Kriteria Atau Kualitas Air Yang Digunakan Pada PLTU

DUNIA PEMBANGKIT LISTRIK - Air adalah modal utama bagi pembangkit tenaga uap dalam menghasilkan atau mendukung memproduksi listrik. Namun, air yang digunakan untuk memproduksi tenaga listrik harus sesuai standar yang dianjurkan. Air yang tidak sesuai kriteria akan mempengaruhi umur unit sekaligus keandalan unir PLTU.


Gambar. Ilustrasi

STANDAR KIMIA AIR PENGISI DAN AIR KETEL 

Kriteria air atau kualitas air yang digunakan pada Pusat Listrik Tenaga Uap, akan mempengaruhi umur unit dan keandalan unit PLTU. Di bawah ini ditunjukkan akibat yang ditimbulkan karena tidak terpenuhinya persyaratan kualitas air :

Tabel 1. Butir analisis air akibat tidak memenuhi persayaratan 

NO
BUTIRAN ANALISA
DILUAR RENTANG STANDAR
TERLALU RENDAH
TERLALU TINGGI
1
Silica- SiO2 dalam air uap
Baik
Cary over pengerakan sudu turbin tekanan menengah dan rendah.

Silica- SiO2 dalam air ketel
Baik
Pengerakan pipa ketel

Silica- SiO2 dalam air mentah
Baik
2
Phosphate dalam air kecil
Korosi pH rendah
Foaming, pengerakan carry over
3
pH dalam air pengisi, kondensat, ketel
Korosi
Foaming, pengerakan carry over
4
Fe dalam air kondensat
Baik
Telah terjadi korosi
5
Oksigen dalam air pengisi
Baik
Korosi oksigen
6
Cu dalam air kondensat
Baik
Telah terjadi korosi pada pipa penukar kalor
7
Carbon Dioksida (CO2)
Baik
Korosi karbon dioksida

Conduktivity air pengisi dan kondensat
Korosi pH rendah (tidak terdapat sisa hidrasin)
 Pengerakan - Foaming - Kebocoran condensor

Conduktivity air ketel
Korosi pH rendah (tidak terdapat sisa phosphate)
Pengerakan - Foaming - Carry Over

Conduktivity air uap
Baik
Carry Over - Pengerakan di sisi super Heater
8
Kesadahan air ketel
Baik (harus nol)
 - Korosi Chlorida - Pengerakan - Foaming - Carry Over
9
Hydrazin dalam air pengisi
Korosi oksigen
Amonia attack pada pipa yang terbuat dari tembaga
10
Amoniak dalam air kondensat
pH rendah untuk PLTU – PLTU yang pengaturan pH-nya dengan amoniak
Pemakaian amoniak terlalu tinggi
11
Chlorida
Baik
Korosi chlorida - Indikasi kebocoran kondensor




























































Air yang digunakan di PLTU harus memenuhi persyaratan. Adapun sampel air yang diperiksa di labotarium PLTU berupa :

- Air kondensat
- Air ketel
- Air pengisi ketel
- Air penambah

Persyaratan kualitas air tergantung dari tekanan kerja ketel, makin tinggi tekanan kerja ketel makin ketat persyaratan kualitas air. 


STANDAR AIR KONDENSAT

Untuk ketel bertekanan 170 Kg / cm2

1. Air Kondensat :

pH    = 9,2 – 9,5
Conductivity,  SC  = < 10  μ mho / cm
Conductivity,  CC  = < 0,3 μ mho / cm
Silica (SiO2)   = < 0,02 ppm
Oksigen terlarut  = < 0,015 ppm
Tembaga (Cu)   = < 0,01
Besi    = < 0,02 


2. Standar Air Penambah

Untuk ketel bertekanan 170 Kg / cm2

Air Penambah :
pH    = 7
Conductivity   = < 0,3  μ mho / cm
Silica (SiO2)   = < 0,02


STANDAR AIR PENGISI KETEL

  a. Untuk ketel dengan tekanan 40, 60, dan 80 atm.

Air pengisi ketel : 

Tekanan Kerja (atm)
40 atm
60 atm
 80 atm
Oksigen terlarut (ppm)
< 0,02 
< 0,02 
< 0,02 
Total besi (ppm)
< 0,05 
< 0,05 
< 0,001
Total tembaga (ppm)
< 0,01
< 0,01
< 0,005
pH pada 25 celcius (ppm)
 8 – 9 
 8 – 9 
 8 – 9 
Silika (ppm)
< 0,02
< 0,02
< 0,02
Conduktivity ( μ s / cm )
< 1,0
< 0,5
< 0,3
Chlorida (Cl-) ppm
-
-
-
Hydrazin  (N2H4) ppm
0,01 – 0,03
0,01 – 0,03
0,01 – 0,03

   









b. Untuk ketel bertekanan 170 Kg / cm2

Air Pengisi ketel :

pH    = 9,2 –  9,5
Conductivity, S C  = < 10  μ mho / cm
Silica (SiO2)   = < 0,02 ppm
Oksigen terlarut  = < 0,007
Hydrazin  (N 2H4)  = 0,03 – 0,05


STANDAR AIR KETEL

a. Untuk ketel dengan tekanan 40, 60 dan 80 atm.

air ketel : 


Tekanan Kerja (atm)
40 atm
60 atm
 80 atm
Silika (ppm)
-
< 10
< 4
Phospat (ppm)
< 10
< 10
< 3
Conduktivity ( μ s / cm )
-
< 2500
< 1150
pH
9 – 10
9 – 10
9 – 10


b. Untuk ketel dengan tekanan 170 Kg / cm2

Air ketel :

pH    = 9,2 –  9,5
Conductivity, S C  = < 20
Silica (SiO2)   = < 0,185
Phospat (PO4)   = < 0,007
Chlorida  (Cl)   = < 0,5

Main steam :

pH    = 9,2 –  9,5
Conductivity, S C  = < 10
Silica (SiO2)   = < 0,015

Demikian penjelasan mengenai standar atau kriteria air yang digunakan di pusat tenaga listrik uap. Semoga bisa bermanfaat bagi para pembaca semua. Baca juga : Sejarah perkembangan boiler pada PLTU

No comments:

Powered by Blogger.