Penyebab Kerusakan Pada Bearing dan Bagaimana Cara Mengenalinya



DUNIA PEMBANGKIT LISTRIK - Bearing atau sering disebut juga dengan LAHER merupakan sebuah elemen mesin yang berfungsi untuk membatasi gerak relatif antara 2 komponen atau lebih agar selalu bergerak sesuai dengan arah yang diinginkan.


Penyebab Kerusakan Pada Bearing dan Bagaimana Cara Mengenalinya


Disini kami tidak membahas detail mengenai pengertian atau jenis bearing melainkan lebih fokus pada kerusakan yang sering terjadi pada bearing. Berikut penjelasannya.


PENYEBAB KERUSAKAN BEARING


Berikut ini merupakan penyebab kerusakan pada bearing dan bagaimana cara mengenalinya

- ABRASI

Abrasi disini ialah masuknya kotoran dan pasir ke dalam bearing yang dapat menyebabkan kausan dini karena kotoran tersebut akan menyebabkan permukaan bearing menjadi kasar sekali.

- KURANGNYA PELUMASAN

Timbulnya panas merupakan akibat kekurangan pelumasan pada bearing. Panas menyebabkan perubahan warna pada permukaan bearing, roller dan ball. Pada plain bearing, kekurangan pelumasan akan menyebabkan goresan, keausan berlebih dan dapat menyebabkan kerusakan menyeluruh pada bagian bearing. Maka, sangatlah penting melakukan pelumasan pada pin dan bearing untuk mencegah keausan.

a. Galling merupakan keasuan pada permukaan bearing dengan beberapa lubang kecil yang disebabkan oleh kurang pelumasan

b. Discoloration merupakan permukaan bearing berubah warna yang diakibatkan panas. Mungkin terjadi karena kurangnya pelumasan atau overheating.


- KOROSI

Perlu diketahui air dan uap bisa menyebabkan korosi. Penanganan yang tidak tepat atau penyimpanan yang tidak benar setelah pencucian dapat menyebabkan korosi pada permukaan bearing. Bearing harus dilumasi dan dibungkus dengan kertas yang diberi oli terlebih dahulu meskipun untuk periode penyimpanan yang singkat.

a. Corosion adalah karat membuat bekas pada permukaan atau bagian lain dari bearing

b. Pitting adalah permukaan beraing yang berlubang - lubang. Ini merupakan korosi yang disebabkan oleh air atau kelembaban.

Baca juga : Cara Membaca Kode Pada Bearing

- PEMASANGAN YANG SALAH

Perlu diketahui bahwa ball dan roller bearing mempunyai toleransi kesesuian pemasangan antara bearing dengan shaft. Ini tidak boleh berlebihan karena apabila berlebihan inner race akan dipaksa mengembang dan akan terjadi pembengkokan bearing.

Kerusakan pada shaft akan menyebabkan distorsi pada race. Area yang terdistorsi akan kelebihan beban sehingga kerusakn akan bermula pada area tersebut. Maka dari itu, shaft harus bersih dan halus agar bearing dapat terpasang dengan tepat. Pemasangan outer race beraing kedalam housing juga perlu diperhatikan. Shaft dan housing harus diperiksa terlebih dahulu sebelum melakukan pemasangan bearing.

a. Crack Race
    Inner Race dapat mengalami keretakan jika terlalu kencang pada shaftnya dan outer race dapat retak jika terlalu kencang pada housing.

b. Fretting merupakan tanda pengikisan yang disebabkan oleh pergerakan. Pada umumnya terjadi ketika bearing terlalu longgar pada dudukannya atau shaft.


- PENYETELAN YANG SALAH ATAU TIDAK TEPAT

Penyetelan yang dilakukan dapat terlalu longgar, tepat atau terlalu kencang. Bearing harus disetel dengan tepat sesuai spsesifikasi pabrik karena jika tidak akan menyebabkan ball atau roller pecah dan permukaan bearing menjadi tergores.

a. Brinelling dapat terjadi ketika bearing kelebihan beban atau salah dalam pemasangannya yaitu timbulnya lekukan - lekukan lubang pada raceway

b. Permukaan yang berlubang - lubang pada bearing disebabkan karena logan terlalu tertekan yang disebut juga kelelahan logam. Hal ini disebabkam oelh penyetelan bearing yang terlalu longgar yang berdampak atau beban kejut pada permukaan bearing serta kelebihan beban pada bearing kemungkinan penyebab lainnya.


Post a Comment
Click to comment