02 August 2018

Mengenal IoT Internet of Things, Manfaat serta Cara Kerja Internet of Things

Sistem Internet of Things

DUNIA PEMBANGKIT LISTRIK - Pada kesempatan kali ini duniapembangkitlistrik.com akan mengajak Anda untuk membahas mengenai IoT (Internet of Things). Baiklah, berikut penjelasannya. Selamat membaca.

Internet of Things biasa disebut atau dikenal dengan singkaan IoT.  IoT merupakan konsep sistem yang menggunakan konektivitas internet yang tersambung terus-menerus dan sensor yang tertanam & selalu aktif. Internet dan sensor tersebut digunakan untuk mendapatkan data dan menggerakkan benda real.  Kemudian data tersebut akan menjadi acuan untuk benda-benda real yang terhubung ke internet untuk melakukan pekerjaan secara otomatis. Hal ini juga hampir sama dengan konsep pembangunan Smart City atau sebagainya.

Sedangkan pada dasarnya, Internet of Thins mengacu pada benda yang dapat diidentifikasikan secara unik sebagai representasi virtual dalam struktur berbasis Internet. Istilah Internet of Things awalnya disarankan oleh Kevin Ashton pada tahun 1999 dan mulai terkenal melalui Auto-ID Center di MIT. Dan kini IoT menjadi salah satu tugas bagi seorang mahasiswa di sebuah perguruan negeri.

Menurut Casagras (Coordination and support action for global RFID-related activities and standardisation), Internet of Things didefinisikan sebagai sebuah infrastruktur jaringan global, yang menghubungkan benda fisik dan virtual melalui exploitasi data dan komunikasi. Semua ini menggunakan identifikasi obyek, sensor, dan konektivitas sebagai dasar pengembanan layanan.

Sedangkan menurut SAP (Systeme, Anwendungen und Produkte), mendefinisikan IoT seperti dunia yang dimana-mana terdapat benda fisik kemudian diintegrasikan (disambungkan) ke dalam jaringan yang berkesinambungan. Layanan tersebut berinteraksi dengan 'obyek pintar' menggunakan internet, mencari dan mengubah status pada setiap informasi yang diperlukan, serta tidak lupa untuk memperhatikan masalah privasi dan keamanan.



Cara Kerja


Pada dasarnya cara kerja Internet of Things yaitu dengan memanfaatkan argumentasi dari pemrograman dimana tiap perangkat terhubung dengan perangkat lainnya dan bekerja secara otomatis tanpa harus ada campur tangan dari manusia. Perangkat-perangkat tersebut dihubungkan melalui media Internet. Sementara manusia hanya bertugas sebagai pengatur dan pengawas perangkat-perangkat tersebut secara langsung.

Tantangan terbesar dalam membangun Internet of Things adalah penyusunan jaringan komunikasi antar perangkat. Jaringan yang digunakan sangat kompleks dan memerlukan tingkat keamanan tinggi guna melindungi data. Oleh sebab itu biaya dalam pembangunan Internet of Things sangatlah mahal, Dan faktor terbesar penyebab kegagalan adalah biaya itu sendiri.




Karakteristik dan Trends


Bagian utama dari Internet of Things ialah kecerdasan intelejensi dan kontrol automatisasi. Namun, perlu dilakukan riset yang lebih mendalam lagi dalam penelitian konsep Internet of Things dan kontrol automatisasi agar pada masa depan  Internet of Things akan menjadi jaringan yang terbuka sehingga semua perintah dilakukan secara auto terorganisir atau cerdas, obyek virtual dapat dioperasikan dengan mudah, dan bertindak secara independen dan kompleks sesuai dengan situasi atau lingkungan yang dihadapi.

Arsitektur dari Internet of Things terdiri atas beberapa jaringan dan sistem yang kompleks serta keamanan yang sangat ketat. Apabila ketiga hal tersebut dapat dicapai, maka kontrol automatisasi di dalam Internet of Things dapat berjalan dengan baik dan dapat digunakan dalam jangka waktu yang lama. Internet of Things dapat memberikan profit yang banyak bagi perusahaan pengembang apabila berhasil, akan tetapi jika kegagalan yang terjadi maka diperlukan waktu dan biaya yang tidak sedikit  karena dalam membangun arsitektur membutuhkan waktu yang lama serta biaya yang mahal.

Dalam pengembangan Internet of Things faktor waktu biasanya menjadi kendala. Biasanya dibutuhkan waktu yang tidak sedikit karena menyusun sebuah jaringan yang kompleks di dalam IoT tidaklah mudah dan tidak bisa dikerjakan oleh sembarang orang.



Berbagai Sektor Internet of Things


Didalam Internet of Things terdapat 9 sektor atau bagian yang dikemukakan oleh Beecham. Hal ini terjadi karena Internet of Things sendiri mencakup semua aspek dalam kehidupan sehingga memiliki cakupan yang sangat luas. 9 sektor tersebut antara lain :
  1. Sektor Pembangunan
  2. Sektor Energi
  3. Sektor Rumah Tangga
  4. Sektor Kesehatan
  5. Sektor Industri
  6. Sektor Transportasi
  7. Sektor Perdagangan
  8. Sektor Keamanan
  9. Sektor Teknologi dan Jaringan
Pada sektor pembangunan, sektor ini meliputi toko-toko, supermarket, gedung perkantoran, departemen pemerintah, dan segmen industri seperti bangunan pabrik dan perumahan. Perangkat dihubungkan guna memberikan pelayanan kepada pengguna termasuk HVAC, kontrol akses, manajemen pencahayaan, sensor kebakaran, sistem keamanan, dan lain sebagainya yang berada di gedung.

