Sharing Pengalaman Dalam Penanganan Batubara Yang Terbakar Sendiri (Self Combustion)

DUNIA PEMBANGKIT LISTRIK - pada kesempatan kali ini duniapembangkitlistrik.com akan membahas mengenai sharing pengalaman dalam penanganan kebakaran pada batu bara. Baiklah, berikut penjelasannya. Selamat membaca.

Batubara Terbakar


Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) yang berbahan bakar batu bara sangatlah sering terjadi kebakaran pada bahan utamanya yaitu batu bara. Tempat penyimpanan batu bara ada yang tertutup dan terbuka. Dua jenis tempat penyimpanan tersebut tidak menutup kemungkinan terjadi kebakaran pada batu bara.

Faktor kebakaran pada batu bara dipengaruhi 3 faktor atau disebut segitiga api diantaranya panas (bisa jadi batu bara keadaan panas karena terpapar sinar matahari ditengah lautan lepas selama perjalanan), udara dan bahan bakar (batu bara itu sendiri).

Seringnya batu bara terbakar bisa menyebabkan kefatalan pada sistem coal handling yaitu terbakarnya belt conveyor. Bukan hanya berbahaya tapi bila keadaan terjadi bisa menimbulkan kerugian besar yaitu bisa menyebabkan shutdown unit dan tentunya produksi listrik terhambat sehingga tidak bisa memasok listrik ke beberapa daerah.

Maka dari itu sekedar sharing pengalaman selama di coal handling system ketika terjadi kebakaran batu bara di area stok pile yang harus dilakukan adalah memadamkan batu bara yang terbakar tersebut dengan cara ditusuk-tusuk batu bara yang terbakar agar terpendam dan tercampur dengan yang basah, diinjak-injak dan ditumpuk dengan batu bara yang tidak terbakar baik kering atau basah yang terakhir apabila kedua cara tersebut tidak berhasil langkah terakhir padamkan batu bara yang terbakar tersebut menggunakan air.

Apabila dari kapal tongkang batu bara sudah terbakar sebaiknya pada pembongkaran batu bara ke conveyor sebaiknya di sepajang conveyor diberikan sprinkler dan diaktifkan selama proses membongkar batu bara dari tongkang agar mencegah terjadinya kebakaran pada belt conveyor.

Sebenarnya batu bara yang terlalu banyak mengandung air akan mempengaruhi kualitasnya daripada batu bara itu sendiri serta hasil pembakaran difurnace.

Tetapi ada cara juga dengan menggunakan cairan kimia. Cairan yang kami maksud adalah produk untuk coal treatment yang memiliki fungsi berbeda – beda :


- Outodust/Vinasol

Produk ini dapat mencegah self combustion selama ± 21 hari

- Focustcoat

Produk ini dapat mencegah self combustion selama ± 60 hari

- Hydrosol

Produk ini dapat mencegah self combustion selama ± 75 hari

Suppressol

Produk ini adalah untuk dust control atau mencegah debu/ash  yang muncul dari batubara

Demikian penjelasan mengenai sharing pengalaman dalam penanganan batu bara yang terbakar di stock pile pada pembangkit listrik tenaga uap. Semoga bermanfaat.

Post a Comment
Click to comment