27 March 2018

Alat - Alat Ukur Yang Terpasang Pada Generator

DUNIAPEMBANGKITLISTRIK.com - Generator adalah mesin pembangkit listrik yang prinsip kerja yaitu mengkonversi energi mekanik menjadi energi listrik.

ALAT - ALAT UKUR ELEKTRIK

Pada kesempatan kali ini, kami tidak akan membahas mengenai generator dan bagiannya, melainkan macam - macam alat ukur yang terpasang pada generator, meliputi :

1. Ampere meter
    Berfungsi untuk mengukur besaran arus pada penghantar output generator, dengan jumlah 3 buah untuk penghantar 3 phase. Atau untuk mengukut besaran arus eksitasi sumber DC.

Eksitasi atau sering disebut dengan penguatan medan yaitu pemberian arus listrik untuk membuat kutub magnet.

2. Volt meter
    Berfungsi untuk mengukur besaran tegangan output generator, antara phase - phase atau phase dengan netral.

3. Watt meter
    Berfungsi untuk mengukur daya aktif output generator, dengan satuan  KW atau MW.

4. VAR meter
    Berfungsi untuk mengukur daya reaktif output generator, dapat bersifat lagging atau leading, dengan satuan KVAR atau MVAR.

5. KWH meter
    Berfungsi untuk mengukur energi listrik generator, dengan satuan KWh, MWh, atau GWh.

6. Cos meter
    Berfungsi untuk mengukur faktor daya (power factor), dapat bersifat lagging atau leading.

7. Frekwensi meter 
    Berfungsi untuk mengukur besaran frekwensi arus bolak - balik output generator.

8. Temperature indicator
    Berfungsi untuk mengukur besaran panas atau temperature pada kumparan stator, dengan pendeteksi RTD (Resistance Temperatur Detector) satuannya derajat celcius dan fahrenheit. Untuk pendeteksi inti stator dengan menggunakan thermocouple, sedangkan untuk temperatur rotor denga  referensi arus medan.

9. Vibrasi meter
    Berfungsi untuk mengukur besaran getaran atau vibrasi pada poros, yang terpasang pada bearing generator, dengan satuan mm p-p atau um p-p.

10. Pressure Indicator
     Berfungsi untuk mengukur besaran tekanan gas media pendingin generator dan juga ada untuk tekanan minyak perapat (seal oil).

11. Purity Indicator
     Berfungsi untuk mengukur kemurinian gas didalam generator, satuannya dalam prosentase ( >96 % ).

12. Alat Bantu Sinkronisasi
     Berfungsi sebagai alat bantu paralel generator untuk melihat kondisi sama antara "running" dan "incomming", yang meter - meternya meliputi voltmeter double atau voltmeter nol, frekwensi meter double dan synchronoscope.

Demikian penjelasan mengenai alat - alat ukur yang terpasang pada generator, semoga bermanfaat.

25 March 2018

Jenis - Jenis Limbah Sisa Pembakaran Batu Bara Pada Furnace

CEROBONG ASAP (STACK)

DUNIAPEMBANGKITLISTRIK.com - Pada sistem pembangkit listrik tenaga uap ( PLTU ) khususnya berbahan bakar batu bara dalam proses pembakarannya batu bara akan menghasilkan sisa limbah yang berupa fly ash (debu) dan bottom ash (limbah padat).

Kedua jenis limbah tersebut harus mendapat penangganan atau perlakuan khusus agar tidak berdampak negatif dan hal serius pada lingkungan dan kesehatan masyarakat serta pekerja baik yang didalam kawasan maupun di luar kawasan pembangkit listrik.

Lalu, apa yang dimaskud dengan fly ash ?

Fly ash adalah sisa pembakaran batu bara yang berupa debu. Fly ash biasanya berwarna coklat dan berbentuk partikel - partikel yang kasat mata. Fly ash silo tidak langsung dibuang ke udara, melainkan akan ditangkap oleh ESP ( Electrostatic Precipitator). Setelah ditangkap lalu akan dikumpulkan atau ditampung dihopper setelah itu akan di distribusikan ke fly ash silo (tempat penampungan fly ash dari ESP).

Dan tidak semua debu dari sisa pembakaran batu bara (fly ash) tadi bisa ditangkap oleh ESP, melainkan ada juga yang lolos dan dibuang ke udara bebas. Perlu diketahui, dengan menggunakan ESP limbah debu sisa pembakaran batu bara hanya keluar dari cerobong sekitar 0,16 % (efektifitas penangkapan debu 99,84 %).

Mayoritas fly ash ditampung di ash yard (tempat penampungan fly ash dan bottom ash). Biasanya fly ash digunakan untuk campuran semen serta bahan pembuatan batako.

Hasil pembakaran batu bara bukan hanya menghasilkan sisa debu yang halus melainkan sisa yang kasar atau debu yang berat yang dinamakan dengan bottom ash. Jika fly ash ditangkap oleh ESP maka beda lagi dengan bottom ash. Bottom ash hanya di dinginkan di bottom ash cooller setelah itu ditampung di bottom ash silo. Bottom ash silo adalah tempat untuk menampung sisa pembakaran batu bara yang kasar.

Demikian penjelasan mengenai jenis - jenis sisa pembakaran batu bara pada furnace. Semoga bermanfaat.

23 March 2018

Sistem Bahan Bakar HSD

DUNIAPEMBANGKITLISTRIK.com - Fungsi bahan bakar HSD adalah mensuplai kebutuhan bahan bakar fuel oil (HSD) saat start firing pada cold startup boiler.



Bagian - bagian system bahan bakar HSD antara lain sebagai berikut :

1. Tangki/Bunker HSD

Sebagai tempat penyimpanan sementara bahan bakar (HSD).Tangki HSD yang digunakan tangki penerimaan dan tangki pemakaian.

Tangki penerimaan adalah tangki yang digunakan untuk menampung bahan bakar HSD pada saat proses unloading (pembongkaran) dari mobil tangki. Kapasitas dari tangki ini yaitu 1 x 10.000 liter.

Tangki pemakaian adalah tangki yang digunakan untuk menampung bahan bakar HSD yang akan digunakan pada saat proses firing atau penggunaan untuk keperluan lain (alat berat, dll). Kapasitas untuk tangki ini adalah 2 x 200.000 liter.

2. Pompa bahan bakar

Berfungsi untuk mempompa bahan bakar dari tangki atau bunker HSD ke burner dalam jumlah dan tekanan yang dipersyaratkan. Untuk keamanan pada pompa dilengkapi dengan relief valve yang menjaga pressure dibawah 2 MPa.

3. Line system HSD

Sebagai media penyaluran atau untuk mengalirkan bahan bakar HSD.

4. Burner

Burner adalah alat untuk meyemprotkan bahan bakar ke ruang bakar. Untuk mengabutkan bahan bakar digunakan udara bertekanan 0,6 MPa.


KOMPONEN UTAMA BURNER

Komponen utama burner adalah :

1. Nozzle berfungsi mengabutkan bahan bakar yang disemprotkan ke ruang bakar.

2. Burner oil valve berfungsi membuka dan menutup saluran HSD dari pompa ke nozzle.

3. Burner purge valve berfungsi membilas nozzle sebelum dan setelah digunakan.

4. Burner alomizzing valve untuk mengabutkan bahan bakar HSD pada nozzle.

5. Burner ignitor berfungsi mengalirkan tegangan ke burner spark rod.

6. Burner spark rod berfungsi memantik nyala api  untuk membakar HSD pertama kali pada saat burner "ON".


Ada 2 jenis burner yang terdapat di boiler CFB PLTU Barru yaitu :

1. In bed terletak diatas bed
2. Under bed terletak dibawah di under bed (wind box)


BURNER IN BED

Fungsi burner in bed adalah menyemprotkan HSD ke furnace untuk menggantikan fungsi batu bara. In bed ada 4 buah masing - masing 2 buah disisi kiri (no 1 dan 2) dan 2 buah disisi kanan (no 3 dan 4).


BURNER UNDER BED

Fungsi burner under bed adalah menyemprotkan HSD ke furnace wind box untuk memanaskan material bed. Under bed ada 4 buah masing - masing 2 buah disisi kiri (no 1 dan 2) dan 2 buah disisi kanan (no 3 dan 4).

22 March 2018

Air Dryer Pada Instrumen Air Compressor

DUNIAPEMBANGKITLISTRIK.com - Sebelum udara dimanfaatkan ke pemakaian (sebagai udara kontrol) udara harus dikeringkan dahulu sesuai dengan kebutuhan, maksudnya :

a. Mencegah korosi pada alat - alat instrumen.
b. Mencegah penyumbatan dari orifice, nosel, jarum, dan alat - alat lainnya yang berhubungan dengan isntrumen.

Sebagai indikator dari kekeringan udara tersebut digunakan kertas lakmus. Bila udara tersebut masih basah (masih mengandung minyak atau air) maka kertas tersebut akan berubah warnanya sesuai kadar kelembaban udara tersebut. Air dryer yang digunakan adalah tpye kompresor pada air dryer ini digerkkan oleh motor 3 phasa, 0,75 kW dengan 3 putaran 3000 rpm, 380 volt dan 50 Hz. Kapasitas air dryer ini 280 Nm/jam, titik embunnya 7 derajat celcius tekanan pada outlet 9 kg/cm g sedangkan tekanan drop udara 0,2 kg/cm.


AIR DRYER SYSTEM PADA INSTRUMEN AIR COMPRESSOR


BAGIAN - BAGIAN AIR DRYER

1. Refrigerant compressor
2. Fan control switch
3. High pressure shut down switch
4. Control panel
5. Condensor
6. Hot gas by-pass valve
7. Liquid refrigerant dryer/filter

PRINSIP KERJA AIR DRYER

1. Udara ke penukar kalor.
    Udara yang meninggalkan dryer akan mengalami pemanasan oleh udara yang keluar dari inlet (udara dari kompresor), masuk melalui sebuah penukar kalor udara untuk mencegah terjadinya kondensasi pada saluran.

2. Refrigent / penukar udara kalor.
    Refrigerant dingin akan menadi panas, karena kenaikkan tekanan (dikompresi). Menjerat kondensasi dari uap air ke penampung air. Lebih efektif terjadi perpindahan panas pada cooler udara, maka lebih banyak pula terjadi kondensasi uap air.

3. Water separator (separator air)
     Air kondensasi yang keluar dari aliran udara kompresi didinginkan akan mengumpul pada separator, kemudian terbuang ke pembuangan (drainase). Sedangkan titik embun yang tidak terjerat akan terus lewat ke sistem.

4. Kompresor refrigerant.
    Gas refrigerant meninggalkan unit separator dengan tekanan dan temperatur tinggi.

5. Hot gas by pass valve.
    Penggunaan by pass, gas panas secara mekanis untuk mengatur keadaan dryer dengan maksud supaya tekanan konstan.

6. Kondensor refrigerant.
    Kondensasi pendingin refrigerant, secara perlahan refrigerant akan berubah dari gas ke bentuk cairan refrigeran, ini sangat efektif bila tetap dalam kondisi cair.

7. Refrigerant filter.
    Filter refrigerant sebagai penyaring dari kotoran - kotoran.

8. Expansion device.
    Proses expansi tidak hanya mereduksi tekanan, tetapi juga menurunkan temperatur air refrigerant sejauh kenaikan sedangkan didinginkan sejauh kemampuan refrigerantnya.

9. Refrigerant separator.
    Separator refrigerant sebagai penyaring refrigerant.

Demikian penjelasan mengenai air dryer pada instrumen air compressor. Semoga bisa bermanfaat.

21 March 2018

Faktor - Faktor Yang Menyebabkan Blocking Pada Crusher House

DUNIAPEMBANGKITLISTRIK.COM - Pada bagian energi primer khususnya coal handling system terjadinya blocking pada sejumlah peralatan sangat rawan terjadi. Banyak faktor yang menyebabkan blocking pada sejumlah peralatan coal handling system. Pada kesempatan kali ini, kami akan membahas mengenai blocking pada crsuher house.

CRUSHER
Gambar. Crusher

Crusher
adalah suatu alat yang berfungsi untuk menghancurkan batu bara. Mulai dari ukuran besar hingga sedang. Sebelum masuk ke cruher batu bara akan di sortir atau dipisahkan oleh strainer.

Strainer merupakan suatu alat yang berfungsi untuk memisahkan batu bara, dimana batu bara besar jatuh ke crusher dan yang halus langsung ke belt conveyor.


FAKTOR YANG MENYEBABKAN BLOCKING PADA CRUSHER

Berikut ini faktor yang menyebabkan blocking pada crusher diantaranya sebagai berikut :

1. Batu bara basah. Kondisi ini merupakan faktor terbesar yang menyebabkan blocking, bukan hanya di crusher melainkan pada sejumlah peralatan coal handling system.

2. Batu bara dengan ukuran besar yang menyangkut di screen strainer. Hal ini tidak menutup kemungkinan terjadi. Apalagi kondisi screen strainer sedang rusak.

3. Benda lain yang menyangkut di strainer. Tidak hanya batu bara yang besar yang menyebabkan blocking, tetapi batu besar, karung, ranting pohon, serta besi plat.

4. Screen strainer rusak atau kualitas partnya jelek.

5. Kebocoran pada fleksibel joint strainer.

6. Peralatan rusak.

Sebetulnya terjadinya blocking bisa dicegah, asalkan ada tindakan pengecekan secara berkala oleh operator lokal baik itu konsidi batu bara yang digunakan untuk pembakaran boiler dalam furnace, stok batu bara yang kering dan basah, serta peralatan yang bersangkutan dengan line pengisian atau line pembongkaran.

Demikian penjelasan mengenai faktor - faktor yang menyebabkan blocking pada crusher house

18 March 2018

Visualisasi Boiler Pada Pembangkit Listrik

DUNIA PEMBANGKIT LISTRIK - Boiler merupakan suatu peralatan yang berfungsi untuk menghasilkan uap air yang digunakan untuk pemanasan atau tenaga gerak.

BAGIAN - BAGIAN DARI BOILER
Bagian - bagian dari boiler

Berikut ini video - video mengenai boiler pada pembangkit listrik.



Video 1. Boiler Pada Pembangkit Listrik



Video 2. Boiler Pada Pembangkit Listrik

17 March 2018

Jenis - Jenis Conveyor

DUNIA PEMBANGKIT LISTRIK - Conveyor adalah alat yang digunakan untuk memindahkan atau mentransportasikan barang atau media tertentu dari suatu tempat ke tempat lainnya secara kontinyu atau terus - menerus.

Pada pembangkit listrik tenaga uap berbahan bakar batu bara, conveyor merupakan  alat utama dalam pembongkaran serta pengisian bahan bakar atau batu bara ke pembakaran didalam furnace. Akan tetapi saya akan membahas jenis - jenis conveyor secara umum yang ada di pasaran atau kegunaannya.


Belt Conveyor
Belt Conveyor


JENIS - JENIS CONVEYOR

Berikut ini beberapa jenis conveyor, diantaranya sebagai berikut :

1. Belt Conveyor. Merupakan alat angkut yang berfungsi untuk memindahkan material secara horizontal, dimana sabuk atau belt sebagai media hantarnya. Kelebihan dari belt conveyor adalah mampu mengangkut beban dengan kapsitas yang besar, tidak mahal, ringan, ramah lingkungan karena tidak menimbulkan kebisingan serta polusi udara.

Bagian - bagian dari belt conveyor diantaranya frame (rangka), bracket, idler, steering, pulley, motor conveyor

2. Chain Roller Conveyor. Merupakan jenis conveyor yang digerakkan dengan rantai. Fungsinya sama dengan belt conveyor. Penggunaan conveyor model ini biasanya pada lantai yang datar, menanjak bahkan sesuai dengan kecepatan.

Adapun bagian - bagian dari chain roller conveyor diantaranya frame (rangka), chain, roller single atau double teeth, dan motor penggerak.

3. Gravity Conveyor. Merupakan jenis conveyor yang penggeraknya menggunakan daya tarik bumi atau gravitasi bumi. Secara umum, conveyor jenis ini menggunakan roller sebagai media bantalan benda (obyek yang dipindahkan). Pada umumnya gravity conveyor digunakan di bidang yang landai atau miring.

4. Plate Base Roller Conveyor. Plate Base Roller Conveyor adalah roller conveyor yang menggunakan plate base, plate bordes sebagai tambahan diantara roller. Fungsi plate base atau plate bordes adalah untuk memperkuat frame.

Demikian penjelasan mengenai jenis - jenis conveyor. Semoga bisa bermanfaat bagi para pembaca.

13 March 2018

Sensor - Sensor Yang Terdapat Pada Coal Feeder

DUNIA PEMBANGKIT LISTRIKCoal feeder berfungsi untuk mengatur jumlah batubara yang akan masuk ke dalam furnace. Jumlah batubara di atur sesuai dengan kebutuhan pembakaran pada furnace. Sistem pengaturan jumlah batubara pada coal feeder pada pltu barru dilakukan dengan cara fraksi berat. Pengaturan jumlah batubara berdasarkan fraksi berat menggunakan sensor gravimetric yang dapat mendeteksi berat dari batubara yang melewati konveyornya, coal feeder jenis ini biasa disebut dengan gravimetric feeder.


Coal Feeder
Foto. Coal Feeder

SENSOR - SENSOR YANG TERDAPAT PADA COAL FEEDER


1. Belt Break
  Belt Break berfungsi untuk mendeteksi ada tidaknya putaran pada motor conveyor, dan mentripkan motor apabila selama 1 menit mendeteksi tidak adanya putaran pada motor.

   Masalah yang sering muncul pada sensor belt break adanya signal palsu. Cara mengatasinya dengan membersihkan pada ujung sensor belt break. Cara mengetes sensor belt break untuk mengetahui kalau sensor tersebut masih berfungsi dengan baik, ujung sensor dekatkan pada metal atau besi, apabila lampu menyala berarti sensor tersebut berfungsi dengan baik

2. Chain break.
  Chain break berfungsi Untuk mendeteksi ada tidaknya putaran pada motor clearing dan mentripkan motor clearing apabila tidak mendeteksi adanya putaran selama 1 menit. Masalah yang sering muncul pada sensor belt break adanya signal palsu.

  Cara mengatasinya dengan membersihkan pada ujung sensor belt break. Cara mengetes sensor belt break untuk mengetahui kalau sensor tersebut masih berfungsi dengan baik, ujung sensor dekatkan pada metal atau besi, apabila lampu menyala berarti sensor tersebut berfungsi dengan baik.

3. Coal Off.
  Berfungsi Untuk Mendeteksi ada tidaknya batubara di belt conveyor , dan mentripkan motor apabila selama 1 menit mendeteksi tidak adanya putaran pada motor.

   Masalah yang sering muncul pada sensor belt break adanya signal palsu. Cara mengatasinya dengan membersihkan pada ujung sensor belt break. Cara mengetes sensor belt break untuk mengetahui kalau sensor tersebut masih berfungsi dengan baik, ujung sensor dekatkan pada metal atau besi, apabila lampu menyala berarti sensor tersebut berfungsi dengan baik.
4. Coal jam.
5. Coal trouble.
Berfungsi sebagai alarm atau adanya masalah/gangguan dimotor conveyor.
Untuk mengetahui gangguan pada motor dapat di lihat kode fault modul inverter :
  - F0001 adalah Over current
  - F0016 adalah Earth fault
  - F0009 adalah Motor over temperature.
Cara mengatasi masalah yang muncul pada inverter bisa di lihat pada manual book ABB ACS510.
6. Trouble of temperature.
   Adalah indikasi yang menunjukan adanya temperature berlebih di bagian dalam coal feeder. Fungsi dari alarm ini untuk menghindari terjadinya kebakaran di coal feeder.
7. Belt deflection.
Berfungsi untuk mengetahui posisi belt conveyor pada saat kondisi run.
Apabila indikasi ini muncul, berarti belt conveyor miring ke kanan atau ke kiri (jogging).
8. Speed Sensor.
Berfungsi untuk mengukur kecepatan putaran motor conveyor.
9. Load cell.
    Berfungsi untuk mengukur flow batu bara yang melewati belt conveyor untuk pembakaran.
Apabila ada kesalahan dari pengukuran load cell maka perlu di kalibrasi ulang.

Demikian penjelasan mengenai sensor-sensor pada coal feeder. Semoga bermanfaat.

12 March 2018

Sistem Eksitasi Pada Generator

DUNIA PEMBANGKIT LISTRIK - Sistem Eksitasi adalah pemberian arus listrik untuk membuat kutub magnet pada generator. Dengan mengatur besar kecilnya arus listrik, dapat mengatur besar tegangan output generator atau dapat mengatur besar daya reaktif yang di inginkan pada generator yang sedang paralel dengan sistem jaringan besar (infinitive bus).

Operator Lokal sedang melakukan pengecekan pada Generator
Operator Lokal sedang melakukan pengecekan pada Generator 

JENIS - JENIS SISTEM EKSITASI

Jenis sistem eksitasi dibagi menjadi 3 bagian diantaranya sebagai berikut :

1. Sistem Eksitasi Statik
    Merupakan sistem eksitasi generator tersebut disuplai dari exciter yang bukan mesin bergerak, yaitu sistem penyearahan yang sumbernya disuplai dari output generator itu sendiri atau dari sumber lain dengan melalui transformator.

2. Sistem Eksitasi Dinamik
    Merupakan sistem eksitasi generator disuplai dari mesin yang bergerak, yang disebut dengan exciter. Biasanya exciter tersebut sebagai tenaga penggeraknya dipasang satu poros dengan generator.

3. Sistem Eksitasi Tanpa Sikat
    Merupakan sistem eksitasi tanpa sikat, yang maksudnya adalah pada sistem tersebut untuk menyalurkan arus eksitasi ke rotor generator utama, maupun untuk exciter eksitasi tanpa melalui media sikat arang.

Demikian penjelasi mengenai tentang sistem eksitasi pada generator. Semoga bermanfaat bagi para pembaca semua. Salam INSAN KELISTRIKAN

09 March 2018

Pengertian Dan Fungsi Chlorine Plant Pada Pembangkit Listrik

DUNIA PEMBANGKIT LISTRIK - Air laut banyak mengandung berbagai jenis zat dan biota-biota kecil yang hidup di dalamnya. Untuk membunuh atau menghilangkan biota atau mikro organisme yang merugikan tersebut suatu pembangkit listrik memerlukan Chlorine Plant.

Drawing Chlorine Plant Pembangkit Listrik
Drawing Chlorine Plant Pembangkit Listrik

Chlorine Plant merupakan suatu bangunan yang didalamnya terdapat peralatan yang menunjang penginjeksian cairan clorine ke air laut sebelum masuk ke CWP area water intake plant.

Chlorine Plant sangat diperlukan untuk menunjang untuk memproduksi air untuk keperluan unit. Apabila Chlorine Plant tidak ada atau peralatan rusak menyebabkan pipa-pipa distribusi air laut ke WTP maupun ke unit akan terdapat plak - plak yang bisa mengakibatkan penyumbatan serta merusak dan memperpendek umur pipa serta peralatan di unit.

Untuk pengecekan apakah kadar chlorine kurang dan tidaknya akan dilakukan pengecekan secara continyu oleh operator kimia WTP. Jadi, apabila kadar chlorine kurang maka, operator WTP akan menghubungi operator unit untuk menambah lagi kadar chlorine nya.

Demikian penjelasan mengenai Chlorine Plant. Semoga bisa bermanfaat.

08 March 2018

Peranan Water Intake Plant Pada Pembangkit Listrik

DUNIA PEMBANGKIT LISTRIK - Water Intake merupakan suatu bangunan atau bagian yang berfungsi sebagai gerbang masuk pertama kali air laut untuk kebutuhan produksi. Water Intake berada dibibir pantai.

Water Intake Plant Pada Pembangkit Listrik
Water Intake Plant Pada Pembangkit Listrik

Water Intake memiliki berbagai peralatan dalam menunjang atau pendukung dalam kebutuhan produksi air, di antaranya sebagai berikut TBS (Traveling Bar Screen), Sea Water Pump, CWP (Circulating Water Pump), Chlorint Plant.

Air laut sebelum dipakai untuk kebutuhan produksi haruslah bersih dari kotoran atau sampah. Karena sampah bisa menyumbat pipa sehingga menghambat distribusi air dari water intake ke WTP dan ke unit untuk mendinginkan air di unit.

Maka dari itu, sebelum masuk ke TBS dipasang terlebih dahulu jaring buat penangkal pertama terhadap sampah. Untuk menangani sampah yang lolos dari jaring maka dipasanglah TBS (Travelling Bar Screen) yang berfungsi untuk menyaring sampah laut. Dan kerjanya TBS berputar secara vertikal. Ketika sampah menempel di screen akan disemprot dengan nozzle sehingga sampah atau kotoran dibuang atau jatuh.

Selain harus bersih dari sampah, air laut kebutuhan produksi harus di injeksi dengan chlorin yang berfungsi untuk memabukkan atau membunuh biota laut yang merusak pipa dan peralatan-peralatan. Karena, biota laut bisa mengakibatkan timbulnya plak pada pipa.dan peralatan yang bisa menghambat sirkulasi air. Dalam penginjeksian chlorin sudah ada kadar yang telah ditentukan.

Water Intake juga dilengkapi Sea Water Pump dan CWP (Circulating Water Pump) yang mayoritas besar berfungsi memompa air laut untuk di distribusikan ke WTP (Water Treatment Plant) dan unit.