25 July 2018

Simulator Pengoperasian Boiler Part 2


Boiler
DUNIA PEMBANGKIT LISTRIK - Ya, diulasan kemarin kita sudah membahas mengenai simulator pengoperasian part 1. Pada kesempatan ini duniapembangkitlistrik.com akan mengajak Anda semua untuk mengetahui informasi lebih lanjut mengenai simulator pengoperasian boiler part 2. Baiklah, berikut ini detail informasinya. Selamat membaca.

Sebelum melakukan pengoperasian suatu peralatan atau sistem, maka harus dilakukan persiapan atau pemeriksaan sebelum start (pre start check). Apabila kondisi unit usai pekerjaan overhaul atau pekerjaan pemeliharaan, maka persiapan dan pemeriksaan mencakup semua bagian alat dan harus dilakukan secara teliti dan bertahap. Tetapi apabila kondisi unit hangat atau stand by, maka persiapan dan pemeriksaan  relatif lebih sederhana dan singkat, hanya untuk memastikan (konfirmasi) posisi bagian alat.

Persiapan ini meliputi persiapan terhadap semua peralatan atau sistem yang merupakan bagian dari ketel atau bagian dari turbin. Sesuai dengan prosedur yang berlaku pekerjaan persiapan ataupun pengoperasian alat atau sistem ada yang dapat dilakukan secara paralel tetapi ada pula yang harus dikerjakan secara berurutan.


Sistem bahan bakar

Bahan bakar yang digunakan di PLTU terdiri dari :
1. Bahan bakar minyak solar (HSD)
2. Bahan bakar minyak residu (MFO)
3. Bahan bakar batubara

Bahan bakar  minyak solar digunakan sebagai penyala (igniter) dan untuk pembakaran awal pada saat start dingin. Sistem bahan bakar solar yang dipersiapkan mulai dari tangki hingga penyala. 

Pemeriksaan pada sistem ini meliputi :
1. Level tangki solar (HSD) cukup
2. Katup masuk dan keluar tangki dalam posisi yang benar
3. Saringan (strainer) sisi masuk pompa dalam keadaan bersih dan terpasang benar
4. Pompa solar dalam keadaa siap
5. Katup masuk dan keluar pompa dalam posisi benar
6. Katup pengatur (control valve) tekanan dalam posisi benar
7. Flow meter, angkanya dicatat
8. Trip valve (katup penutup cepat) tertutup
9. Igniter  siap meliputi pasok listrik dan busi
10. Sistem atomisasi uap atau udara siap

Sistem bahan bakar residu (MFO)

Bahan bakar  minyak residu digunakan sebagai bahan bakar utama pada PLTU minyak dan sebagai bahan bakar cadangan pada PLTU batubara atau PLTU gas. Pemeriksaan bahan bakar minyak residu meliputi seluruh komponen mulai dari tangki persediaan, tangki harian hingga burner residu :
1. Level minyak di tangki persediaan (storage tank) cukup
2. Saringan (strainer) sudah bersih dan terpasang dengan benar
3. Katup masuk dan keluar pompa transfer dalam posisi benar
4. Katup masuk dan keluar pompa dalam posisi benar
5. Katup pengatur (control valve) tekanan dalam posisi benar
6. Flow meter, angkanya dicatat
7. Trip valve (katup penutup cepat) tertutup
8. Igniter  siap meliputi pasok listrik dan busi
9. Sistem atomisasi uap atau udara siap

Baca juga : Simulator Pengoperasian Boiler  Part. 1

Sistem bahan bakar residu (MFO)

Bahan bakar  minyak residu digunakan sebagai bahan bakar utama pada PLTUminyak dan sebagai bahan bakar cadangan pada PLTU batubara atau PLTU gas. Pemeriksaan bahan bakar minyak residu meliputi seluruh komponen mulai dari tangki persediaan, tangki harian hingga burner residu :
1. Level minyak di tangki persediaan (storage tank) cukup
2. Saringan (strainer) sudah bersih dan terpasang dengan benar
3. Katup masuk dan keluar pompa transfer dalam posisi benar
4. Pompa transfer siap
5. Level tangki harian cukup, bila kurang tambar hingga level cukup
6. Katup masuk dan keluar tangki harian dalam posisi benar
7. Saringan masuk pompa residu bersih dan terpasang
8. Pompa residu siap
9. Katup resirkulasi dalam  posisi benar
10. Pemanas residu (oil heater) siap termasuk katup masuk dan keluarnya
11. Trip valve tertutup
12. Flow meter dicatat angkanya
13. Katup masuk burner dalam posisi benar
14. Burner gun terpasang ditempatnya.


Sistem Minyak Pelumas

Didalam unit pembangkit minyak pelumas selain digunakan untuk pelumas bantalan turbin generator juga digunakan sebagai minyak hidrolik dan kontrol turbin serta untuk perapat poros (seal) generator.  Pompa pelumas terdiri lebih dari satu, tetapi dalam kondisi normal yang beroperasi hanya satu, sedang yang lain sebagai back up.

Pemeriksaan sistem pelumas meliputi :
1. Level minyak pada tangki pelumas utama cukup (normal)
2. Saringan sisi masuk pompa sudah bersih dan terpasang
3. Katup masuk dan keluar pompa dalam posisi yang benar
4. Pompa pelumas bantalan (turning oil pump/TOP) dalam keadaan siap
5. Pompa pelumas bantu (AOP) dan pompa pelumas darurat (EOP) dalam keadaan siap
6. Pendingin pelumas (oil cooler) dalam keadaan siap termasuk posisi katup-katupnya
7. Oil conditioner atau oil purifier dalam keadaan siap termasuk pompa dan katup- katupnya
8. Vapour extractor dalam keadaan siap
9. Katup pengatur tekanan dalam posisi yang benar.

Sistem minyak perapat poros hanya digunakan dalam generator yang didinginkan dengan hidrogen. Pompa minyak terdiri dari dua, yaitu pompa perapat untuk sisi udara dan pompa perapat untuk sisi hidrogen. Dalam kodisi normal kedua pompa yang digerakkan dengan arus AC ini beroperasi semua.  Untuk mencegah keluarnya hidrogen pada saat aliran listrik AC hilang, maka sistem ini dilengkapi dengan pompa perapat yang digerakkan dengan arus DC.

Pemeriksaan sistem minyak perapat poros meliputi :
1. Pompa perapat sisi hidrogen dan sisi udara telah siap
2. Katup masuk dan keluar pompa dalam posisi yang benar
3. Pendingin pelumas dalam kondisi siap, termasuk posisi katup-katupnya
4. Katup pengatur tekanan dalam posisi benar
5. Level tangki penampung minyak pada sisi hidrogen dan sisi udara, normal
6. Fan pembuang gas minyak dalam keadaan siap


Sistem udara instrumen dan udara service

Sistem ini dioperasikan apabila sistem air pendingin umum telah beroperasi. Hal ini karena kompressor udara instrumen maupun kompresor udara service didinginkan dengan air pendingin umum. Produk udara instrumen ini digunakan untuk menggerakkan peralatan instrumen-kontrol termasuk katup dan damper. Persiapan sebelum mengoperasikan sistem udara instrumen dan service pada dasarnya sama. Perbedaannya adalah dalam sistem udara instrumen terdapat sistem pengering udara (air dryer).

Prosedur persiapan dan pemeriksaannya adalah sebagai berikut :
1. Level minyak pelumas dalam kompresor cukup
2. Tegangan V belt cukup
3. Katup air pendingin masuk dan keluar kompresor dalam posisi benar
4. Katup udara keluar kompresor terbuka
5. Saringan udara masuk kompresor bersih dan terpasang
6. Tangki penampung (receiver) dalam keadaan siap termasuk katup dan drainnya
7. Kompresor dalam keadaan siap termasuk pasok listriknya
8. Sistem pengering udara dalam kondisi siap


Sistem udara pembakaran dan gas buang

Udara pembakaran dipasok oleh FD fan dan gas buang dikeluarkan ke atosfir dengan ID fan. Udara pembakaran (udara sekunder) diambil dari atmosfir dan jumlahnya diatur dengan vane yang dipasang pada sisi masuk FD fan.

Persiapan dan pemeriksaan sistem ini meliputi sebagai berikut :
1. Inlet vane dari FD fan dalam posisi benar dan dapat dioperasikan dari remote
2. FD fan meliputi pasok listrik, pelumas dan pendingin dalam keadaan siap
3. Air heater meliputi pasok listrik dan pelumas sudah siap
4. Steam air heater meliputi posisi katup dan drain dalam posisi benar
5. Wind box dan air registered dalam posisi benar
6. Damper gas masuk dan keluar air heater dalam posisi benar
7. Electrostatic precipitator dalam posisi siap
8. Damper gas masuk dan keluar ID fan dalam posisi benar
9. ID fan meliputi pasok listrik, pelumas, dan pendingin dalam keadaan siap
10. Semua manhole dan inspection door dalam posisi tertutup.

Pada beberapa ketel tertentu dilengkapi dengan sistem resirkulasi gas yang berfungsi untuk mengontrol temperatur uap. Caranya adalah dengan mensirkulasikan sebagian gas keluar ekonomiser dikembalikan ke ruang bakardengan menggunakan gas recirculation fan (GR fan). Pemeriksaan dan persiapan sistem ini meliputi :
1. Dust collector dalam keadaan bersih dan siap
2. Damper gas masuk dan keluar GR fan dalam posisi benar
3. GR fan meliputi pasok listrik, pelumas, pendingin dan pengontrol putaran dalam keadaan siap
4. Semua manhole dalam keadaan tertutup


Demikian pembahasan mengenai simulator pengoperasian part 2. Semoga bermanfaat.

Artikel Terkait