25 February 2018

Faktor Penyebab Blocking Pada Area Line Pengisian Batu Bara

DUNIA PEMBANGKIT LISTRIK - Pada pembangkit listrik tenaga uap batu bara adalah bahan utama dalam mendukung memproduksi listrik. Dalam proses pengisian batu bara ke furnace unit bukanlah semudah membalikkan telapak tangan kita.



Gambar. Batu bara


Pada kesempatan ini saya akan menjelaskan mengenai faktor apa saja yang menyebabkan blocking pada line proses pengisian batu bara ke unit antara lain sebagai berikut :

1. Kondisi batu bara basah. Kondisi beginilah sangat riskan terhadap blocking pada peralatan. Batu bara basah akan terus melengket dan mengeras di dinding-dinding peralatan line pengisian batu bara ke unit.

2. Cuaca tidak menentu.

3. Ukuran batu bara yang terlalu besar. Dengan ukuran batu bara yang besar akan menghambat aliran batu bara jatuh ke mesin penghancur batu bara (crusher).

4. Peralatan yang abnormal. Tidak menutup kemungkinan peralatan bekerja dengan performa yang tinggi melainkan ada saatnya perlatan sakit atau membutuhkan maintenance agar peralatan tidak cepat rusak.

5. Kurangnya pengecekan kondisi peralatan sesuai instruksi kerja oleh operator lokal.

Demikan penjelasan mengenai faktor - faktor yang menyebabkan blocking pada peralatan line pengisian batu bataa untuk menyediakan suplai bahan bakar unit (furnace). Semoga bermanfaat.

23 February 2018

Pengertian dan Prinsip Kerja Gland Seal Fan

DUNIA PEMBANGKIT LISTRIK - Gland seal fan adalah peralatan yang berfungsi sebagai perapat poros turbin, hal ini dilakukan guna mengurangi kebocoran udara akan yang masuk ke turbin begitupun uap yang akan keluar ke atsmosfer.

Gland seal condensor berfungsi juga sebagai penukar panas/pemanas awal pada air kondensat dengan memanfaatkan uap bekas perapat poros sebagai media pemanasnya.



Gambar. Siklus PLTU


PRINSIP KERJA GLAND SEAL CONDENSOR

Gland seal condensor bekerja memanfaatkan uap (steam) sebagai perapat poros yang melalui labirin-labirin pada shaft turbin. Uap bekas perapat (gland heater), didalam gland heater terjadi proses pengembunan uap bekas perapat poros dengan memanfaatkan air kondensat yang dipompakan dengan CEP, kemudian uap yang berubah menjadi air dialirkan kembali menuju kondensor (hotwell) dan gas yang tidak terkondensasi dibuang melalui gland seal fan.


FUNGSI UTAMA GLAND SEAL FAN

Gland seal condensor berfungsi mengurangi kebocoran uap, khususnya pada celah shaft mengurangi masuknya udara ke dalam turbin begitupun uap yang akan keluar ke atmosfer.


PERALATAN PADA SISTEM GLAND SEAL

- Gland steam heater, berfungsi sebagai ruang kondensasi bekas uap perapat
- Stabilized pressure tank, berfungsi menstabilkan pressure uap perapat sebelum masuk ke dalam labirin
- Gland seal fan, berfungsi memvakumkan ruang pada gland steam heater


Demikian penjelasan mengenai gland seal fan. Semoga bermanfaat bagi para pembaca. Baca juga : Tipe - tipe boiler pada pembangkit listrik

20 February 2018

Turbin Supervisory

DUNIA PEMBANGKIT LSITRIK - Pada kesempatan kali ini saya akan membahas mengenai TURBIN SUPERVISORY. Turbin supervisory terbagi menjadi 3 aspek diantaranya sebagai berikut :

- Differential Expansion ( Perbedaan Pemuaian ) 

Fungsi didalam turbin, rotor yang dipasang didalam silinder dilengkapi bantalan aksial (thrust bearing), untuk mendekteksi perbedaan pemuain antara rotor dengan casing. Lokasi dimana bantalan aksial dipasang, dianggap sebagai titik referensi (tetap) rotor Pemuaian poros maupun casing diukur dari titik ini.

Karena turbin sering mangalami fluktuasi temperatur, maka rotor dan casing akan memuai dan menyusut pada kecepatan yang berbeda disebabkan oleh perbedaan massa, konfigurasi dan temperaturnya. Ini menyebabkan panjang relatifnya menjadi bervariasi. Oleh karena itu perbedaan pemuaiannya ( differential expantion ) juga dinaikan.

Pembacaan   

Indikator  differential expantion silinder diletakkan didepan silinder dan memberikan indikasi perbedaan panjang rotor dengan casing. Indikator differential expantion IP terpasang dibelakang silinder LP dan memberikan indikasi perbedaan panjang rotor IP dengan casing.

Interpretasi pada indikasi differential expantion tergantung pada skala yang dipakai oleh pabrik turbin. pada beberapa turbin, bila rotor memuai lebih dari pada casingnya maka indikator bergerak kearah negatif (pembaca akan menjadi lebih negatif atau berkurang positifnya). Sedangkan pada turbin yang lain pembacaannya akan bergerak kearah positif  (menjadi lebih positif atau berkurang negatif).



Gambar. Turbine



- Eccentricity 

Fungsi  pada sebuah turbin rotor secara radial dipasang didalam casing dan di ikat dengan bantalan journal. Setiap gerakkan radial yang terus menerus pada poros, yang disebabkan oleh bergeraknya bantalan atau bengkoknya poros, dikenal sebagai eccentricity (eksentrisitas).  Eksentrisitas adalah pergeseran pusat geometri dari poros yang berputar terhadap pusat rotasi imajinernya. Eccentricity meter mengukur besarnya pergeseran pusat geometri dari poros atau pelendutan (pembengkokan) poros. Detektor eksentrisitas biasanya dipasang pada ujung depan dari masing-masing rotor.

Pembacaan  

Bila mesin tersebut sekarang diputar oleh turning gear, maka pembengkokan sementara tersebut ditunjukan oleh eksentrisitas yang relatif tinggi, tergantung pada temperatur rotor atau casing dan lamanya diam. Begitu pemutaran poros berlangsung, temperatur rotor akan merata dan eksentrisitasnya lambat laun akan turun ke harga normalnya, hal ini tergantung pada besarnya pembengkokan permanen pada poros.

Batasan eksentrisitas telah ditentukan oleh pabrik turbin. Jadi apabila turbin beroperasi secara kontinyu diluar harga tersebut, dapat mengakibatkan kerusakan mesin.


- Vibrasi ( Getaran ) 


Terjadinya Vibrasi  

Rotor dan casing dipasang secara tetap pada pondasinya melalui bantalan. Bila ada ketidak seimbangan atau eksentrisitas akan timbul getaran.  Getaran juga dapat timbul dari faktor lain seperti bantalan yang sudah longgar atau rotor yang tidak balans.

Getaran adalah gerakan bolak balik relatif terhadap posisi semula ( Kondisi stationer/diam ). Getaran hampir selalu terjadi pada semua komponen mesin, getaran dinyatakan dalam berbagai besaran. Vibrasi meter mengukur besarnya getaran yang terjadi pada setiap bantalan.

Besaran yang dipergunakan biasanya adalah displacement, kecepatan (velocity), percepatan ( acceration ). Besarnya getaran pada turbin harus dipantau dan tidak boleh melampaui batas yang telah ditentukan, getaran yang tinggi melebihi batas akan menyebabkan rotor dan casing bersentuhan ( gesekan ) sehingga dapat merusak.

Pada saat start turbin kemungkinan timbul getaran tinggi akibat dari perubahan temperatur dan perubahan putaran, oleh karena itu pada saat start pemantauan getaran harus mendapat diperhatikan terus.


Demikian penjelasan mengenai TURBIN SUPERVISORY, semoga bisa bermanfaat bagi para pembaca.

18 February 2018

Tipe - Tipe Boiler Pada Sistem Pembangkit Listrik

DUNIA PEMBANGKIT LISTRIK - Boiler atau dikenal dengan ketel uap, adalah suatu peralatan yang bertujuan untuk merubah air menjadi uap yang berguna. Uap yang dihasilkan dapat digunakan sebagai penggerak atau untuk keperluan industri.

Bentuknya dari pada boiler adalah bejana tertutup, dimana kalor dari pembakaran bahan bakar dipindahkan ke air melalui ruang bakar dan bidang-bidang pemanas.


Gambar. Boiler pada PLTU 

TIPE - TIPE BOILER

1. Tipe Boiler Stoker adalah sistem pembakaran dengan memasukkan bahan bakar padat pada bed pembakaran yang tetap, udara yang digunakan untuk proses pembakaran dengan kecepatan yang kecil.

2. Tipe Boiler Pulverized. Bahan bakar pada Pulverized ini adalah bahan bakar yang berbentuk tepung halus, bahan bakar tersebut bercampur dengan udara di burner yang kemudian menuju boiler. Aliran bahan bakar yang menuju furnace boiler bercampur dengan udara dan terbakar difurnace.

3. Tipe Boiler Fluidized Bed (CFD).
    
    - Circulating : proses sirkulasi bed material dan batu bara yang belum habis terbakar dari furnace masuk cyclone kemudian turun ke seal pot dan kembali ke furnace.

    - Fluidized : penghembusan udadra primer untuk menjaga bed material dan batu bara tetap melayang didalam furnace.

    - Bed : material yang berupa partikel-partikel kecil (pasir kuarsa, bottom ash) yang digunakan sebagai media transfer panas dari pembakaran HSD ke pembakaran batu bara.


BAGIAN UTAMA BOILER TIPE CFD

a. Furnace.
    Komponen utama wall tube, panel evaporator, panel superheater.

b. Cyclone.
    Komponen utama cyclone, seal pot, seal pot duct.

c. HRA atau backpass.
    Komponen utama finishing superheater, low temperature superheater, economizer, tubular air heater.


KONSEP PEMBAKARAN BOILER CFB

Proses pembakaran yang terjadi pada boiler CFD dapat dijelaskan sebagai berikut, pasir sebagai bed material pertama kali akan dipanaskan oleh pembakaran burner sampai temperatur bed 500 derajat celcius.

Fungsi pasir adalah sebagai media penyerap panas, penyimpan panas dan pelepas panas. Setelah temperatur bed tercapai 500 derajat celcius maka batu bara dapat dimasukkan secara perlahan-lahan dengan jumlah yang minimum. Dan kenaikan temperatur harus tetap dijaga maks. 5 derajat celcius/menit.

Demikian penjelasan mengenai tipe - tipe boiler pada PLTU. Semoga bisa bermanfaat bagi para pembaca. Baca juga : Pengertian AMR

17 February 2018

Teori Segitiga Api

DUNIA PEMBANGKIT LISTRIK - Teori pembakaran merupakan pengetahuan yang penting dalam rangkan memahami proses pembakaran secara benar.  Namun sebelum membahas mengenai proses pembakaran terlebih dahulu harus dipahami beberapa definisi dan konsep dasar yang akan ditemui dalam analisis proses pembakaran bahan bakar.  




Gambar. Segitiga Api


PROSES PEMBAKARAN

Pembakaran adalah reaksi kimia yang terjadi jika material mudah terbakar (combustible) berreaksi dengan oksigen sehingga menghasilkan sejumlah panas yang besar. Untuk mendukung terjadinya pembakaran diperlukan tiga kondisi yang harus dipenuhi secara bersamaan, yaitu :  

a. Adanya Oksigen.

Didalam kimia pembakaran kita memerlukan bercampurnya bahan bakar dengan oksigen. Tanpa oksigen pembakaran tidak akan terjadi. Didalam praktek, oksigen diperoleh dari udara  

b. Bahan bakar.

Bahan bakar hanya akan menyala apabila temperaturnya naik hingga sesuai dengan temperatur oksigen. Temperatur ini disebut sebagai ”temperatur penyalaan” (ignition temperature).  Semua material combustible mempunyai temperatur penyalaan sendirisendiri.

c. Sumber penyalaan.

Proses pembakaran hanya dapat terjadi bila bahan bakar dan oksigen yang berada atau diatas temperatur penyalaan atau dinyalakan oleh sumber penyalaan.  Sumber ini dapat berupa percikan api, api, bara atau metal yang membara.   

Ketiga unsur tersebut biasa disebut dengan segitiga api.  Pada kondisi tertentu bahan bakar dapat terbakar dengan sendirinya tanpa bantuan sumber penyalaan. Pembakaran semacam ini disebut pembakaran spontan. Pembakaran spontan dapat terjadi apabila terdapat oksigen yang kontak langsung dengan bahan bakar serta temperatur bahan bakar disebabkan oleh tekanan atau reaksi kimia yang menghasilkan panas.    

Kenaikan temperatur material combustible dapat disebabkan oleh tekanan atau reaksi kimia yang menghasilkan panas.  Laju pembakaran dan efisiensi pembakaran tergantung pada :  

- Waktu (time).

Setiap reaksi kimia memerlukan waktu tertentu untuk terjadinya dan dalam hal pembakaran, bubuk batubara (pf) harus berada dalam zona pembakaran didalam ruang bakar cukup lama agar terbakar semuanya. Kurangnya turbulensi atau ukuran partikel pf yang terlalu besar akan menyebabkan pembakaran masih terjadi di bagian atas ruang bakar dan laluan gas.  

- Temperatur.

Agar memungkinkan terjadinya pembakaran suatu zat, temperatur zat tersebut harus berada atau diatas tingkat tertentu untuk mendukung terjadinya reaksi pembakaran. Temperatur ini tergantung pada peningkatan kimia zat tersebut atau temperatur penyalaan. Kegagalan mencapai temperatur penyalaan akan menyebabkan masuknya bahan bakar yang bercampur dengan udara di ruang bakar sehingga dapat menimbulkan berbagai masalah nantinya.  

- Turbulensi.

Oksigen yang dipasok udara ke ruang bakar mungkin melintas langsung tanpa kontak dengan bahan bakar. Turbulensi secara umum mencampur udara dan bahan bakar agar terjadi pembakaran yang sempurna.Pertikel pf yang lebih berat cenderung mengendap didalam pipa menuju burner. Untuk mencegah hal ini, maka aliran campuran udara/pf  di pusar (swirled) didalam burner. Selanjutnya turbulensi dilakukan dengan memusar aliran udara sekunder.

Demikian penjelasan mengenai proses pembakaran atau teori segitiga api, semoga bermanfaat bagi para pembaca sekalian. Baca juga : 4 Kriteria Memilih Jodoh. No 1 Paling Diutamakan

16 February 2018

Kriteria Atau Kualitas Air Yang Digunakan Pada PLTU

DUNIA PEMBANGKIT LISTRIK - Air adalah modal utama bagi pembangkit tenaga uap dalam menghasilkan atau mendukung memproduksi listrik. Namun, air yang digunakan untuk memproduksi tenaga listrik harus sesuai standar yang dianjurkan. Air yang tidak sesuai kriteria akan mempengaruhi umur unit sekaligus keandalan unir PLTU.


Gambar. Ilustrasi

STANDAR KIMIA AIR PENGISI DAN AIR KETEL 

Kriteria air atau kualitas air yang digunakan pada Pusat Listrik Tenaga Uap, akan mempengaruhi umur unit dan keandalan unit PLTU. Di bawah ini ditunjukkan akibat yang ditimbulkan karena tidak terpenuhinya persyaratan kualitas air :

Tabel 1. Butir analisis air akibat tidak memenuhi persayaratan 

NO
BUTIRAN ANALISA
DILUAR RENTANG STANDAR
TERLALU RENDAH
TERLALU TINGGI
1
Silica- SiO2 dalam air uap
Baik
Cary over pengerakan sudu turbin tekanan menengah dan rendah.

Silica- SiO2 dalam air ketel
Baik
Pengerakan pipa ketel

Silica- SiO2 dalam air mentah
Baik
2
Phosphate dalam air kecil
Korosi pH rendah
Foaming, pengerakan carry over
3
pH dalam air pengisi, kondensat, ketel
Korosi
Foaming, pengerakan carry over
4
Fe dalam air kondensat
Baik
Telah terjadi korosi
5
Oksigen dalam air pengisi
Baik
Korosi oksigen
6
Cu dalam air kondensat
Baik
Telah terjadi korosi pada pipa penukar kalor
7
Carbon Dioksida (CO2)
Baik
Korosi karbon dioksida

Conduktivity air pengisi dan kondensat
Korosi pH rendah (tidak terdapat sisa hidrasin)
 Pengerakan - Foaming - Kebocoran condensor

Conduktivity air ketel
Korosi pH rendah (tidak terdapat sisa phosphate)
Pengerakan - Foaming - Carry Over

Conduktivity air uap
Baik
Carry Over - Pengerakan di sisi super Heater
8
Kesadahan air ketel
Baik (harus nol)
 - Korosi Chlorida - Pengerakan - Foaming - Carry Over
9
Hydrazin dalam air pengisi
Korosi oksigen
Amonia attack pada pipa yang terbuat dari tembaga
10
Amoniak dalam air kondensat
pH rendah untuk PLTU – PLTU yang pengaturan pH-nya dengan amoniak
Pemakaian amoniak terlalu tinggi
11
Chlorida
Baik
Korosi chlorida - Indikasi kebocoran kondensor




























































Air yang digunakan di PLTU harus memenuhi persyaratan. Adapun sampel air yang diperiksa di labotarium PLTU berupa :

- Air kondensat
- Air ketel
- Air pengisi ketel
- Air penambah

Persyaratan kualitas air tergantung dari tekanan kerja ketel, makin tinggi tekanan kerja ketel makin ketat persyaratan kualitas air. 


STANDAR AIR KONDENSAT

Untuk ketel bertekanan 170 Kg / cm2

1. Air Kondensat :

pH    = 9,2 – 9,5
Conductivity,  SC  = < 10  μ mho / cm
Conductivity,  CC  = < 0,3 μ mho / cm
Silica (SiO2)   = < 0,02 ppm
Oksigen terlarut  = < 0,015 ppm
Tembaga (Cu)   = < 0,01
Besi    = < 0,02 


2. Standar Air Penambah

Untuk ketel bertekanan 170 Kg / cm2

Air Penambah :
pH    = 7
Conductivity   = < 0,3  μ mho / cm
Silica (SiO2)   = < 0,02


STANDAR AIR PENGISI KETEL

  a. Untuk ketel dengan tekanan 40, 60, dan 80 atm.

Air pengisi ketel : 

Tekanan Kerja (atm)
40 atm
60 atm
 80 atm
Oksigen terlarut (ppm)
< 0,02 
< 0,02 
< 0,02 
Total besi (ppm)
< 0,05 
< 0,05 
< 0,001
Total tembaga (ppm)
< 0,01
< 0,01
< 0,005
pH pada 25 celcius (ppm)
 8 – 9 
 8 – 9 
 8 – 9 
Silika (ppm)
< 0,02
< 0,02
< 0,02
Conduktivity ( μ s / cm )
< 1,0
< 0,5
< 0,3
Chlorida (Cl-) ppm
-
-
-
Hydrazin  (N2H4) ppm
0,01 – 0,03
0,01 – 0,03
0,01 – 0,03

   









b. Untuk ketel bertekanan 170 Kg / cm2

Air Pengisi ketel :

pH    = 9,2 –  9,5
Conductivity, S C  = < 10  μ mho / cm
Silica (SiO2)   = < 0,02 ppm
Oksigen terlarut  = < 0,007
Hydrazin  (N 2H4)  = 0,03 – 0,05


STANDAR AIR KETEL

a. Untuk ketel dengan tekanan 40, 60 dan 80 atm.

air ketel : 


Tekanan Kerja (atm)
40 atm
60 atm
 80 atm
Silika (ppm)
-
< 10
< 4
Phospat (ppm)
< 10
< 10
< 3
Conduktivity ( μ s / cm )
-
< 2500
< 1150
pH
9 – 10
9 – 10
9 – 10


b. Untuk ketel dengan tekanan 170 Kg / cm2

Air ketel :

pH    = 9,2 –  9,5
Conductivity, S C  = < 20
Silica (SiO2)   = < 0,185
Phospat (PO4)   = < 0,007
Chlorida  (Cl)   = < 0,5

Main steam :

pH    = 9,2 –  9,5
Conductivity, S C  = < 10
Silica (SiO2)   = < 0,015

Demikian penjelasan mengenai standar atau kriteria air yang digunakan di pusat tenaga listrik uap. Semoga bisa bermanfaat bagi para pembaca semua. Baca juga : Sejarah perkembangan boiler pada PLTU