ADS 11

Pengertian Steam Ejector dan Starting Ejector, Bagian - Bagian Ejector serta Prinsip Kerja Steam Ejector dan Starting Ejector

DUNIA PEMBANGKIT LISTRIK - Pada kesempatan kali ini duniapembangkitlistrik.com akan mengajak Anda untuk membahas mengenai steam ejector dan starting ejector. Baiklah, berikut ini penjelasannya. Selamat membaca.


Steam Ejector dan Starting ejector (Hoging)


Steam ejector
Kondenser berperan untuk menghisap uap buang turbin (steam exhaust turbin) dan mengkondensasikan (proses pengembunan) uap tersebut menjadi air. Namun tidak semua uap bisa terkodensasi dengan cepat. Jika hal itu dibiarkan maka akan terjadi penumpukan uap di dalam kondenser yang akan menurunkan daya vakum kondenser. Untuk menghindari masalah tersebut maka digunakanlah steam ejektor untuk menghisap uap non condensable (yang tidak terkondensasi) didalam kondenser.


Two stage ejector atau sistem injeksi dua tingkatan yang digunakan pada steam turbine type C7


Ada beberapa model steam ejektor yang digunakan di PLTU, single ejektor, two stage ejektor dan multy stage ejektor. yang akan dibahas sekarang ini adalah Two Stage Ejektor. Sesuai dengan namanya, ejektor jenis ini memiliki dua tingkatan injeksi (ejektor) yaitu primer dan sekunder. Bentuk dari kedua ejektor tersebut sama, yang membedakan adalah jumlah nozle yang digunakan. Disini ejektor yang digunakan adalah model ejektor yang memiliki nozzle lebih dari satu, berbeda dengan ejektor nozle tunggal namun prinsip kerjanya sama. Kedua ejektor tersebut dipasangkan pada sebuah shell/tabung (didalamnya terbagi dua, tingkat pertama dan kedua) yang didalamnya terdapat tube/pipa yang dialiri air sebagai pendingin. Tabung/shell yang digunakan adalah jenis surface.



Bagian-bagian Ejektor
                                           Bagian Ejektor
Cara kerja steam ejektor.

Pasokan uap dari pipa main steam dialirkan ke nozle ejektor tingkat pertama (primary). Akibat transformasi energi pada nozle, maka tekanan bagian leher nozle (Throat) akan turun sehingga uap non condensable dari kondensor akan terhisap dan keluar dari ejektor bersama uap dari main steam. uap yang terhisap oleh ejektor pertama akan masuk ke shell tingkat pertama. Uap tersebut akan bergesekan dengan tube (pipa) yang dialiri air condensate dari kondensor sebagai pendingin. (Note: air dari pompa kondensor dialirkan ke shell ejektor sebagai pendingin bukan untuk dipanaskan kembali). Akibat proses pendinginan, fraksi uap dari main steam dalam campuran akan terkondensasi. Sedangkan fraksi uap non condensable akan mengalami pengecilan volume (contracting).

Ejektor Nozzle Ganda


Dari shell tingkat pertama akan dihisap kembali oleh ejektor kedua. Di shell tingkat kedua uap non condensable akan kembali didingainkan, sama hal nya dengan proses di shell pertama yang mengakibatkan uap non condensable volume nya semakin lebih mengecil yang akhirnya akan dibuang keudara melalui venting (cerobong pembuangan). Sedangkan uap yang terkondensasi akan di alirkan ke hotwall kondensor.


Starting ejektor (Hoging)
Selain perangkat ejektor yang saya jelaskan diatas, beberapa PLTU juga dilengkapi dengan ejektor yang lain yang yang disebut starting ejektor atau hoging pada sistem vacum nya. Starting ejektor adalah ejektor tunggal. Fungsi starting ejektor untuk menghisap uap dalam jumlah besar dari kondensor untuk menaikkan atau menjaga vakum kondenser. Starting ejektor biasanya dioperasikan saat awal start turbin running/dioperasikan. Adakalanya juga starting ejektor dioperasikan ketika steam ejektor / two stage ejektor mengalami masalah.
Uap non condensable yang dihisap oleh starting ejektor akan langsung dibuang ke udara. Tidak seperti steam ejektor yang mengecilkan volume nya terlebih dahulu sebelum dilepas ke udara.

Demikian penjelasan mengenai steam ejector dan starting ejector. Semoga bermanfaat bagi kita semua dan menambah wawasan mengenai steam ejector dan starting ejector.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Pengertian Steam Ejector dan Starting Ejector, Bagian - Bagian Ejector serta Prinsip Kerja Steam Ejector dan Starting Ejector"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel