Catatan Yang Perlu DIperhatikan Dalam Outage Dan Derating Pada Pembangkit Listrik

DUNIA PEMBANGKIT LISTRIK - Pada kesempatan ini duniapembangkitlistrik.com akan membahas mengenai hal yang menjadi catatan outage dan derating pada pembangkit listrik. Baiklah, berikut pembahasannya. Selamat membaca.



PLTGU


CATATAN OUTAGE DAN DERATING

a.  Outside Management Control Outages (OMC)

Ada  sumber  penyebab  dari  luar  yang  mengakibatkan  unit  pembangkit  deratings  atau outages.  Yang  termasuk  penyebab  outages  tersebut  (tetapi  tidaklah  terbatas  pada) misalnya  badai  salju,  angin  topan,  angin  ribut,  kualitas  bahan  bakar  rendah,  gangguan pasokan  bahan bakar,  dan lain lain.  Daftar  penyebab  dan kode penyebabnya lihat  pada Lampiran  G-2.  LAPORKAN  SEMUA  Peristiwa  OMC  ke  P3B.  Peristiwa  tersebut  tidak boleh  digolongkan  sebagai  Reserve  Shutdown  (RS)  atau  peristiwa  Noncurtailing  (NC).

NERC  mengijinkan  kalkulasi  peristiwa  dengan  dan  tanpa  Peristiwa  OMC.  Peristiwa yang disebabkan oleh OMC tidak diperhitungkan dalam setelmen.

b.  Testing Terkait Outages

Pengujian On-line: Jika unit harus disinkron pada beban tertentu dalam rangka menguji performance terkait PO, MO, atau FO (FO1, FO2, FO3, SF), laporkan pengujian tersebut sebagai  Planned  Derating  (PD),  Maintenance  Derating  (MD),  atau  Derating  tidak direncanakan  (FD).  Semua  peristiwa  tersebut  berawal  ketika  pengujian  mulai,  dan berakhir  ketika  pengujian  selesai.  Laporkan  semua  produksi  energi  yang  dihasilkan  unit selama periode on-line testing tersebut.

Pengujian off-line: Laporkan  pengujian terkait outage yang tidak sinkron sebagai bagian dari peristiwa outagenya. Outage berakhir ketika pengujian selesai dan unit telah sinkron atau pindah status lain. 

Boleh  melaporkan  jenis  pengujian  ini  terpisah  dari  peristiwa  outagenya. Dalam  hal  ini, periode pengujian menjadi suatu peristiwa baru, outage berakhir ketika periode pengujian mulai. Peristiwa Pengujian berakhir ketika unit sinkron atau ditempatkan pada Status Unit yang lain.

c.  Derating saat Unit Startup atau Shutdown 

Tiap  unit  mempunyai    waktu    ”standar”  atau  ”normal”  untuk  mencapai  beban  penuh setelah atau dari keadaan outage. Jika suatu unit dalam proses start up dari kondisi outage ke tingkat beban penuh atau ke tingkat beban yang ditentukan sesuai periode yang “normal”, maka tidak ada derating pada unit pembangkit tersebut.

Jika unit memerlukan waktu lebih panjang dibanding waktu start up normal menuju beban penuh  atau  menuju  beban  yang  ditentukan  dispatcher,  maka  unit  dianggap  mengalami derating.  Daya  mampu  unit  pada  akhir  periode  normal  akan  menentukan  derate  dan derate  akan  berlangsung  sampai  unit  dapat  mencapai  kemampuan  beban  penuh  atau tingkat beban yang ditentukan dispatcher.

Tidak  ada  derating  untuk  unit  shutdown.  Setiap  unit  perlu  shutdown  dengan  aman, dengan  mengurangi  peralatan  atau  memperhatikan  resiko  keselamatan  personil.

Beberapa  shutdown  dapat  cepat  seperti  layaknya  unit  trip;  yang  lain  bisa  lebih  lambat seperti turunnya unit menuju PO. Dalam kasus manapun, unit tidaklah derated.

d.  Derating karena Pengaruh Lingkungan (Ambient-related Losses)

Derating  karena  kondisi  lingkungan  (kode  penyebab  9660-OMC),  dilaporkan  sebagai peristiwa derating ke P3B.

e.  Kebutuhan Pengaturan Sistem (Dispatch Requirement)

Unit  pembangkit  yang  beroperasi  dibawah  DMN  karena  pengaturan  sistem  dikenal sebagai “load following”, baik unit Pembangkit yang diatur secara manual, governor free, maupun  oleh  LFC  (Load  frequency  control)  tidak  dilaporkan  ke  P3B  sebagai  derating, dengan syarat:
- Daya  mampu  pembangkit  dapat  mencapai  perintah  dispatch  LFC  (untuk pembangkit yang bisa LFC dan diaktifkan)
- Daya mampu pembangkit dapat mencapai + 2,5% dari DMN dibandingkan dengan perintah dispatch (untuk pembangkit yang Governor Free nya diaktifkan)
- Daya  mampu  pembangkit  dapat  mencapai  perintah  dispatch  (untuk  pembangkit yang tidak bisa Governor Free/LFC).

