Klasifikasi Outage Pada Unit Pembangkit Listrik

DUNIA PEMBANGKIT LISTRIK - Pada kesempatan ini duniapembangkitlistrik.com akan membahas mengenai outage. Baiklah, berikut ini penjelasannya. Selamat membaca.

Outage

Outage terjadi apabila suatu unit tidak sinkron ke jaringan dan  bukan  dalam  status  Reserve Shutdown. Klasifikasi outage secara umum dikelompokkan menjadi tujuh jenis kejadian. 

Suatu  outage  dimulai  ketika  unit  dikeluarkan  dari  jaringan  atau  pindah  status  misalnya  dari status Reserve Shutdown menjadi Maintenance Outage. Outage berakhir ketika unit terhubung ke jaringan atau pindah ke status lain.

- IR (Inactive Reserve) yaitu pekerjaan persiapan operasi unit pembangkit selama paling lama  7  hari,  untuk  pembangkit  yang  sedang  mengalami  Reserve  Shutdown  (RS) sedikitnya 60  hari.  Pernyataan IR  harus disampaikan  oleh  Pembangkit setelah  diminta operasi  oleh  P3B.  Jika  waktu  pekerjaan  persiapan  tersebut  melebihi  7  hari,  maka statusnya bukan IR tetapi FO3.

Catatan:  Unit  harus  dapat  dioperasikan  ketika  IR  mulai.  Kode  Penyebab  ”0002”.  Selama  IR, pekerjaan pengujian start up diperbolehkan sampai full speed no load.

- MB (Mothballed) yaitu pekerjaan persiapan operasi unit pembangkit selama paling lama 30  (tiga  puluh)  hari  untuk  pembangkit  yang  sedang  mengalami  FO,  MO,  atau  PO sedikitnya 60 (enam puluh) hari dan diminta oleh P3B untuk operasi. MB hanya berlaku untuk  pembangkit-pembangkit  yang  oleh  pihak  perusahaan  (pemilik)  nya  sedang dipertimbangkan  untuk  mengudurkan  diri  dari  sistem  karena  faktor  usia  pembangkit sudah tua dan sering terjadi gangguan mekanis.

Catatan:  Kode  Penyebab  ”9991”  untuk  peristiwa  ini,  status  ini  berlaku  jika  unit  sudah  berhasil sinkron. 

- RU (Retired)  yaitu  unit  tidak  siap  operasi  karena  mengundurkan  diri  dari  system  dan tidak berniat untuk kembali masuk sistem. 

Catatan: Kode Penyebab ”9990” untuk peristiwa ini. 

- PO (Planned  Outage) yaitu  keluarnya  pembangkit  akibat  adanya  pekerjaan pemeliharaan  periodik  pembangkit  seperti  inspeksi,  overhaul  atau  pekerjaan  lainnya yang sudah dijadwalkan sebelumnya dalam rencana tahunan pemeliharaan pembangkit atau  sesuai  rekomendasi  pabrikan.  Perubahan  PO  dapat  direvisi  paling  akhir  dalam ROB  dimana  PO  akan  dilaksanakan,  jika  dibutuhkan  oleh  sistem  dapat  direvisi  dalam ROM dimana PO akan dilaksanakan. 

- PE (Planned Outage Extension)  yaitu  outage  perpanjangan  yang  direncanakan, sebagai perpanjangan Planned Outage (PO) yang belum selesai pada waktu yang telah ditentukan.  Ini  artinya  bahwa  sebelum  dimulai,  periode  dan  tanggal  operasinya  telah ditetapkan.  PE  hanya  bisa  dilakukan  1  (satu)  kali  dan  diajukan  pada  saat  PO berlangsung,  serta  telah  dijadwalkan  dalam  ROB/ROM/ROH.  Semua  pekerjaan sepanjang  PE  adalah  bagian  dari  lingkup  pekerjaan  awal  dan  semua  perbaikan ditentukan  sebelum  outage  mulai.  Jika  periode  PE  melewati  batas  waktu  yang  telah ditentukan, maka statusnya adalah FO1. 

- MO (Maintenance  Outage) yaitu  keluarnya  pembangkit  untuk  keperluan  pengujian, pemeliharaan  preventif,  pemeliharaan  korektif,  perbaikan  atau  penggantian  suku cadang  atau  pekerjaan lainnya pada  pembangkit  yang  dianggap  perlu dilakukan,  yang tidak dapat ditunda pelaksanaannya hingga jadwal PO berikutnya dan telah dijadwalkan dalam ROB/ROM berikutnya. 

- ME (Maintenance Outage Extension) yaitu  pemeliharaan  outage  perpanjangan, sebagai  perpanjangan  MO  yang  belum  selesai  dalam  waktu  yang  telah  ditetapkan.  Ini artinya  bahwa  sebelum  MO  dimulai,  periode  dan  tanggal  selesainya  telah  ditetapkan. Semua pekerjaan sepanjang ME adalah bagian dari lingkup pekerjaan awal dan semua perbaikan ditentukan sebelum outage mulai dan  diusulkan oleh pembangkit. 

- SE (Scheduled Outage Extension ) adalah  perpanjangan  dari  Planned Outage  (PO) atau  Maintenance  Outage  (MO),  yaitu  outage  yang  melampaui  perkiraan  durasi penyelesaian PO atau MO yang telah ditentukan sebelumnya. 

