13 March 2018

Sensor - Sensor Yang Terdapat Pada Coal Feeder

DUNIA PEMBANGKIT LISTRIKCoal feeder berfungsi untuk mengatur jumlah batubara yang akan masuk ke dalam furnace. Jumlah batubara di atur sesuai dengan kebutuhan pembakaran pada furnace. Sistem pengaturan jumlah batubara pada coal feeder pada pltu barru dilakukan dengan cara fraksi berat. Pengaturan jumlah batubara berdasarkan fraksi berat menggunakan sensor gravimetric yang dapat mendeteksi berat dari batubara yang melewati konveyornya, coal feeder jenis ini biasa disebut dengan gravimetric feeder.


Coal Feeder
Foto. Coal Feeder

SENSOR - SENSOR YANG TERDAPAT PADA COAL FEEDER


1. Belt Break
  Belt Break berfungsi untuk mendeteksi ada tidaknya putaran pada motor conveyor, dan mentripkan motor apabila selama 1 menit mendeteksi tidak adanya putaran pada motor.

   Masalah yang sering muncul pada sensor belt break adanya signal palsu. Cara mengatasinya dengan membersihkan pada ujung sensor belt break. Cara mengetes sensor belt break untuk mengetahui kalau sensor tersebut masih berfungsi dengan baik, ujung sensor dekatkan pada metal atau besi, apabila lampu menyala berarti sensor tersebut berfungsi dengan baik

2. Chain break.
  Chain break berfungsi Untuk mendeteksi ada tidaknya putaran pada motor clearing dan mentripkan motor clearing apabila tidak mendeteksi adanya putaran selama 1 menit. Masalah yang sering muncul pada sensor belt break adanya signal palsu.

  Cara mengatasinya dengan membersihkan pada ujung sensor belt break. Cara mengetes sensor belt break untuk mengetahui kalau sensor tersebut masih berfungsi dengan baik, ujung sensor dekatkan pada metal atau besi, apabila lampu menyala berarti sensor tersebut berfungsi dengan baik.

3. Coal Off.
  Berfungsi Untuk Mendeteksi ada tidaknya batubara di belt conveyor , dan mentripkan motor apabila selama 1 menit mendeteksi tidak adanya putaran pada motor.

   Masalah yang sering muncul pada sensor belt break adanya signal palsu. Cara mengatasinya dengan membersihkan pada ujung sensor belt break. Cara mengetes sensor belt break untuk mengetahui kalau sensor tersebut masih berfungsi dengan baik, ujung sensor dekatkan pada metal atau besi, apabila lampu menyala berarti sensor tersebut berfungsi dengan baik.
4. Coal jam.
5. Coal trouble.
Berfungsi sebagai alarm atau adanya masalah/gangguan dimotor conveyor.
Untuk mengetahui gangguan pada motor dapat di lihat kode fault modul inverter :
  - F0001 adalah Over current
  - F0016 adalah Earth fault
  - F0009 adalah Motor over temperature.
Cara mengatasi masalah yang muncul pada inverter bisa di lihat pada manual book ABB ACS510.
6. Trouble of temperature.
   Adalah indikasi yang menunjukan adanya temperature berlebih di bagian dalam coal feeder. Fungsi dari alarm ini untuk menghindari terjadinya kebakaran di coal feeder.
7. Belt deflection.
Berfungsi untuk mengetahui posisi belt conveyor pada saat kondisi run.
Apabila indikasi ini muncul, berarti belt conveyor miring ke kanan atau ke kiri (jogging).
8. Speed Sensor.
Berfungsi untuk mengukur kecepatan putaran motor conveyor.
9. Load cell.
    Berfungsi untuk mengukur flow batu bara yang melewati belt conveyor untuk pembakaran.
Apabila ada kesalahan dari pengukuran load cell maka perlu di kalibrasi ulang.

Demikian penjelasan mengenai sensor-sensor pada coal feeder. Semoga bermanfaat.

Artikel Terkait