Pengertian Dan Rumus Gaya Gerak Listrik Beserta Contoh Soalnya Secara Lengkap | DUNIA PEMBANGKIT LISTRIK


DUNIA PEMBANGKIT LISTRIK - Gaya gerak listrik merupakan beda potensial antara ujung-ujung penghantar sebelum dialiri arus listrik. Gaya gerak listrik disingkat dengan GGL, dengan satuan volt.
Gaya gerak listrik adalah suatu energy yang diberikan pada setiap muatan listrik untuk bergerak antara dua kutub baterai atau generator. Sebuah electron-elektron bermuatan e yang bergerak dari kutub negative ke kutub positif melalui konduktor di luar baterai dengan gaya gerak listrik sebesar V, akan mendapat energy sebesar e x V joule.

Pada dasarnya sumber GGL itu segala jenis alat yang muatan positif sama negatifnya terpisah. Kedua ujung dari alat tersebut di sebut dengan terminal. Muatan positif numpuknya di terminal positif, sementara pada muatan negatif, pastinya di terminal negatif.
Terminal positif namanya anoda. Terminal negatif namanya katoda. Dalam mengingat nya simpel saja yaitu. Kalau positif itu ga ada noda. Ga ada noda kan anoda, seperti gak ada tuhan, kan disebut dengan ateis. Huruf a didepannya itu. Positif gak ada noda, negatif katoda. Simpel kan dalam menghapalnya.
Nilai 1,5 volt pada sebuah baterai menunjukkan bahwa baterai tersebut membutuhkan energi sebesar 1,5 J untuk memindahkan 1 C muatan dari ujung baterai yang satu ke ujung baterai lainnya.
Bagaimana pula dengan sebuah baterai yang dikulitnya tertera 9 V? Sama seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, baterai tersebut membutuhkan energi sebesar 9 J untuk memindahkan 1 C muatan listrik ke ujung lain baterai tersebut.
Apakah penjelasan diatas sudah dapat membantu anda dalam memahami konsep dan defenisi Gaya Gerak Listrik? Jika belum, berikut penjelasan tambahan yang mungkin anda butuhkan.
Gaya Gerak Listrik merupakan nilai beda potensial yang terukur ketika sumber belum mengalirkan listrik atau saklar belum dihubungkan. Beda potensial yang terukur ketika sumber sudah mengalirkan arus listrik (saklar sudah terhubung) disebut tegangan jepit.
Tegangan jepit yang terukur memiliki nilai yang berubah-ubah tergantung dari nilai hambatan bebannya (nilai resistornya). Makin besar nilai hambatannya, makin kecil pula nilai tegangan jepitnya.
Secara singkat, gaya gerak listrik adalah energi persatuan muatan. Gaya gerak listrik sebuah sumber ditulis dengan simbol. Jika muatan yang digerakkan itu adalah dQ dan usaha yang dibutuhkan dW, maka diperoleh hubungan :

Satuan GGL (ε) dapat diperoleh dari hubungan persamaan diatas. Jika anda coba turunkan untuk mencarinya, anda akan peroleh bahwa satuan GGL adalah J/C atau Volt. Pada saat penghantar dihubungkan dengan GGL, maka GGL ini ikut dialiri arus listrik (i) sehingga dalam sumber ini timbul tegangan ini disebut tegangan dalam sumber diberi simbol Vs, menurut hukum Ohm dapat dinyatakan bahwa :


Sumber GGL ini mengubah energi kimia, mekanik dan bentuk energi lainnya menjadi energi listrik. Contohnya baterai dan generator.

Pada dasarnya sumber GGL itu segala jenis alat yang muatan positif ama negatifnya terpisah. Kedua ujung dari alat tersebut di sebut terminal. Muatan positif ya numpuknya di terminal positif, sementara muatan negatif, tentunya di terminal negatif. Terminal positif namanya anoda. Terminal negatif namanya katoda 

Gaya gerak listrik ini mendorong elektron dari potensial rendah kepotensial tinggi. Didalam sumber GGL aliran muatan mengalir dari daerah berpotensial rendah kedaerah potensial tinggi.


Rumus Gaya Gerak Listrik
Besarnya pada gaya gerak listrik atau tegangan yang menimbulkan arus listrik pada percobaan Faraday sebanding dengan laju suatu perubahan fluks magnetik yang melalui kumparan. Jadi Kesimpulan tersebut bila dituliskan secara matematis yaitu sebagai berikut.

Keterangan:
N = jumlah lilitan
DF = fluks magnetik (Weber atau Wb)
Dt = perubahan waktu/selang waktu (sekon)
Ei = ggl induksi (volt)

Contoh Soal GGL Induksi

Suatu kumparan dengan 3.000 lilitan, terjadi terjadi suatu perubahan fluks magnetik 1.500 Wb selama selang waktu 2 sekon. Hitunglah besar ggl induksinya!
Penyelesaian
Diketahui
N = 3.000
ΔΦ = 1.500 Wb
Δt = 2 sekon
Ditanya  : Ei = …. ?
Jawab :
Ei=-3.000(1.500:2)
= 2,25 x 106
Jadi di dalam suatu kumparan tersebut timbul ggl induksi sebesar 2,25 × 106 volt (tanda – menunjukkan arah ggl).
Tanda negatif menunjukkan suatu arah gaya gerak listrik (ggl) Nah, apa yang terjadi ketika jumlah lilitan dalam kumparan ditambah?
Bila jumlah lilitan dalam kumparan diperbanyak, jarum galvanometer akan menyimpang lebih jauh. Hal ini menunjukkan bahwa arus listrik induksi yang mengalir melalui kumparan meningkat dan ggl induksi bertambah besar.
Selain dengan memperbanyak jumlah lilitan, ggl induksi bisa bertambah lebih besar bila kecepatan magnet yang memasuki kumparan dipercepat.
Demikianlah, ulasan tentang Pengertian Dan Rumus Gaya Gerak Listrik Beserta Contoh Soalnya Secara Lengkap. Semoga apa yang diulas diatas bermanfaat bagi pembaca. Sekian dan terima kasih.

No comments:

Powered by Blogger.