Skip to main content

Hal Yang Harus Diperhatikan Pada Pengambilan dan Bentuk Timbunan Batu Bara

DUNIA PEMBANGKIT LISTRIK - Hal yang perlu diperhatikan ketika akan mengeruk batu bara dan memasukkannya ke boiler adalah kondisi batu bara yang jelek dapat mengakibatkan fluktuasi beban dan efisiensi.

Stock Pile Pada PLTU

Batu bara yang basah, lengket akan menyumbat chute, bunker dan belt feeder atau bahkan akan menurunkan beban akibat gangguan mill. Kandungan air dapat pengaruh besar pada unjuk kerja mill serta efisiensi pembakaran yang disebabkan oleh penguapan sejumlah besar air pada ruang bakar dan keluar ke cerobong atau stack.

Cara pengerukan bertahap sepanjang lintasan penimbunan pada umumnya lebih disukai karena akan menjamin bentuk dari timbunan tetap terjaga. Hal yang perlu diperhatikan adalah tetap menjaga pinggiran timbunan batu bara agar selalu dalam keadaan baik. Bila terjadi kerusakan atau kelongsoran harus segera diperbaiki agar selalu permukaan timbunan batu bara yang bergelombang akibat pergerakan harus segera diratakan kembali. Ini bisa dilakukan dengan mobil scarper dengan cara menurunkan penyendok untuk meratakan permukaan timbunan batu bara.

Permukaan yang bergelombang atau berombak akan terpotong pada bagian yang tinggi oleh penyendok dan kemudian dicurahkan pada daerah yang rendah. Dalam pengerukan timbunan dapat digunakan teknik yang sama dengan teknik penimbunan dengan cara memilih jalur - jalur pergerakan sehingga dalam langkah pengerukan sekaligus juga akan diperoleh langkah pemadatan. Selama melakukan pengerukan, kendaraan hendaknya dijalankan dengan kecepatan lambat. Permukaan yang bergelombang akan menyebabkan erosi akibat angin dan menimbulkan alur - alur bila turun hujan yang lebat.

Bentuk timbunan batu bara

Untuk keperluan pemeliharaan, penyimpanan dan operasi dari mesin - mesin, maka kemiringan sisi timbunan dibuat 1 banding 3. Kemiringan yang tajam banyak dipakai seperti pada tower station atau transfer station di negara - negara barat misalnya 1 banding 1 atau 45 derajat.

Bila tingkat ini yang dipakai, sisi timbunan akan menjadi terlalu curam untuk mesin dengan beban penuh agar dapat melewati lereng dengan aman. Sebuah rute yang diagonal akan mampu untuk dilalui mobil tapi tidak aman karena :

- stabilitas mesin akan mendekati limitnya

- kondisi dari permukaan penimbunan harus selalu diperiksa dari kemungkinan yang mengakibatkan mobil selip, kehilangan kekuatan tarikan dan tidak stabil

Bila ada lereng yang menjadi curam, jalan masuk melalui jalur yang lebih panjang harus dibuat untuk mendapatkan rute yang aman. Selain itu harus juga diperhatikan bahwa pemadatan bagian tepi jalur rute kendaraan harus benar - benar baik.

Untuk membuat timbunan dengan lereng yang curam, perlu diperhatikan beberapa faktor seperti :

- Kunci keberhasilan pemeliharaan penimbunan yang baik adalah mengetahui dengan baik adalah mengetahui dengan baik cara pemadatan sehingga memperkecil timbulnya panas dan menjaga longsor lereng - lerengan timbunan

- Setiap penimbunan terutama pada timbunan yang tinggi dengan lereng yang terjal, bila ada hujan besar akan terbentuk alur aliran air yang dapat menimbulkan keruntuhan timbunan

- Air yang masuk ketimbunan batu bara akan menambah gangguan timbunan

Agar dapat menggerakkan mobil secara bebas disekitar pinggiran timbunan, yakinkan bahwa pemadatan bagian tepi sudah baik. Pada kecuraman lereng 1 banding 3 buldozerlah yang harus digunakan untuk memperbaiki permukaan akibat erosi air hujan. Jalan juga harus dibuat sepanjang pinggiran timbunan batu bara untuk memudahkan pengontrolan sekeliling area penimbunan.

Demikian hal yang harus diperhatikan pada pengambilan dan bentuk penimbunan batu bara, semoga bisa bermanfaat bagi semua pembaca. Jangan lupa subcribe www.duniapembangkitlistrik.com agar selalu mendapatkan update informasi terbaru setiap harinya. Salam Kelistrikan.

Comments

Popular posts from this blog

Apa itu Coal Handling System Pada PLTU ?

Apa itu AMR ?

Jaringan Distribusi Listrik

Proses Konversi Energi Pada PLTU

Potensi Bahaya Pada Boiler