- ”Durasi  yang  ditentukan”  dari  outage  juga  menentukan  ”perkiraan  tanggal penyelesaian”  dari  PO  atau  MO.  Jika  unit  dijadwalkan  untuk  perbaikan  selama  4 (empat)  minggu,  maka  unit  diharapkan  sudah  siap  operasi  4  (empat)  minggu  setelah tanggal  mulai  outage.  Dalam  hal  outage  dimajukan  atau dimundurkan  untuk keperluan sistem,  maka  tanggal  mulai  outage  ditambah  durasi  outage  akan  menentukan  tanggal berakhirnya outage.  Sepanjang  outage tidak  lebih lama  dari  yang  direncanakan,  maka tanggal  berakhirnya  outage  digeser  agar  bersamaan  sesuai  dengan  periode  durasi yang telah ditentukan.

Dalam  hal  terdapat  perpindahan  status  outage  pembangkit,  tanggal  dan  waktu  akhir outage yang satu akan menjadi awal outage berikutnya. Status unit hanya dapat diubah jika  outage  yang  pertama  telah  berakhir.  Sebagai  contoh,  jika  unit  keluar  paksa (FO/FO1) disebabkan suatu tabung dinding air bocor (tepat sebelum unit tersebut akan keluar terencana-PO), maka perbaikan kerusakan akibat FO/FO1 harus selesai terlebih dahulu sebelum status unit diubah dari FO1 ke status PO. Petugas pemeliharaan dapat memulai  pekerjaan  PO,  namun  status  unit  tidak  akan  menjadi  PO  sebelum  pekerjaan outage FO1 selesai dan unit dapat beroperasi kembali.

                      Baca juga : Pengertian dan Prinsip Kerja Turbin Air

Semua  pekerjaan  selama  PO  dan  MO  ditentukan  terlebih  dahulu  dimuka  dan  dikenal sebagai  ”lingkup  pekerjaan  awal”.  SE  hanya  digunakan  pada  kondisi  dimana  lingkup pekerjaan  awal  memerlukan  waktu  lebih  untuk  penyelesaiannya  dibanding  yang dijadwalkan sebelumnya. 

SE tidak digunakan dalam kondisi dimana ditemukan problem/permasalahan tak diduga pada  saat  outage  yang  menyebabkan  unit  keluar  dari  sistem  melampaui  tanggal berakhirnya  PO  atau  MO  yang  diperkirakan.  Kondisi  ini  dianggap  sebagai  Forced Outage-Immediate  (FO1).  SE  juga  tidak  digunakan  pada  kondisi  dimana  dijumpai permasalahan  tak  diduga  ketika  unit  startup.  Jika  suatu  unit  selesai  PO  atau  MO sebelum  tanggal  penyelesaian  yang  diperkirakan,  maka  apapun  permasalahan  yang menyebabkan  outage  atau  derating  setelah  tanggal  penyelesaian  tersebut  tidak dianggap sebagai bagian dari PO atau MO. 

SE atau FO1 harus mulai pada waktu yang sama (bulan/hari/jam/menit) yaitu pada saat PO atau MO berakhir. 

- SF (Startup  Failure)  yaitu  outage  yang  terjadi  ketika  suatu  unit  tidak  mampu  sinkron dalam  waktu  start  up  yang  ditentukan  setelah  dari  status  outage  atau  RS.  SF  mulai ketika terjadi problem yang menghambat startup. SF berakhir ketika unit sinkron, terjadi gagal start lainnya, atau berubah ke status lain yang diizinkan. 

Periode  Startup  untuk  masing-masing  unit  ditentukan  oleh  Unit  pembangkit.  Hal  ini spesifik untuk tiap unit, dan tergantung pada kondisi unit ketika startup (panas, dingin, standby,  dll.).  Periode  start  up  dimulai  dari  perintah  start  dan  berakhir  ketika  unit sinkron.  

- FO (Forced  Outage)  yaitu  keluarnya  pembangkit  akibat  adanya  kondisi  emergensi pada pembangkit atau adanya gangguan yang tidak diantisipasi sebelumnya serta yang tidak digolongkan ke dalam MO atau PO. 

- FO1 (Forced  Outage Immediate) adalah  outage  yang  memerlukan  keluarnya pembangkit  dengan  segera  baik  dari  kondisi  operasi,  RS  atau  status  outage  lainnya. Jenis  outage  ini  diakibatkan  oleh  kontrol  mekanik/electrical/hydraulic  unit  pembangkit trip atau ditripkan oleh operator sebagai respon atas alarm/kondisi unit.  

Catatan  :  dalam  hal  ini  kategori  FO1  apabila  keluarnya  pembangkit  tidak  sesuai  dengan prosedur shutdown normal 

- FO2 (Forced  Outage Delayed) adalah  outage  yang  tidak  memerlukan  unit pembangkit  untuk  keluar  segera  dari  sistem  tetapi  dapat  ditunda  paling  lama  dalam  6 (enam)  jam.  Outage  jenis  ini  hanya  dapat  terjadi  pada  saat  unit  dalam  keadaan terhubung ke jaringan serta melalui proses penurunan beban bertahap.  

Catatan : atas persetujuan Dispatcher dengan operator pembangkit mengenai waktu shutdown 

- FO3 (Forced  Outage Postponed) adalah  outage  yang  dapat  ditunda  lebih  dari  6 (enam)  jam.  Outage  jenis  ini  hanya  dapat  terjadi  pada  saat  unit  dalam  keadaan terhubung ke jaringan. 

Penundaan  harus  diberitahukan secara resmi (setelah ada pembicaraan awal). 


Demikian pembahasan mengenai outage pada pembangkit listrik. Semoga bermanfaat bagi semua.

0 Response to "Klasifikasi Outage Pada Unit Pembangkit Listrik"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel