Pengertian DCS (Distributed Control System)

DUNIA PEMBANGKIT LISTRIK - Pada kesempatan kali ini duniapembangkitlistrik.com akan menjelaskan mengenai pengertian DCS (Distributed Control System). Baiklah, untuk penjelasannya sebagai berikut. Selamat membaca.


PENGERTIAN  DCS (Distributed Control System)


DCS (Distributed Control System)
Distributed Control System (DCS) merupakan suatu sistem yang mendistribusikan berbagai fungsi yang digunakan untuk mengendalikan variabel proses dan unit operasi proses menjadi suatu pengendalian yang terpusat pada suatu control room dengan berbagai fungsi pengendalian,
monitoring dan optimasi (Miraclesphysics, 2012).

Distributed Control System (DCS) mulai dikenalkan tahun 1975 dan sudah dipergunakan secara luas di industri kimia, listrik, pembuatan kertas, industri baja dan industri lainnya (Wang, 2006). Alat ini dapat digunakan untuk mengontrol proses dalam skala menengah sampai besar. Proses yang dikontrol dapat berupa proses yang berjalan secara kontinyu atau proses yang berjalan secara diskrit.

Distributed Control System (DCS) adalah suatu pengembangan system control dengan menggunakan komputer dan alat elektronik lainnya agar didapat pengontrol suatu loop system yang lebih terpadu dan dapat dikendalikan oleh semua orang dengan cepat dan mudah. Alat ini dapat digunakan untuk mengontrol proses dalam skala menengah sampai besar. Proses yang dicontrol dapat berupa proses yang berjalan secara kontinyu atau proses yang berjalan secara batching.

Distributed control system (DCS) digunakan dalam industri untuk memonitor dan mengontrol peralatan yang tersebar dengan atau tanpa campur tangan manusia. Sebuah DCS biasanya menggunakan komputer sebagai controller dan menggunakan propietary interconections dan
protokol untuk komunikasi. Modul input dan output membentuk part komponen untuk DCS, Prosesor menerima informasi dari modul input dan mengirim informasi ke modul output. Modul input menerima informasi dari instrumentasi input dalam sistem dan modul output mengirim ke instrumen
output pada sistem. Bus komputer menghubungkan kontroller yang tersebar dengan sentral kontroller dan akhirnya terhubung ke Human machine Interface (HMI) atau panel kontrol.

DCS adalah sistem yang terintegrasi ditujukan untuk mengontrol proses manufakturing yang kontinyu atau batch-oriented, seperti oil refining, petrochemical, central station dan pembuatan kertas. DCS dihubungkan dengan sensor dan aktuator dan menggunakan set poin kontrol untuk
mengatur aliran material ke pabrik. Contoh yang paling umum adalah set point kontrol loop yang terdiri dari sensor tekanan, kontroler, dan control valve. Pengukuran tekanan atau aliran cairan ditransmisikan kepada kontroler, biasanya melalui bantuan sebuah alat sinyal kondisi Input/Output
(I/O).

Saat variabel yang diukur mencapai titik tertentu, kontroler akan memerintahkan valve atau aktuator untuk membuka atau menutup sampai proses aliran cairan mencapai titik yang ditentukan. Pengolahan minyak yang besar menggunakan ribuan I/O dan menggunakan DCS yang sangat
besar. Proses tidak dibatasi untuk mengatur aliran cairan melalui pipa saja tetapi juga termasuk mesin kertas, kontrol variasi kecepatan motor, mesin semen, operasi penambangan dan hal-hal lainnya.

DCS secara umum terdiri dari digital controller terdistribusi yang mampu melakukan proses pengaturan 1 – 256 loop atau lebih dalam satu control box. Peralatan I/O dapat diletakkan menyatu dengan controller atau dapat juga diletakkan secara terpisah kemudian dihubungkan dengan jaringan. Saat ini, controller memiliki kemampuan komputasional yang lebih luas. Selain control PID, controller dapat juga melakukan pengaturan logic dan sekuensial. DCS modern juga mendukung aplikasi fuzzy dan neural network.

Sistem DCS dirancang dengan prosesor redundant untuk meningkatkan kehandalan sistem. Untuk mempermudah dalam penggunaan, DCS sudah menyertakan tampilan / grafis kepada user dan software untuk konfigurasi control. Hal ini akan memudahkan user dalam perancangan aplikasi. DCS dapat bekerja untuk satu atau lebih workstation dan dapat dikonfigurasi di workstation atau dari PC secara offline.

Komunikasi lokal dapat dilakukan melewati jaringan melalui kabel atau fiber optic.


Konfigurasi Systems dari DCS


Gambar diatas menunjukan konfigurasi systems dari DCS yang terbagi menjadi beberapa bagian, diantaranya:
- Human Interface Station (HIS).
- Field Control Station (FCS).
- Vnet/IP atau Control Network


Demikian penjelasan pengertian dari DCS (Distributed Control System). Semoga bermanfaat bagi semua.

0 Response to "Pengertian DCS (Distributed Control System)"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel