Skip to main content

Air Dryer Pada Instrumen Air Compressor

DUNIAPEMBANGKITLISTRIK.com - Sebelum udara dimanfaatkan ke pemakaian (sebagai udara kontrol) udara harus dikeringkan dahulu sesuai dengan kebutuhan, maksudnya :

a. Mencegah korosi pada alat - alat instrumen.
b. Mencegah penyumbatan dari orifice, nosel, jarum, dan alat - alat lainnya yang berhubungan dengan isntrumen.

Sebagai indikator dari kekeringan udara tersebut digunakan kertas lakmus. Bila udara tersebut masih basah (masih mengandung minyak atau air) maka kertas tersebut akan berubah warnanya sesuai kadar kelembaban udara tersebut. Air dryer yang digunakan adalah tpye kompresor pada air dryer ini digerkkan oleh motor 3 phasa, 0,75 kW dengan 3 putaran 3000 rpm, 380 volt dan 50 Hz. Kapasitas air dryer ini 280 Nm/jam, titik embunnya 7 derajat celcius tekanan pada outlet 9 kg/cm g sedangkan tekanan drop udara 0,2 kg/cm.


AIR DRYER SYSTEM PADA INSTRUMEN AIR COMPRESSOR


BAGIAN - BAGIAN AIR DRYER

1. Refrigerant compressor
2. Fan control switch
3. High pressure shut down switch
4. Control panel
5. Condensor
6. Hot gas by-pass valve
7. Liquid refrigerant dryer/filter

PRINSIP KERJA AIR DRYER

1. Udara ke penukar kalor.
    Udara yang meninggalkan dryer akan mengalami pemanasan oleh udara yang keluar dari inlet (udara dari kompresor), masuk melalui sebuah penukar kalor udara untuk mencegah terjadinya kondensasi pada saluran.

2. Refrigent / penukar udara kalor.
    Refrigerant dingin akan menadi panas, karena kenaikkan tekanan (dikompresi). Menjerat kondensasi dari uap air ke penampung air. Lebih efektif terjadi perpindahan panas pada cooler udara, maka lebih banyak pula terjadi kondensasi uap air.

3. Water separator (separator air)
     Air kondensasi yang keluar dari aliran udara kompresi didinginkan akan mengumpul pada separator, kemudian terbuang ke pembuangan (drainase). Sedangkan titik embun yang tidak terjerat akan terus lewat ke sistem.

4. Kompresor refrigerant.
    Gas refrigerant meninggalkan unit separator dengan tekanan dan temperatur tinggi.

5. Hot gas by pass valve.
    Penggunaan by pass, gas panas secara mekanis untuk mengatur keadaan dryer dengan maksud supaya tekanan konstan.

6. Kondensor refrigerant.
    Kondensasi pendingin refrigerant, secara perlahan refrigerant akan berubah dari gas ke bentuk cairan refrigeran, ini sangat efektif bila tetap dalam kondisi cair.

7. Refrigerant filter.
    Filter refrigerant sebagai penyaring dari kotoran - kotoran.

8. Expansion device.
    Proses expansi tidak hanya mereduksi tekanan, tetapi juga menurunkan temperatur air refrigerant sejauh kenaikan sedangkan didinginkan sejauh kemampuan refrigerantnya.

9. Refrigerant separator.
    Separator refrigerant sebagai penyaring refrigerant.

Demikian penjelasan mengenai air dryer pada instrumen air compressor. Semoga bisa bermanfaat.

Comments

Popular posts from this blog

Apa itu Coal Handling System Pada PLTU ?

Apa itu AMR ?

Jaringan Distribusi Listrik

Proses Konversi Energi Pada PLTU

Potensi Bahaya Pada Boiler