Jenis - Jenis Alat Pengukur Getaran dan Tujuan Pengukuran Getaran

DUNIA PEMBANGKIT LISTRIK - Pada suatu pengukuran jelas bahwa tujuannya yaitu untuk mendapatkan data, tetapi selanjutnya untuk apa data tersebut diambil.

Pengukuran Getaran

Ada beberapa tujuan pengambilan data getaran pada suatu mesin diantaranya adalah :
- Pengukuran rutin
- Pengukuran referensi (Baseline Measurement)
- Pengukuran sebelum dan sesudah perbaikan
- Trouble Shooting

PENGUKURAN RUTIN

Pengukuran rutin adalah pengukuran yang dilakukan secara rutin dan periodik dengan tujuan untuk dapat mengetahui kerusakan pada suatu mesin secara dini, sehingga dengan informasi tersebut kita dapat menyusun jadwal perbaikan atau maintenance mesin.

PENGUKURAN REFERENSI (BASELINE MEASUREMENT)

Pengukuran referensi adalah pengukuran yang dilakukan pada saat mesin dalam kondisi baik dan beroperasi dalam kondisi normal. Getaran hasil pengukuran tersebut sebagai acuan dan pembanding bagi pengukuran - pengukuran selanjutnya.

PENGUKURAN SEBELUM DAN SESUDAH PERBAIKAN (MAINTENANCE)

Pengukuran sebelum dan sesudah perbaikan adalah pengukuran yang dilakukan sebelum perbaikan guna untuk memberikan informasi mesin mana yang membutuhkan perbaikan dan mana yang tidak serta pengukuran yang dilakukan setelah perbaikan guna untuk memberikan informasi bahwa masalah yang terjadi pada mesin tersebut telah selesai.

TROUBLE SHOOTING

Pengukuran getaran yang dilakukan pada suatu mesin yang mempunyai level getaran cukup tinggi, yang terjadi akibat adanya kelainan atau masalah pada mesin tersebut. Pengukuran ini juga berfungsi untuk menganalisa bagian mesin yang mengalami kerusakan atau kelainan.

Baca juga : Langkah - Langkah Penggantian Belt Sebagian

ALAT PENGUKUR GETARAN

Dalam pengambilan data atau pengukuran suatu getaran, maka kita harus mengenal dengan baik alat yang kita gunakan. Ada beberapa alat standard yang biasa digunakan utnuk pengukuran getaran antara lain sebagai berikut :

1. Vibration Meter

Biasanya bentuknya kecil dan ringan sehingga mudah dibawa kemana saja dan mudah dioperasikan . Alat ini dioperasikan dengan menggunakan bettery. Pada umumnya alat ini terdiri dari probe, kabel dan meter untuk menampilkan harga getaran. Alat ini juga dilengkapi dengan switch slelector untuk menampilkan parameter getaran yang akan diukur.

Vibration Meter

Vibration meter ini hanya membaca harga overall (besarnya level getaran) tanpa memberikan informasi mengenai frekuensi dari getaran tersebut. Pada umumnya alat ini digunakan untuk memonitor "trend getaran" dari suatu mesin.

2. Vibration Analyzer

Alat ini mempunyai kemampuan untuk mengukur amplitude dan freuensi getaran yang akan dianalisa. Alat ini juga dilengkapi dengan meter untuk membaca amplitudo getaran yang biasanya juga menyediakan beberapa skala.

Vibration Analyzer

Vibration Analyzer juga memberikan informasi mengenai data spektrum dari getaran yang terjadi, yaitu data amplitudo terhadap frekuensinya, data ini sangat berguna untk menganalisa kerusakan suatu mesin.

3. Shock Pulse Meter

Merupakan alat khusus untuk memonitoring kondisi antifriction bearing yang biasanya sulit dideteksi dengan metode analisa getaran yang konvensional. Prinsip kerjanya yaitu mengukur gelombang kejut akibat terjadi gaya impact pada suatu benda, intensitas gelombang kejut itulah yang mengindikasikan besarnya kerusakan dari beraing tersebut. Pada sistem shock pulse meter biasanya memakai transuser piezo-electric yang mempunyai frekuensi resonansi 32 KHz.

Shock Pulse Meter

Pemilihan titik ukur pada house bearing atau rumah bearing adalah sangat penting karena gelombang kejut ditransmisikan dari bearing ke tranduser melalui dinding dari rumah bearing, sehingga sinyal tersebut bisa berkurang karena terjadi pelemahan sinyal tersebut. Prinsip secara umum bisa dipakai sebagai acuan dalam menentukan titik ukur antara lain :
- Jejak sinyal antara bearing dengan probe harus sedekat mungkin
- Probe harus ditempatkan sedekat mungkin terhadap beban dari bearing
- Lintasan sinyal harus terdiri dari satu sistem mekanis antara bearing dengan rumah bearing.

4. Osciloskop

Merupakan alat yang digunakan untuk melengkapi data getaran yang akan dianalisa. Osciloskop dapat mmeberikan sebuah informasi mengenai bentuk gelombang dari getaran suatu mesin. Beberapa kerusakan mesin dapat di identifikasi dengan melihat bentuk gelombang getaran yang dihasilkan. Sebagai contoh : kerusakan akibat unbalance atau misalignment akan menghasilkjan bentuk gelombang yang spesifik, terjadi kelonggaran mekanis (mechanical looseness), oil whirl atau kerusakan pada nati friction bearing dapat menghasilkan gelombang dengan bentuk - bentuk tertentu.

Osciloskop

Osciloskop juga berfungsi untuk mengevaluasi data yang diperoleh dari tranduser non-contact (proximitor). Data ini digunakan untuk memberikan informasi mengenai posisi dan getaran shaft relatif terhadap rumah bearing, biasanya digunakan pada mesin - mesin yang besar dan menggunakan sleeve bearing (bantalan luncur).

0 Response to "Jenis - Jenis Alat Pengukur Getaran dan Tujuan Pengukuran Getaran"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel