ADS 11

Simulator Pengoperasian Turbin Uap

DUNIA PEMBANGKIT LISTRIK - Pada kesempatan kali ini duniapembangkitlistrik.com akan menjelaskan mengenai PRAKTEK PENGOPERASIAN TURBIN UAP (SIMULATOR) BAGIAN 1. Baiklah, berikut dibawah ini penjelasan detailnya. Selamat membaca.

Sebagaimana prosedur mengoperasikan ketel, maka sebelum mengoperasikan turbin semua peralatan atau sistem yang merupakan bagian dari turbin harus dioperasikan. Persyaratan untuk mengoperasikan peralatan atau sistem adalah  pemeriksaan dan persiapan. Penjelasan mengenai pemeriksaan dan persiapan peralatan atau sistem untuk komponen turbin telah dibahas di paragraf sebelumnya, seperti sistem pelumas dan sistem air pendingin.

Turbin


PRAKTEK PENGOPERASIAN TURBIN UAP (SIMULATOR) BAGIAN 1 


1. PERSIAPAN DAN PEMERIKSAAN PERALATAN SERTA SISTEM-SISTEM

Dibawah ini pengoperasian peralatan atau sistem yang harus dilakukan sebelum turbin beroperasi.

- Kondensor utama

Sistem air pendingin utama sudah beroperasi dan air  pendingin telah mengalir melalui kondensor.

- Minyak pelumas

Pompa minyak pelumas telah beroperasi dengan tekanan yang cukup dan temperatur dalam batas operasi normal. Semua bagian yang bantalan teraliri minyak yang ditunjukkan dengan adanya aliran minyak pada sight glass.

- Turning gear

Bila dilengkapi dengan jacking oil jalankan jacking oil untuk mengangkat poros, kemudian jalankan turning untuk memutar poros. Bila tidak dilengkapi dengan jacking oil, jalankan langsung turning gear setelah sistem pelumas beroperasi.

- Saluran uap utama

Lakukan pemanasan saluran uap utama, apabila temperatur dan tekanan uap keluar ketel sudah cukup, dengan cara :
a. Buka semua katup drain yang tersedia (drain main steam dsb)
b. Buka katup bypass BSV (boiler stop valve)
c. Periksa tekanan dan temperatur sebelum dan sesudah BSV, tunggu hingga keduanya mendekati sama.
d. Setelah sama, buka penuh katup BSV
e. Tutup katup bypass BSV
f. Katup drain main steam, biasanya ditutup ketika genmerator sudah sinkron.

- Unit pembuat vakum (pembuang udara/gas)

Sebelum menjalankan turbin mengalirkan uap kedalam turbin kondensor harus dibuat  vakum         terlebih dahulu. Hal ini bertujuan agar uap yang memutar turbin begitu masuk kondensor langsung terkondensasi.

Prosedur untuk membuat vakum kondensor dilakukan dengan cara sebagai berikut :
a. Alirkan uap perapat poros turbin menggunakan uap bantu.
b. Buka drain Gland steam condenser, kemudian tutup kembali
c. Jalankan exhaust fan gland stem condenser
d. Buka katup uap untuk Starting (hooging) ejektor udara, perhatikan tekanan uapnya
e. Buka katup drain ejektor beberapa saat, kemudian tutup kembali
f. Buka katup sisi udara
g. Tutup katup vacuum breaker
h. Periksa kenaikan vakum nya

Pada saat mengalirkan uap perapat periksa sisi tekanan rendah silinder turbin tekanan rendah, tidak menjadi panas akibat aliran uap perapat ini.  Apabila tidak tersedia ejektor, penaikan vakum dilakukan dengan menggunakan pompa vakum atau pompa udara. Naikkan vakum hingga mencapai sekitar 600 mmHg, setelah itu naikkan vakum hingga mencapai sekitar 700 mmHg dengan menggunakan ejektor utama (main ejector) dan mematikan starting ejector.

2.  START TURBIN

Turbin dirancang untuk memikul beban pada kecepatan tertentu dengan tekanan dan temperatur uap tertentu pula. Turbin akan bekerja dengan normal apabila tercapai kondisi yang stabil, yaitu gradien panas yang benar mulai dari sisi masuk hingga sisi keluar. Semua clearance dalam keadaan normal, ekspansi harus benar-benar bebas dan kelurusan poros harus berada dalam batas yang telah ditentukan.

Bila vakum telah mencapai lebih dari 600 mmHg, pompa pelumas bantu dapat dijalankan dan turbin di reset. Tetapi untuk dapat mengalirkan uap kedalam turbin,  temperatur dan tekanan uap harus sesuai dengan temperatur tingkat pertama metal turbin tekanan tinggi. Apabila temperatur uap telah sesuai, maka uap dapat dialirkan untuk memutar turbin.

Begitu  uap  mengalir  putaran  turbin naik, kopling turning gear lepas dan turning stop secara otomatis. Kenaikan putaran turbin harus dilakukan secara bertahap untuk memberi kesempatan  metal turbin (rotor dan casing) memuai dengan  merata. Selama proses start turbin, temperatur uap masuk turbin harus dipertahankan konstan diatas temperatur jenuhnya atau dalam kondisi superheat.

Sebelum menaikan putaran ke tahap berikutnya , lakukan pemeriksaan parameter dibawah ini untuk memastikan bahwa minyak mengalir ke semua bantalan dan distribuasi panas berlangsung dengan baik.
a, Eksentrisitas silinder turbin tekanan tinggi dan tekanan menengah
b. Perbedaan pemuaian dalam silinder tekanan tinggi, menegah, dan rendah
c. Posisi rotor
d. Vibrasi bantalan
e. Tekanan  minyak bantalan dan temperatur minyak keluar pendingin
f. Temperatur uap pada stop valve turbin
g. Temperatur metal turbin

Bila terdapat kelainan pada parameter diatas, maka penyebabnya harus dicari hingga dapat ditetapkan apakah akan dilanjutkan atau dibatalkan start turbin ini.

Tahap kenaikan putaran dan waktu yang diperlukan untuk menjalankan mesin hingga putaran kerja  akan berbeda-beda sesuai dengan jenis start dan tipe mesinnya. Pada saat  melewati putaran kritis jangan berhenti atau memperlambat putaran, karena pada saat itu vibrasinya cukup tinggi. Pada putaran sekitar 2850 rpm terjadi transfer katup governor bergerak menutup ke posisi minimum sedang katup penutup turbin (TSV) membuka penuh.

Kontrol putaran turbin kini dipegang oleh katup governor. Pada saat putaran mencapai 3000 rpm, pompa pelumas bantu dapat di stop, karena pompa pelumas utama sudah berfungsi. Lakukan pemeriksaan lagi kondisi operasi turbin sebelum melanjutkan ke langkah berikutnya, yaitu memparalel alternator.

Selama proses start turbin temperatur uap masuk turbin tidak boleh turun-naik, temperatur ini harus diusahakan cenderung naik secara perlahan dengan mengatur pembakaran di ketel. Kenaikan dan penurunan temperatur uap masuk turbin akan menyebabkan terjadinya pemuaian dan penyusutan metal turbin.   Fenomena pengoperasian turbin seperti tersebut diatas dapat diperagakan atau dipraktekkan dalam simulator  yang prosedurnya seperti tersebut dalam lampiran.

3. PERSIAPAN SHUTDOWN TURBIN

- Turbin Master Control posisi Auto
- BFP Operasi normal (auto)
- SH dan RH spray posisi auto
- GR damper posisi 12 %
- HP dan LP turbin bypass posisi auto
- LCD out lampu menyala

4. SHUTDOWN TURBIN

- Setelah beban turun mencapai  30 % beban nominal, sistem uap ekstraksi di- posissikan auto
- Sistem Pemakaian Sendiri ditransfer ke Unit lain
- Setelah beban mencapai 2 % beban nominal, penurunan beban melalui GV
- GCB di off
- Generator Feild Breaker di open
- Buka semua sistem drain
- Pastikan Sistem minyak pelumas posisi auto
- Pada putaran < 400 rpm , pastikan Main dan start up ejector posisi close
- Start Turning Gear (Auto atau Manual)
- Stop Condensat Pump
- Stop salah satu General Service Water Pump
- Stop BFP 

Demikian penjelasan mengenai PRAKTEK PENGOPERASIAN TURBIN UAP (SIMULATOR). Semoga bermanfaat.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Simulator Pengoperasian Turbin Uap"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel