Permasalahan Operasi Pada PLTG (Pembangkit Listrik Tenaga Gas)

DUNIA PEMBANGKIT LISTRIK, PLTG - Dari energi panas yang dihasilkan inilah kemudian akan dimanfaatkan untuk memutar turbin dimana didalam sudu-sudu gerak dan sudu-sudu diam turbin, gas panas tersebut temperature dan tekanan mengalami penurunan dan proses ini biasa disebut dengan proses ekspansi.

Bagian - Bagian Pada PLTG (Pembangkit Listrik Tenaga Gas)

Selanjutnya energi mekanis yang dihasilkan oleh turbin digunakan untuk memutar generator hingga menghasilkan energi listrik.

Adapun sebagai pendukung pusat listrik tenaga gas ini digunakan beberapa alat bantu (auxiliary equipments) untuk membantu proses siklus turbin gas berjalan dengan baik, seperti :
- Sistem Pelumas
- Sistem Bahan Bakar
- Sistem Pendingin
- Sistem Udara Kontrol
- Sistem Hidrolik
- Sistem Udara Tekan
- Sistem Udara Pengkabutan

Parameter PLTG yang perlu dipersiapkan meliputi :
- Sistem Kontrol dan Pengaman
- Sistem Bahan Bakar
- Sistem Hidrolik
- Sistem Pelumas
- Sistem air Pendingin
- Sistem Pendingin Udara Generator dan Hidrogen
- Sistem Eksitasi
- Sistem Penggerak Mula
- Kondisi Lingkungan
- Trafo dan pemutus Tenaga
- Sinkronisasi


KELEMAHAN PLTG

1. Kendala utama perkembangan PLTG ini di Indonesia adalah pada proses penyediaan bahan bakar gas itu sendiri. 
2. Jumlah kebutuhan gas bumi untuk sejumlah pembangkit PLN di Jawa dan Sumatera sebanyak 1.459 juta kaki kubik per hari, sedangkan pasokan gas yang disediakan oleh para pemasok sebanyak 590 juta kaki kubik per hari. Dengan demikian terjadi kekurangan pasokan gas 
sebanyak 869 juta kaki kubik


PERMASALAHAN OPERASI PLTG

1. Dari segi operasi, unit PLTG tergolong unit yang masa start￾nya pendek, yaitu antara 15-30 menit, dan kebanyakan dapat di-start tanpa pasokan daya dari luar (black start), yaitu menggunakan mesin diesel sebagai motor start. 
2. Dari segi pemeliharaan, unit PLTG mempunyai selang waktu pemeliharaan (time between overhaul) yang pendek, yaitu sekitar 4.000-5.000 jam operasi. Makin sering unit mengalami start-stop, makin pendek selang waktu pemeliharaannya. Walaupun jam operasi unit belum mencapai 4.000 jam, tetapi jika jumlah startnya telah mencapai 300 kali, maka unit PLTG tersebut harus mengalami pemeriksaan (inspeksi) dan pemeliharaan.
3. Saat dilakukan pemeriksaan, hal-hal yang perlu mendapat perhatian khusus adalah bagian-bagian yang terkena aliran gas hasil pembakaran yang suhunya mencapai 1.300 0C, seperti: ruang bakar, saluran gas panas (hot gas path),dan sudu-sudu turbin. Bagian-bagian ini umumnya mengalami kerusakan (retak) sehingga perlu diperbaiki (dilas) atau diganti.
4. Proses start-stop akan mempercepat proses kerusakan (keretakan) ini, karena proses start-stop menyebabkan proses pemuaian dan pengerutan yang tidak kecil. Hal ini disebabkan sewaktu unit dingin, suhunya sama dengan suhu ruangan (sekitar 300C sedangkan sewaktu operasi, akibat terkena gas hasil pembakaran dengan suhu sekitar 1.3000C)
5. Dari segi efisiensi pemakaian bahan bakar, unit PLTG tergolong unit termal yang efisiensinya paling rendah, yaitu berkisar antara 15-25%. Dalam perkembangan
penggunaan unit PLTG di PLN, akhir-akhir ini digunakan unit turbin gas aero derivative, yaitu turbin gas pesawat terbang yang dimodifikasi menjadi turbin gas penggerak generator.


BEBERAPA LOKASI PLTG DI INDONESIA

- Pembangkit Listrik Tenaga Gas PUG Alurcanang. Terdapat di Provinsi Jawa Barat
- Pembangkit Listrik Tenaga Gas PUG Dieng Terdapat di Provinsi Jawa Tengah
- Pembangkit Listrik Tenaga Gas PUG Grati Terdapat di Provinsi Jawa Timur
- Pembangkit Listrik Tenaga Gas PUG Karnojang Terdapat di Provinsi Jawa Barat
- Pembangkit Listrik Tenaga Gas Trisakti Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan


Demikian penjelasan permasalahan pada operasi PLTG. Semoga bermanfaat.

0 Response to "Permasalahan Operasi Pada PLTG (Pembangkit Listrik Tenaga Gas)"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel