Skip to main content

Klasifikasi Sistem Belt Conveyor Berdasarkan Unit Penggerak Serta Pulley Penggeraknya | DUNIA PEMBANGKIT LISTRIK

SYSTEM BELT CONVEYOR
DUNIAPEMBANGKITLISTRIK.COM - Suatu pembangkit listrik tenaga uap khususnya yang menggunakan bahan bakar batu bara peranan sistem belt conveyor sangat penting sebagai sarana untuk penyaluran batu bara dan sarana pembuangan limbah sisa pembakaran.

Pada coal handling system, sistem conveyor berfungsi untuk mengangkut batu bara dari pembongkaran ke penimbunan atau stock area dan pengisian bunker. Sedangkan pada ash handling system, sistem conveyor digunakan untuk mengangkut abu dan mill reject (limbah penggilingan batu bara) ketempat penimbunan abu.

Sistem conveyor biasanya menggunakan belt atau ban, tetapi ada juga yang menggunakan apron, scraper chain, bucket, dsb.

Pada umumnya rangkaian belt conveyor yang sederhana terdiri dari head pulley, belt, carrying idler, impact idler, tail pulley, return idler.

Ditinjau dari unit penggeraknya dan pulley penggeraknya, sistem belt conveyor diklasifikasikan :

1. SINGLE DRIVE

 Rangkaian terdiri dari satu unit penggerak dan satu pulley penggerak atau drive pulley

2. SNUBBED SINGLE DRIVE

Rangkaian ini terdiri dari satu unit penggerak, satu pulley penggerak yang diperlengkapi satu snub pulley yang berfungsi menambah perluasan bidang kontak antara belt dengan puli penggerak/belitan belt pada puli penggerak.

3. TANDEM SINGLE DRIVE

Rangkaian dua puli berurutan seakan - akan dua pulley penggerak, tetapi pulley penggeraknya hanya satu.

4. TANDEM TYPE DRIVE

Rangkaian dua pulley penggerak yang berurutan, hanya digerakkan oleh satu unit penggerak. Satu pulley digerakkan langsung oleh satu unit penggerak dan dengan perantara rantai atau gear poros pulley tersebut menggerakkan pulley satunya.

5. DUAL DRIVE

Rangkaian dua pulley bpenggerak yang masing - masing digerakkan oleh satu unit penggerak (dua pulley penggerak dengan dua unit penggerak).

6. MULTI DRIVE


Rangkaian terdiri dari lebih dari dua pulley penggerak yang masing - masing digerakkan oleh satu unit penggerak tersendiri dan terpisah.

7. TAKE UP SYSTEM


Semua sistem conveyor dilengkapi dengan take up sistem, ialah suatu bagian dari sistem conveyor yang berfungsi untuk mengatur, menyetel ketegangan atau kekencangan belt. Ada beberapa sistem pengencangan dalam sistem conveyor :

- Screw type atau type drat atau type ulir. Dimana type ini untuk mengencangkan belt dipergunakan batang ulir atau drat.

- Grafity type atau type gaya berat. Pada type ini ketegangan atau kekencangan belt dikarenakan oleh gaya berat dari pemberat (counter weight).

Demikian klasifikasi sistem belt conveyor dari sisi unit penggeraknya dan pulley penggeraknya. Semoga bisa bermanfaat dan menambah wawasan ilmu tentang pembangkit listrik.

Comments

Popular posts from this blog

Apa itu Coal Handling System Pada PLTU ?

DUNIA PEMBANGKIT LISTRIK- Pada PLTU berbahan bakar batu bara memerlukan devisi atau bagian unit kerja yang menangani hal tersebut yang disebut Coal Handling System.



Coal handling system adalah sistem yang menangani batu bara dalam suatu PLTU berbahan bakar batu bara. Didalam coal handling system diperlukan dengan berbagai macam peralatan utama maupun pendukung serta proteksi untuk menunjang aktivitas kerjanya.

Coal handling system terdiri dari 3 bagian area antara lain:
1. Unloading Area
    Seperti : dermaga, dermaga SU, SPJ (Semi Permanen Jetty), SPOJ (Semi Permanen Oil Jetty)
2. Coal Stock Area
   Seperti stacker, reclaimer, teleschopic, underground
3. Coal Bunker Unit

PERALATAN UTAMA COAL HANDLING SYSTEM.

• Belt Conveyor adalah suatu alat yang digunakan untuk mentransportasikan batu bara dari unloading area ke coal bunker. Belt conveyor memiliki peralatan utama diantaranya sebagai berikut:
a. Motor belt conveyor : sebagai penggerak utama belt conveyor.
  - fluid coupling sebagai pen…

Macam - Macam Pembangkit Listrik

DUNIAPEMBANGKITLISTRIK.COM - Di Indonesia atau bahkan belahan dunia tidak menutup kemungkinan menghasilkan listrik dengan membangun pembangkit listrik baik memakai tenaga surya, air, udara, diesel, uap, panas bumi, dll demi untuk mencukupi kebutuhan listrik dinegara tersebut baik dari kota sampai pedalaman.

Listrik merupakan kebutuhan bagi masyarakat di Indonesia atau belahan dunia lainnya disisi, untuk keperluan rumah tangga, sekolah atau instansi bahkan perusahaan kecil sampai besar. Nah, untuk mengetahui apa saja macam - macam pembangkit listrik simak berikut ini, diantaranya sebagai berikut: A.    PLTA (Pembangkit Listrik Tenaga Air) Air adalah sumber daya alam yang merupakan energi primer potensial untuk Pusat Listrik Tenaga Air (PLTA), dengan jumlah cukup besar di Indonesia. Potensi tenaga air tersebut tersebar di seluruh Indonesia. Dengan pemanfaatan air sebagai energi primer, terjadi penghematan penggunaan bahan bakar. B.     PLTU (Pembangkit Listrik Tenaga Uap) Uap yang terjadi…

Proses Konversi Energi Pada PLTU

DUNIA PEMBANGKIT LISTRIK - Proses konversi energi pada PLTU berlangsung melalui 3 tahapan, yaitu :


Energi kimia dalam bahan bakar diubah menjadi energi panas dalam bentuk uap bertekanan dan temperatur tinggi. Energi panas (uap) diubah menjadi energi mekanik dalam bentuk putaran. Energi mekanik diubah menjadi energi listrik. Bagian Utama Bagian utama yang terdapat pada suatu PLTU yaitu : Boiler Boiler berfungsi untuk mengubah air (feed water) menjadi uap panas lanjut (superheated steam) yang akan digunakan untuk memutar turbin. Turbin uap Turbin uap berfungsi untuk mengkonversi energi panas yang dikandung oleh uap menjadi energi putar (energi mekanik). Poros turbin dikopel dengan poros generator sehingga ketika turbin berputar generator juga ikut berputar. Kondensor Kondensor berfungsi untuk mengkondensasikan uap bekas dari turbin (uap yang telah digunakan untuk memutar turbin). Generator Generator berfungsi untuk mengubah energi putar dari turbin menjadi energi listrik. Peralatan Penunjang Peralatan…