Sektor energi dibagi menjadi tiga segmen pasar, yang pertama yaitu pasokan/permintaan yang meliputi pembangkit listrik, transmisi, kualitas sumber daya, dan manajemen energi. Pembangkit listrik yang dimaksud adalah pembangkit listrik dari sumber tradisional bahan bakar, fosil, hidro, hingga nuklir. Kemudian yang kedua yaitu alternatif, sumber daya baru termasuk sumber energi terbaharukan seperti cahaya, angin, elektrokimia, dan lain sebagainya. Sedangkan yang terakhir yaitu minyak/gas, meliputi aplikasi dan perangkat yang digunakan untuk mengekstrak dan mengangkut komoditas ini. Seperti rig, derek, kepala sumur, pompa, dan pipa.

Pada sektor rumah tangga terdapat infrastruktur, meliputi kabel atau akses jaringan dan menejemen energi rumah. Kemudian ada kesadaran/keamana, meliputi keamanan seperti kebakaran rumah, pemantauan lansia dan anak-anak. Yang terakhir kenyamanan/hiburan, meliputi pengendalian iklim, pencahayaan, peralatan, dan hiburan.

Sektor kesehatan meliputi telemedicine, rumah jompo, dan perawatan di rumah termasuk pemantauan jarak jauh. Misalnya alat pacu jantung yang ditananmkan untuk lansia. Aplikasi ini memberdayakan pasien dan dokter untuk melakukan penelitian dan pilihan pengobatan yang lebih baik. 

Sektor industri mencakup pemantauan dan pelacakan aset yang melibatkan pemantauan diskrit aset atau perangkat, kontrol versi, dan analisis lokasi untuk beragai kepentingan industri pabrik. Sedangkan pada sektor perdagangan, sektor ini meliputi sistem jaringan dan perangkat yang memungkinkan pengecer untuk memiliki visibilitas rantai pasokan, konsumen, dan penelusuran aset, serta keamanan.

Sedangkan pada sektor keamanan, sektor ini memiliki 5 segmen/bagian. Yang pertama adalah layanan darurat, melipputi polisi, pemadam kebakaran, jasa ambulans, dan lain sebagainya. Selanjutnya infrastuktur publik, meliputi pemantauan lingkungan termasuk dataran banjir, instalasi pengolam air, atau pun yang berkaitan dengan iklim dan meteorologi. Lalu terdapat pelacakan meliputi manusia. Setelah itu yang keempat ada peralatan, meliputi senjata militer, kendaraan militer, kapal, pesawat, dan lain sebagainya. Dan yang terakhir adalah pengawasan, meliputi pengawasan tetap (CCTV, kamera kecepatan), keamanan militer, dan radar atau satelit.

Dan sektor terakhir adalah sektor teknologi dan jaringan. Pada sektor ini terdapat 2 segmen, yang pertama ialah jaringan perusahaan, meliputi peralatan kantor seperti mesin fotokopi, printer, mesin cap, pemantauan jarak jauh, dan IT/komponen pusat data dan data pribadi. Yang kedua yaitu jaringan publik termasuk infrastuktur pembawa seperti menara seluler, pusat data publik,seistem pasokan listrik, dan penyejuk ruangan. Katetgori ini berbeda dari managemen fasilitas di sektor pembangunan.




Teknologi Pengimplementasian Internet of Things

Internet of Things mengacu pada pengidentifikasian suatu objek yang direpresentasikan csecara virtual di dunia maya atau internet. Mari kita bayangkan ketika semua benda, bahkan manusia, hewan, dan tumbuhan dilengkapi dengan alat pengidentifikasian, maka mereka bisa dikelola secara efisien dengan bantuan komputer. Dan pengidentifikasian tersebut dapat dilakukan dengan beberapa teknologi seperti kode batang (barcode), kode QR (QR code), dan identifikasi frekuensi radio (RFID).


Manfaat Internet of Things 

Banyak sekali manfaat yang didapatkan apabila telah menerapkan Internet of Things. Pekerjaan yang kita lakukan akan lebih cepat, sehingga memerlukan biaya dan waktu yang sedikit. Mengetahui posisi diri kita maupun teman dimanapun mereka berada. Contoh saja seperti penerapan barcode untuk mengetahui harga barang di supermarket. Hanya dengan barcode kita dapat menghitung total harga tanpa harus memasukkan data harga per-barang secara manual satu persatu, tetapi hanya dengan sekali scan harga sudah dimasukkan kedalam komputer. Contoh lainnya yaitu dari Cisco yang menerapkan IoT pada periklanan dan pemasaran. Cisco percaya bahwa kategori tersebut akan menjadi tiga terbesar kategori IoT, bersama dengan smart factories dan sistem pendukung telecommuting. Ada juga contoh sistem pengelolaan sampah, di Cincinnati volume sampah masyarakat turun 17% dan  volume daur ulang meningkat pada 49% melaluo pemanfaatan program "pay as you throw" berbasis teknologi IoT untuk memonitoring siapa saja yang membuang sampah melebihi batas. Dan masih banyak lagi contoh dari pemanfaatan atau manfaat Internet of Things dalam kehidupan sehari-hari atau bermasyarakat.

Demikian pembahasan mengenai IoT (Internet of Things). Semoga bisa bermanfaat bagi kita semua.

Artikel Terkait