27 May 2018

Prosedur Rutin Pengecekan Pada System Belt Conveyor - Dunia Pembangkit Listrik

DUNIA PEMBANGKIT LISTRIK - Sistem belt conveyor terdiri atas beberapa conveyor diantaranya mempunyai panjang dan ketinggian yang berbeda. Bila system distart, maka conveyor harus jalan secara berurutan dengan delay untuk memberikan kesempatan conveyor mencapai putaran normalnya sebelum conveyor berikutnya start. Ini dimaksudkan untuk mencegah kelalaian akibat start sembarang yang mengakibatkan tertimbunnya batu bara.




Persyaratan yang penting pada system conveyor diantaranya :

1. Mempunyai system interlock sequential. Biasanya dengan peralatan sensor putaran untuk mendeteksi bila conveyor telah mencapai putaran nominal. Speed sensor juga mendeteksi putaran yang lambat akibat batu bara yang terlalu banyak, atau penumpukan batu bara pada conveyor dan akan menghentikan pengisian, juga akan mendeteksi gangguan dari system penggerak, misalnya karena bocornya kopling fluida.

2. Dilengkapi dengan peralatan blocked chute trip atau sejenisnya untuk menjaga belt pengisi tetap berjalan secara kontinyu pada saat chute buntu akibat batu bara menumpuk atau kotoran - kotoran.

3. Dilengkapi dengan TV monitor close circuit pada setiap sistem perpindahan sehingga operator control room dapat mengawasi dengan baik.

4. Panel kontrol room harus mempunyai iduksi alarm seperti :
    - Motor over load
    - Chute tersumbat
    - Indikasi trip wire kerja pada setiap conveyor
    - Penyebab overload misalnya pengisian yang terlalu banyak
    - Indikasi tombol darurat stop kerja
    - Indikasi dari urutan - urutan start conveyor yang terganggu
    - Indikasi jumlah pembongkaran atau  pemakaian dan aliran perjamnya


Baca juga : Kerusakan atau abnormal pada system coal handling

Prosedur rutin

Pembersihan tumpahan dan tumpukan

Tumpahan dan tumpukan batu bara serta debu atau abu pada lantai conveyor dan tempat jalan orang atau yang terjebak dibelakang pelindung conveyor harus dibersihkan secara rutin. ystem conveyor harus dirancang sedemikian rupa agar tumpahan sesedikit mungkin tumpahan ini tidak dapat dihindarkan, sehingga harus dapat dibersihkan tanpa memberhentikan unit ataupun membuka pengaman.

Jarak aman antara idler dan lantai conveyor kepengaman harus sekurang - kurangnya 75 mm. Untuk memudahkan pembersihan tumpahan dan tumpukan. Begitu tumpuhan dikeluarkan dari lantai conveyor atau lantai bawah, selanjutnya bisa dibuang ke conveyor yang lebih rendah atau melalui lubang pembersih chute.

Conveyor dan kelengkapannya harus dijaga tetap bersih termasuk lantai conveyor, lantai dibawah ruangan sekitar conveyor dan tempat jalan orang. Untuk pembersihan ini diperlukan alat pembersih seperti sapu atau sekop.

Pelumas

Lokasi pelumasan dan grease harus mudah dijangkau dan tak tertutup pengaman. Harus dibuat prosedur rutin yang mencakup pemeriksaan awal start conveyor dan juga pemberian pelumasan grease mingguan dan mencakup semua sistem.

Pemeliharaan kebersihan yang baik

Kebersihan dan kerapihan yang kurang baik bisa menyebabkan kebakaran seperti misalnya :

- Tumpahan batu bara dapat terbakar sendiri dan bila dibiarkan menumpuk.

- Tumpukan batu bara yang mengenai peralatan yang jalan menimbulkan risiko kebakaran.

- Kebocoran pelumas dari gear box dapat pada kayu atau sejenisnya yang dipakai untuk landasan harus dihindari.

- Jangan membuang barang - barang yang sudah tidak terpakai secara teledor sperti kain - kain  majun, jerigen atau drum minyak pelumas yang dapat menimbulkan kebakaran

- Bekas puntung rokok atau korek api harus dimatikan lebih dahulu sebelum dibuang karena dapat menimbulkan kebakaran.

Demikian penjelasan mengenai Prosedur Rutin Pengecekan Pada System Belt Conveyor, semoga bisa bermanfaat.

Artikel Terkait