk terpasang pada dudukannya.

b. Lift Check Valve

Cocok digunakan untuk fluida steam, gas maupun liquid yang mempunyai flow tinggi. Umumnya lift check valve digunakan untuk aplikasi fluida gas karena tingkat kebocoran yang kecil. 

Lift Check Valve

Penggunaan check valve tipe lift ini di industri adalah untuk mencegah aliran balik condensate ke steam trap yang dapat menyebabkan terjadinya korosi pada turbin uap. Keuntungan menggunakan lift check valve adalah terletak pada kesederhanaan desain dan membutuhkan sedikit pemeliharaan. Kelemahannya adalah instalasi dari check valve jenis lift hanya cocok untuk pipa horisontal dengan diameter yang besar.

c. Back Water Check Valve


Back Water Check Valve

Banyak digunakan pada sistem pembuangan air bawah tanah yang mencegah terjadinya aliran balik dari saluran pembuangan saat terjadi banjir.

d. Swing Type Wafer Check Valve

Swing Type Wafer Check Valve

Dalam penggunaan swing check valvedan lift check valve terbatasi hanya untuk pipa ukuran besar (diameter DN80 atau lebih). Wafer ceck valve dapat digunakan tubing dengan ukuran yang mengerucut pada satu sisinya sehingga dapat diaplikasikan pada pipa yang lebih kecil ukurannya.


Baca juga : Prosedur Rutin Pengecekan Pada System Belt Conveyor

e. Disk Check Valve

Valve jenis ini terdiri atas body, spring, spring retainer dan disc. Selain spring standar, tersedia juga beberapa pilihan spring  yang tersedia :

Disk Check Valve

- No spring : Digunakan di mana perbedaan tekanan di valve kecil.
Nimonic spring : Digunakan dalam aplikasi suhu tinggi.
Heavy duty spring : Hal ini meningkatkan tekanan pembukaan yang diperlukan. Bila dipasang pada line boiler water feed, dapat digunakan untuk mencegah uap boiler dari kebanjiran ketika mereka unpressurised.

f. Split Disc Check Valve

Split Disc Check Valve

Terdiri dari disk yang bagian tengahnya merupakan poros yang memungkinkan disk bergerak seolah terbagi dua bila didorong dari arah yang benar (foward flow) dan menutup rapat bila ditekan dari arah yang salah (reverse flow).


5. Safety Valve

Merupakan valve  yang mekanismenya  secara otomatis melepaskan zat dari boiler, Bejana tekan, atau suatu sistem, ketika tekanan atau temperatur melebihi batas yang telah ditetapkan.

Safety Valve

Cara kerja Safety Valve : Pressure savety valve mempunyai tiga bagian utama yaitu inlet, outlet dan spring set. Fluida bertekanan berada pada inlet PSV. PSV posisi menutup selama tekanan fluida lebih kecil dibandingkan tekanan spring pada spring set. Sebaliknya jika tekanan fluida lebih tinggi dibandingkan tekanan spring set maka springset akan bergerak naik dan membuka katup yang akan membuang tekanan melalui outlet sampai tekanan fluida maksimal sama dengan tekanan spring set.


6. Y-Strainer

Y-Strainer

Merupakan valve atau  alat sejenis penyaring yang fungsinya adalah agar pada saat pompa menghisap air, kotoran atau material yang lain tidak  ikutterhisap kedalam pompa yang dapat mengakibatkan kerusakan impeler pompa.


0 Response to "Jenis - Jenis Valve Yang Umum Digunakan Di Unit Pembangkit Listrik"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel