Apa Itu Turning Gear Pada Turbin?

DUNIA PEMBANGKIT LISTRIK - Kemarin kami telah membahas mengenai 3 katup bantu pada turbin. Pada kesempatan kali ini duniapembangkitlistrik.com akan membahas mengenai turning gear pada turbin. Baiklah, untuk penjelasannya dibawah ini. Selamat membaca.



Turbin


TURNING GEAR


Pengertian

Turning gear adalah perangkat Turbin Uap yang berfungsi untuk memutar rotor Turbin Generator pada putaran rendah ( 5 – 10 rpm ) yang funsinya untuk menjamin pemanasan / pendinginan rotor yang merata sehingga menggurangi kemungkinan terjadinya bengkok pada rotor.


Fungsi

Bila beban turbin dikurangi untuk akhirnya dihentikan (shut down) maka temperatur casing dan rotor turbin masih sangat tinggi (450 - 500 OC).

Bila poros turbin kemudian dibiarkan untuk tetap diam dalam jangka waktu tertentu, maka akan terjadi beda temperatur antara bagian atas dengan bagian bawah rotor maupun casing. Beda temperatur ini akan menyebabkan bagian bawah   rotor akan menyusut lebih cepat dibanding bagian atas, sehingga akan terjadi pembengkokkan keatas atau “hogging”.

Hal ini akhirnya dapat menyebabkan terjadinya persinggungan  mekanis antara bagian yang bergerak dengan bagian yang diam. Apabila turbin dicoba diputar dalam kondisi ini, akan mengakibatkan kerusakan mekanis. Bengkokan yang disebabkan oleh temperatur yang  tidak    merata  tersebut  dapat  dihindari bila  porosnya dijaga  tetap berputar meski secara perlahan-lahan ( 3 - 40 rpm) selama pendinginan. Untuk tujuan tersebut, turbin dilengkapi dengan turning gear, lihat gambar 65.


Pengoperasian

Turning Gear terdiri dari motor dan suatu  roda gigi penurunan putaran (reduction gear) yang dapat dihubungkan  keroda gigi pada poros turbin. Penggerak akhir dari susunan gigi tersebut dirancang sedemikian rupa sehingga penggerak tersebut akan terputus hubungannya (disconnect) secara otomatis dengan roda gigi poros turbin, pada waktu kecepatan turbin lebih tinggi dari kecepatan motor turning gear. Hal ini dimaksudkan untuk mencegah motor turning gear diputar oleh poros turbin.



Gambar 65. Turning Gear


Urutan  operasi  umumnya  mulai  dari  saat  turbin  dimatikan  menunggu  sampai  poros berhenti. Dalam interval ini suplai minyak pelumas keseluruh bantalan tetap masih diperlukan.

Selanjutnya suplai minyak pengangkat (Jacking Oil Supplies) antara rotor-rotor yang berat dan permukaan bantalan bekerja. Setelah ini gigi penggerak dapat dihubungkan secara manual atau secara remote. Kemudian motor turning gear dihidupkan.

Kecepatan putaran poros turbin umumnya    3  -  40    rpm.  Selain  rotor  menjadi  dingin  dengan  cara  ini, pergerakan sudu-sudu rotor juga menimbulkan sirkulasi udara dalam casing sehingga mengakibatkan pendinginan yang merata pada sudu-sudu.

Turbin - turbin saat ini dilengkapi dengan perlengkapan pengaturan urutan operasi turning gear yang lebih canggih. Pada turbin ini pompa minyak Jacking dan motor turning gear akan berjalan secara otomatis bila putaran turbin telah mencapai 100 - 200 rpm.

Hanya bila putaran poros turun sampai pada putaran turning, selfsynchro-shift centrifugal clutch akan   menghubungkan   drive ke poros turbin, sehingga putaran turbin dapat dipertahankan pada putaran yang telah ditentukan tanpa berhenti. Dalam  banyak hal, bila putaran poros turbin naik diatas putaran turning gear, secara otomatis turning gear akan lepas dan motor turning gear berhenti/stop. Hal penting yang harus dilakukan untuk menghindari bengkoknya poros (hog) pada saat turning gear macet atau tidak berfungsi, maka poros turbin harus diputar secara manual.

Poros  turbin  harus  diputar  separuh  putaran  setiap  10  menit.  Secara  umum,  hal  ini dianggap cukup untuk menghindari pembengkokan poros.

Bila oleh suatu sebab poros dalam keadaan panas atau hangat tidak dapat diputar sama sekali, maka  bengkoknya poros  karena  panas  dapat  menyebabkan terjadinya  kontak antara bagian yang diam dan bergerak dari turbin. Kontak tersebut pertama-tama akan terjadi pada perapat poros dan biasanya hanya sementara. Setelah temperatur turbin secara perlahan-lahan turun dan mulai sebanding, bengkokan rotor akan hilang dengan sendirinya.

Bila terjadi gangguan yang serius seperti diatas, cobalah putar poros secara manual dengan segera untuk meyakinkan bahwa poros dapat berputar secara bebas. Bila berhasil, motor pemutar segera dijalankan untuk memperpanjang waktu putar dan mengurangi sisa bengkokan. Bila ada indikasi goresan pada arah radial, berarti terjadi kerusakan yang permanen sebagai akibat bengkokkan tadi.

Memutar poros turbin harus dilanjutkan  sampai penunjukan temperatur metal turun pada harga yang direkomendasi (biasanya 150 - 200 OC). Pada temperatur ini sebenarnya bengkokan masih dapat terjadi. Pemutaran poros juga diperlukan sebelum start turbin untuk mengurangi starting torque. Memutar turbin langsung dengan uap tidak boleh.

Waktu putar yang singkat setelah shut-down dapat dicapai karena turbin stop pada temperatur rendah. Dengan pengoperasian yang cermat dan pengamatan yang teliti terhadap poros turbin, lama putaran turning gear dapat diperpendek dari 72 jam menjadi 28 jam. Selama poros turbin masih diputar, perlu dilakukan pengamatan dengan cermat terhadap kondisi seluruh unit. Bila ditemukan kelainan baik pada arus motor turning gear, eksentrisitas, getaran, temperatur bantalan atau tanda-tanda yang dapat didengar, harus segera diperiksa dan bila perlu poros dimatikan atau dihentikan.



Demikian penjelasan mengenai turning gear pada turbin. Semoga bermanfaat bagi semua.

0 Response to "Apa Itu Turning Gear Pada Turbin?"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel