17 February 2018

Teori Segitiga Api

DUNIA PEMBANGKIT LISTRIK - Teori pembakaran merupakan pengetahuan yang penting dalam rangkan memahami proses pembakaran secara benar.  Namun sebelum membahas mengenai proses pembakaran terlebih dahulu harus dipahami beberapa definisi dan konsep dasar yang akan ditemui dalam analisis proses pembakaran bahan bakar.  




Gambar. Segitiga Api


PROSES PEMBAKARAN

Pembakaran adalah reaksi kimia yang terjadi jika material mudah terbakar (combustible) berreaksi dengan oksigen sehingga menghasilkan sejumlah panas yang besar. Untuk mendukung terjadinya pembakaran diperlukan tiga kondisi yang harus dipenuhi secara bersamaan, yaitu :  

a. Adanya Oksigen.

Didalam kimia pembakaran kita memerlukan bercampurnya bahan bakar dengan oksigen. Tanpa oksigen pembakaran tidak akan terjadi. Didalam praktek, oksigen diperoleh dari udara  

b. Bahan bakar.

Bahan bakar hanya akan menyala apabila temperaturnya naik hingga sesuai dengan temperatur oksigen. Temperatur ini disebut sebagai ”temperatur penyalaan” (ignition temperature).  Semua material combustible mempunyai temperatur penyalaan sendirisendiri.

c. Sumber penyalaan.

Proses pembakaran hanya dapat terjadi bila bahan bakar dan oksigen yang berada atau diatas temperatur penyalaan atau dinyalakan oleh sumber penyalaan.  Sumber ini dapat berupa percikan api, api, bara atau metal yang membara.   

Ketiga unsur tersebut biasa disebut dengan segitiga api.  Pada kondisi tertentu bahan bakar dapat terbakar dengan sendirinya tanpa bantuan sumber penyalaan. Pembakaran semacam ini disebut pembakaran spontan. Pembakaran spontan dapat terjadi apabila terdapat oksigen yang kontak langsung dengan bahan bakar serta temperatur bahan bakar disebabkan oleh tekanan atau reaksi kimia yang menghasilkan panas.    

Kenaikan temperatur material combustible dapat disebabkan oleh tekanan atau reaksi kimia yang menghasilkan panas.  Laju pembakaran dan efisiensi pembakaran tergantung pada :  

- Waktu (time).

Setiap reaksi kimia memerlukan waktu tertentu untuk terjadinya dan dalam hal pembakaran, bubuk batubara (pf) harus berada dalam zona pembakaran didalam ruang bakar cukup lama agar terbakar semuanya. Kurangnya turbulensi atau ukuran partikel pf yang terlalu besar akan menyebabkan pembakaran masih terjadi di bagian atas ruang bakar dan laluan gas.  

- Temperatur.

Agar memungkinkan terjadinya pembakaran suatu zat, temperatur zat tersebut harus berada atau diatas tingkat tertentu untuk mendukung terjadinya reaksi pembakaran. Temperatur ini tergantung pada peningkatan kimia zat tersebut atau temperatur penyalaan. Kegagalan mencapai temperatur penyalaan akan menyebabkan masuknya bahan bakar yang bercampur dengan udara di ruang bakar sehingga dapat menimbulkan berbagai masalah nantinya.  

- Turbulensi.

Oksigen yang dipasok udara ke ruang bakar mungkin melintas langsung tanpa kontak dengan bahan bakar. Turbulensi secara umum mencampur udara dan bahan bakar agar terjadi pembakaran yang sempurna.Pertikel pf yang lebih berat cenderung mengendap didalam pipa menuju burner. Untuk mencegah hal ini, maka aliran campuran udara/pf  di pusar (swirled) didalam burner. Selanjutnya turbulensi dilakukan dengan memusar aliran udara sekunder.

Demikian penjelasan mengenai proses pembakaran atau teori segitiga api, semoga bermanfaat bagi para pembaca sekalian. Baca juga : 4 Kriteria Memilih Jodoh. No 1 Paling Diutamakan

Artikel Terkait