Walaupun Load following tidak dilaporkan ke P3B sebagai derating, setiap pemeliharaan, pengujian, dan lain lain yang dilakukan sepanjang periode load following harus dilaporkan sebagai suatu peristiwa noncurtailing (NC). 

f.  Overlap Deratings

Deratings  tumpang-tindih  satu  sama  lain  dalam  waktu  bersamaan.  Derating-derating  ini akan  diperhitungkan  secara  aditip  (kecuali  yang  tertutup  dengan  suatu  outage  atau derating  yang lebih  besar  untuk  jangka  waktu  keseluruhan  mereka).  Ini  berarti  derating pertama  diasumsikan  sebagai  penyebab  utama  dari  pengurangan  beban  sampai    akhir atau sampai outage penuh mulai.

g.  Derating yang Dominan

Tujuan  Kode  Derating  yang  Dominan  untuk  menandai  derating  yg  mendominasi  pada peristiwa  Overlaping  Deratings.  Tandai  derating  yang  dominan  dengan  ”D”,  sehingga tidak akan terjadi pengurangan derating pada peristiwa tersebut. Statistik Unjuk kerja Unit tidak  akan  terpengaruh.  Statistik  Kode  Penyebab  akan  jadi  lebih  akurat  dengan  jumlah pencatatan yang benar dan dampak yang mendominasi derating.

h.  Deratings Bervariasi

Deratings  dalam  periode  tertentu  bisa  berubah-ubah  dengan  penyebab  yang  sama. Laporan derating ini bisa dilaporkan dengan dua metoda : 
- Laporkan sebagai derating baru setiap kemampuan unit berubah.
- Menentukan  kemampuan  unit  rata-rata  tersedia  sepanjang  deratings  yang berbeda-beda dan hanya satu peristiwa rata-ratanya yang dilaporkan ke P3B.


Baca juga : Sensor - Sensor Pada Coal Feeder

Contoh Merata-ratakan Derating :

Unit  1000  MW  mengalami  derating,  disebabkan  oleh  hambatan  emisi  selama  10  hari (240 jam). Selama periode ini, besarnya derating bervariasi sebagai berikut:

1) 30 MW selama 40 jam; 2) 50 MW selama 10 jam; 3) 20 MW selama 110 jam; dan 4) 40 MW selama 80 jam. Sepanjang waktu ini, unit juga mengalami peristiwa outage tidak direncanakan  FO1  selama  90 jam dan mengalami  Reserve Shutdown (RS)  selama  20 jam.

Total  MWH  yang  hilang pada  setiap tingkatan  derating  dihitung  dan dijumlahkan  = (40 jam  x  30  MW)  +  (10  jam  x  50  MW)  +  (110 jam  x  20  MW)+  (80  jam  x  40  MW)  =  7100 MWH. 

Rata-rata MW yang hilang selama 10 hari adalah total MWH yang hilang dibagi dengan banyaknya jam keseluruhan periode derating: 7100/240 = 30 MW.

Jadi, kemampuan unit selama 10 hari derating = 1000 MW – 30 MW= 970 MW. 

i.  Force Majeure Outage (FMO) 

yaitu  keluarnya  Pembangkit  sebagai  akibat  dari  terjadinya  bencana  alam,  perang, kekacauan  umum,  huru  hara,  sabotase,  pemberontakan,  pemogokan  atau  larangan bekerja atau tindakan industrial oleh para buruh atau karyawan pihak terkait, dan kejadian lainnya  yang  digolongkan  sebagai  peristiwa  Sebab  Kahar  (force  majeure)    yang disepakati Penjual dan Pembeli. 

j.  Force Majeure Derating 

yaitu  penurunan  kemampuan  Pembangkit  sebagai  akibat  dari  terjadinya  bencana  alam, perang,  kekacauan  umum,  huru  hara,  sabotase,  pemberontakan,  pemogokan  atau larangan  bekerja  atau  tindakan  industrial  oleh  para  buruh  atau  karyawan  pihak  terkait, dan  kejadian  lainnya  yang  digolongkan  sebagai  peristiwa  Sebab  Kahar  (force  majeure) yang disepakati Penjual dan Pembeli. 

Daya mampu aktual Pembangkit yang lebih besar dari atau sama dengan 98% (sembilan puluh  delapan  persen)  dari  DMN  Pembangkit  dalam  selang  waktu  setengah  jam  secara terus-menerus. 

Apabila  diminta  oleh  Dispatcher  P3B  JB  BOPS  atau  APB  untuk  mencapai  tingkat pembebanan  tertentu,  dan  pembebanan  Pembangkit  aktual  mencapai  tingkat pembebanan  tersebut  dengan  rentang  -2%  (minus  dua  persen)  dari  DMN  dalam  selang waktu  setengah  jam  secara  terus-menerus.  Dengan  demikian,  apabila  tingkat pembebanan  Pembangkit  aktual  lebih  kecil  dari  tingkat  pembebanan  yang  diminta  oleh Dispatcher P3B JB BOPS atau APB dikurangi 2% (dua persen) DMN, maka Pembangkit dianggap mengalami derating sebesar DMN dikurangi tingkat pembebanan aktualnya.

Dalam hal permintaan PO/MO yang sudah terjadwal ditunda karena kebutuhan sistem sehingga  menyebakan  FO  atau  FD  maka  kondisi  tersebut  dikategorikan  FO  OMC  atau FD  OMC,  jika  penyebabnya  adalah  komponen/system  yang  akan  akan  dilakukan PO/MO.



Demikian pembahasan mengenai catatan dalam outage dan derating yang perlu diketahui. Semoga bermanfaat.

0 Response to "Catatan Yang Perlu DIperhatikan Dalam Outage Dan Derating Pada Pembangkit Listrik"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel