Mengenal Baumann Exhaust Pada Turbin

DUNIA PEMBANGKIT LISTRIK - Pada kesempatan kali ini duniapembangkitlistrik.com akan mengajak Anda untuk bersama membahas mengenai baumann exhaust pada turbin. Baiklah, penjelasannya dibawah ini. Selamat membaca.


Baumann Exhaust


BAUMANN EXHAUST


Leaving Loss

Setelah uap berekspansi  pada   silinder   tekanan   rendah, selanjutnya uap akan meninggalkan barisan sudu-sudu akhir menuju kondensor. Uap bekas ini masih mengandung  sejumlah besar energi kinetik  yang  tak  dapat  dimanfaatkan  sehingga merupakan suatu kerugian. Kerugian ini disebut kerugian uap bekas (leaving loss).

BESARNYA LEAVING LOSS = MASSA UAP X KECEPATAN UAP : 2

Energi ini tidak dapat diperoleh kembali. Oleh karena itu untuk memperkecil kerugian ini harus diupayakan agar kecepatan uap yang meninggalkan barisan sudu akhir serendah mungkin.

KECEPATAN UAP = VOLUME UAP : LUAS PENAMPANG LALUAN

Dari persamaan diatas, untuk membuat kecepatan uap sekecil mungkin, maka luas penampang laluan sudu akhir harus dibuat sebesar mungkin. Luas penampang laluan uap tergantung pada diameter rotor tekanan rendah dan tinggi dari sudu akhir. Sebagai contoh untuk turbin dengan putaran 3000 rpm, tinggi sudu akhir mencapai 0,95 meter. Bila tinggi sudu diperbesar, maka gaya sentrifugal akan semakin besar sehingga tinggi sudu harus dibatasi mengingat kemampuan metalurgi.


Metode Mengurangi Leaving Loss

Oleh karena itu, maka dilakukan dengan cara memperluas penampang laluan uap yaitu dengan memperbanyak saluran buang pada silinder tekanan rendah. Cara lain  dengan menurunkan  kecepatan  putaran  menjadi  1500  rpm. Tetapi  cara  ini  hanya  dapat dilakukan pada turbin tertentu saja, seperti pada turbin ’cross compound’ dimana semua rotor tekanan rendah berada pada satu diantara dua poros. Juga pada beberapa pembangkit nuklir karena turbin harus beroperasi dengan uap berkualitas rendah.

Tetapi untuk turbin satu silinder, memperbanyak saluran buang adalah tidak mungkin. Untuk meningkatkan luas penampang laluan uap tanpa memperpanjang tinggi sudu- sudu baris akhir adalah dengan menggunakan ’Baumann Exhaust’ seperti ditunjukkan pada gambar 68. Sebagian dari uap yang akan meninggalkan sudu baris akhir di bypass langsung ke kondensor sehingga uap tersebut tidak melewati sudu tingkat akhir. Hal ini akan dapat menurunkan kecepatan uap keluar sudu tingkat akhir tanpa harus memperpanjang tinggi sudu tingkat akhir.



Gambar 67. Turbin dengan double exhaust



Demikian penjelasan mengenai baumann exhaust pada turbin. Semoga bermanfaat bagi semua.

0 Response to "Mengenal Baumann Exhaust Pada Turbin"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel