13 April 2018

Pengertian Dan Cara Kerja Push Button

DUNIAPEMBANGKITLISTRIK.com - Push button adalah alat yang berfungsi untuk memutuskan aliran arus listrik dengan sistem kerja tekan unlock (tidak mengunci). Pada umumnya saklar push button adalah tipe saklar yang hanya kontak sesaat saja saat ditekan dan setelah dilepas maka akan kembali lagi menjadi NO, biasanya saklar tipe NO ini memiliki rangkaian penguncinya yang dihubungkan dengan kontaktor dan tipe NO digunakan untuk tombol on.


Push Button


Push button ada juga yang bertipe NC, biasanya digunakan untuk tombol off. Terdapat 4 konfigurasi saklar push button: 
a.   Tanpa-pengunci (no guard), 
b.  Pengunci-penuh (full guard), 
c.   Extended guard, dan 
d.  Mushroom button.
SIMBOL NO, NC DAN NO/NC

Cara Kerja Saklar Push Button
Alat ini befungsi sebagai pemberi sinyal masukan pada rangkaian listrik, ketika / selama bagian knopnya ditekan maka alat ini akan bekerja sehingga kontak-kontaknya akan terhubung untuk jenis normally open dan akan terlepas untuk jenis normally close, dan sebaliknya ketika knopnya dilepas kembali maka kebalikan dari sebelumnya, untuk membuktikannya pada terminalnya bisa digunakan alat ukur tester/ohm meter. pada umumnya pemakaian terminal jenis NO digunakan untuk menghidupkan rangkaian dan terminal jenis NC digunakan untuk mematikan rangkaian, namun semuanya tergantung dari kebutuhan.

12 April 2018

Sistem Udara Service Pada Instrumen Air Compressor

DUNIAPEMBANGKITLISTRIK.com - Seperti halnya flow diagram pada sistem udara instrumen, sistem udara untuk service ini juga menggunakan peralatan - peralatan seperti inter cooler, air prefilter, separator dan receiver. Sedangkan alat - alat lainnya sperti air prefilter dan refrigerant air dryer todak digunakan pada udara service sebab udara yang dipakai untuk service tidak harus kering dari minyak maupun air.

TIPE KOMPRESOR SCREW


Tidak menggunakan udara kering untuk service ini selain biaya mahal, udara untuk service ini hanya dipakai untuk membersihkan bagian - bagian peralatan yang terkena debu.

Prinsip Kerja Sistem Udara Service

Udara luar yang bersuhu lebih kurang 27 derajat celcius masuk melalui intake filter karena diisap oleh kompressor, yang berjumlah 2 buah masing - masing berkapasitas 854 Nm3/jam dengan tekanan  pada sisi 9 kg/cm2g. Suhu kompresor sewaktu beroperasi sampai mencapai 130 derajat celcius. Kompresor ini digerakkan oleh motor 110 kW. Sebagai media pendingin kompresor digunakan air dari general service water yang bersuhu 38 derajat celcius dan mengalir rata - rata 7,2 m2 tiap jam. Kecepatan rata - rata pada tekanan normal 440 rpm.

Selanjutnya udara hasil kompresor tadi di dinginkan di after cooler (jumlahnya 2 buah) yang berkapasitas masing - masing 845 m3 tiap jam. Tujuan didinginkan ialah karena udara yang dihasilkan oleh kompresor ini bersuhu tinggi antara 80 - 130 derajat celcius dan dapat merusak peralatan yang menggunakan udara service. After cooler mampu menahan tekanan sampai 10 kg/cm2g sesuai dengan tekanan yang direncanakan.

Udara yang melalui cooler tersebut didinginkan dengan air yang berasal dari general service water yang bersuhu 40 derajat celcius. Dengan kapasitas aliran 9 m3 tiap jam.

Udara setelah melewati after cooler ditampung oleh suatu penampung yang disebut receiver (berjumlah 2 buah) yang berkapasitas 14,5 m3 yang sanggup menahan tekanan sebesar 10 kg/cm2g. Receiver ini adalah merupakan tanki persediaan bila suatu pesawat membutuhkan udara untuk service sudah tersedia pada receiver ini.

Sebelum udara ini dimanfaatkan dibersihkan dahulu dengan alat yang disebut separator agar etrhindar dari kotoran atau debu.

Sebagai contoh, udara service untuk PLTU Suralaya dimanfaatkan untuk :
- Basement dan peralatan dilantai dasar
- Desalination Plant
- Fuel oil storage lines
- Hydrogen plant extension
- Water treatment boiler
- Coal plant
- Spare
- Ash plant
- Diesel generator
- Fuel oil pump house
- BFP area
_ ID Fan, FD Fan, GR Fan, dan PA Fan

04 April 2018

Pengertian Charger Atau Converter

DUNIAPEMBANGKITLISTRIK.com - Charger sering disebut Converter adalah suatu rangkaian peralatan listrik yang digunakan untuk mengubah arus listrik bolak balik (Alternating Current, disingkat AC) menjadi arus listrik searah (Direct Current, disingkat DC), yang berfungsi untuk
pasokan DC power baik ke peralatan-peralatan yang menggunakan sumber DC maupun
untuk mengisi baterai agar kapasitasnya tetap terjaga penuh sehingga keandalan unit
pembangkit tetap terjamin.





Charger di unit pembangkit pada umumnya ada dua unit dibangun saling
berdekatan dan saling bekerja bersama serta digabung pararel dalam satu Bus DC power.


Dalam sistem DC power,charger yang bertindak sebagai pemikul beban utama
ialah charger yang memiliki tegangan paling besar,oleh karena itu pada setiap
pemeliharaan sistem DC power diperlukan adjustment tegangan output masing masing
charger agar nilainya presisi atau sama persis agar pembagian arus ke beban dapat
seimbang.


Kapasitas rectifier/charger harus disesuaikan dengan kapasitas baterai yang
terpasang, setidaknya kapasitas arusnya harus mencukupi untuk pengisian baterai sesuai
jenisnya yaitu untuk baterai alkali adalah 0,2 C (0,2 x kapasitas) sedangkan untuk baterai
asam adalah 0,1C (0,1 x kapasitas) ditambah beban statis (tetap) pada unit
pembangkit.Sebagai contoh jika suatu unit pembangkit dengan baterai jenis alkali
kapasitas terpasangnya adalah 200 Ah dan arus statisnya adalah 10 Ampere, maka
minimum kapasitas arus rectifier adalah :
= ( 0,2 x 200A ) + 10A

= 40A + 10A
= 50 Ampere

Jadi kapasitas rectifier minimum yang harus disiapkan adalah sebesar 50

Ampere.Sumber tegangan AC untuk rectifier tidak boleh padam atau mati. Untuk itu
pengecekan tegangan harus secara rutin dan periodik dilakukan baik tegangan inputnya
(AC) maupun tegangan outputnya (DC).


Rectifier / charger juga berfungsi untuk proses pengisian muatan ke battery. Macam-macam sistem pengisian baterai sebagai berikut :


1) Cycle charging
2) Boost dan quick charging
3) Floating charging
4) Equalizing charging
5) Trickle charging