Pengertian Kecelakaan Kerja, Faktor Penyebabnya Serta Klasifikasi Kecelakaan Kerja | DUNIA PEMBANGKIT LISTRIK


DUNIAPEMBANGKITLISTRIK.COM - Menurut peraturan Menteri Tenaga Kerja RI Nomor : 03/MEN/1998 tentang cara pelaporan dan pemeriksaan kecelakaan bahwa yang dimaksud dengan kecelakaan adalah suatu kejadian yang tidak dikehendaki dan tidak diduga semula yang dapat menimbulkan korban manusia dan atau harta benda.

Penyebab Kecelakaan Kerja
 

Secara umum, ada 2 sebab terjadinya kecelakaan kerja, yaitu penyebab dasar (basic causes) dan penyebab langsung (immediate causes).
 

a. Penyebab dasar (basic causes)
 

- Faktor manusia/pribadi, antara lain karena kurangnya kemampuan fisik, mental dan psikologi; kurangnya atau lemahnya pengetahuan dan ketrampilan atau keahlian; stress motivasi yang tidak cukup atau salah
 

- Faktor kerja atau lingkungan, antara lain karena tidak cukup kepemimpinan dan atau pengawasan tidak cukup; rekayasa (engineering) tidak cukup; pembelian atau pengadaan barang tidak cukup perawatan (maintenance); tidak cukup alat - alat, perlengkapan dan barang - barang atau bahan - bahan; tidak cukup standard - standard kerja penyalahgunaan.
 

b. Penyebab langsung (immediate causes) 
- Kondisi berbahaya (unsafe conditions atau kondisi - kondisi yang tidak standard) yaitu tindakan yang akan menyebabkan kecelakaan, misalnya peralatan pengaman atau perlidung atau rintangan yang tidak memadai atau tidak memenuhi syarat. Bahan, alat - alat atau peralatan rusak. Terlalu sempit atau sesak. Sistem - sistem tanda peringatan yang kurang memadai. Bahaya - bahaya kebakaran dan ledakan. Kerapihan atau tata letak (housekeeping) yang buruk. Lingkungan berbahaya atau beracun : gas, debu, asap, uap, dll. Bising dan paparan radiasi, Ventilasi dan penerangan yang kurang.
 

- Tindakan bahaya (unsafe act atau tindakan - tindakan yang tidak standard) adalah tingkah laku, tindak - tanduk atau perbuatan yang menyebabkan kecelakaan, misalnya mengoperasikan peralatan tanpa wewenang. Gagal untuk memberi peringatan. Gagal untuk mengamankan. Menyebabkan peralatan keselamatan tidak berfungsi. Memindahkan peralatan keselamatan. Menggunakan alat yang rusak. Menggunakan alat dengan cara yang salah. Kegagalan memakai alat pelindung atau keselamatan diri secara benar.

Istilah hazard atau potensi bahaya menunjukan adanya sesuatu yang potensial untuk mengakibatkan cedera atau penyakit, kerusakan atau kerugian yang dapat dialami oleh tenaga kerja atau instansi. Sedang kemungkinan potensi bahaya menjadi manifest, sering disebut resiko. Baik hazard atau resiko tidak selamanya menjadi bahaya, asalkan upaya pengendaliannya dilaksanakan dengan baik.


Klasifikasi Kecelakaan Kerja
 

1. Menurut jenis kecelakaan
- Jatuh                                    - Gerakan berlebihan
- Tertimpa benda jatuh           - Kontak suhu tinggi
- Menginjak, terantuk             - Kontak aliran listrik
- Kontak dengan bahan berbahaya atau radiasi
 

2. Menurut media penyebab
- Mesin                                          - Bahan, substansi dan radiasi
- Alat angkut dan alat angkat        - Lingkungan kerja
- Peralatan lain                              - Penyebab lainnya
 

3. Menurut sifat cedera
- Patah tulang         - Amputasi
- Keseleo                - Luka bakar
- Memar                 - Keracunan akut

- Kematian 
4. Menurut bagian tubuh yang cedera
- Kepala                - Anggota gerak atas
- Leher                  - Anggota gerak bawah
- Badan
 

Dalam UU Nomor 23 tahun 1992 tentang kesehatan, pasal 23 mengenai kesehatan kerja disebutkan bahwa upaya kesehatan kerja wajib diselenggarakan pada setiap tempat kerja, khususnya tempat kerja yang mempunyai resiko bahaya kesehatan yang besar bagi pekerja agar dapat bekerja secara sehat tanpa membahayakan diri sendiri dan masyarakat sekelilingnya, untuk memperoleh produktivitas kerja yang optimal, sejalan dengan program perlindungan tenaga kerja.

2 comments:

Anonymous said...

mantap

Tim Redaksi DUNIAPEMBANGKITLISTRIK.COM said...

terima kasih saudara, semoga bisa bermanfaat artikelnya

Powered by Blogger.