04 November 2017

Pengertian, Cara Kerja Dan Bagian-Bagian Electrostatic Precipitator (ESP) - Dunia Pembangkit Listrik

Flash back sebentar sebelumnya saya pernah kerja di pabrik perakitan motor tapi itu dulu sekarang banting setir kerja di pembangkit listrik (rezeqi nya disini). Jujur bekerja dikepembangkitan ternyata banyak ilmu yang didapat tidak hanya bisa mengoperasikan, mengecek tetapi kita dituntun juga agar bisa menyelesaikan serta menganalisa masalah. Maka dari itu, pada kesempatan kali ini saya akan membahas sedikit materi tentang Electrostatic Precipitator (ESP).


Gambar. Bagian-bagian ESP


DUNIA PEMBANGKIT LISTRIKElectrostatic Precipitator (ESP) adalah salah satu alternatif penangkap debu dengan efisieni tinggi (mencapai diatas 90%) dan rentan partikel yang didapat cukup besarDengan menggunakan sistem ESP ini, maka jumlah debu yang keluar dari cerobong hanya sekitar 0,16% ( dimana efektifitas penangkapan debu mencapai 99,84% )
Sistem ini berfungsi sebagai pemisah abu dimana dari hasil gas buang yang berasal dari boiler yang akan dikeluarkan melalui stack harus berupa udara yang tidak terkandung bahan berbahaya seperti fly ash ini. Oleh karna itu sistem Elektro Statis pricipitator ini sangat berpengaruh bagi pembangkit semacam pltu agar tidak mencemarkan udara.

PRINSIP KERJA ESP

Menangkap gas buang(fly ash) melalui suatu  medan magnet yang terbentuk antara discharge electrode dan collector plat, fly ash yang mengandung partikel debu pada awalnya tidak bermuata/ netral dan pada saat melewati medan listrik,partiekel debu tersebut menjadi muatan negatif(-).
Partikel debu yang sekarang bermuatan negatif kemudian menempel pada plat plat yang bermuatan positif(+).Debu yang menempel pada plat plat tersebut selanjutnya akan digetarkan menggunakan rapping supaya jatuh ke hopper dan selanjutnya di salurkan ke fly ash silo dengan bantuan udara bertekanan (compresor).
PROSES TERBENTUKNYA MEDAN MAGNET

1. Terdapat dua jenis electrode, yaitu discharge electroda yang bermuatan negatif dan plate electrode bermuatan positif.
2. Discharger electrode diletakan diantara colector plate pada jarak tertentu
3. Discharge electrode doberi listrik arus searah dengan muatan minus
4. Colector plate ditanahkan agar bermuatan positif
5. Dengan demikian, pada saat discharger electrode diberi arus DC, maka listrik terbentuk pada ruang yang berisi tirai tirai electrode tersebut dan partikel partikel debu akan tertarik pada pelat-pelat tersebut, gas bersih kemudian bergerak ke cerobong asap.

BAGIAN-BAGIAN ESP

1. Discharge electrode adalah suatu alat di dalam ESP yang di aliri tegangan bermuatan negatif.
2. Plate collector electrod adalah suatu plat  baja di dalam ESP yang di aliri  tegangan  positif yang berfungsi untuk menangkap abu.
3. Rapping adalah alat untuk menggetarkan abu yang menempel pada plat plat yang ada pada esp.
4. Hopper adalah bak penampung abu sementara sebelum abu masuk ke transporter.

Baca juga : Pengertian K3 (Kesehatan, Keselamatan, dan Keamanan Kerja)

PERALATAN PENDUKUNG LAINNYA

1. TransporterAdalah tempat penampungan abu sementara sebelum abu tersebut di salurkan ke fly ash silo.
Gambar. Transporter


2. Fly ash silo. Adalah tempat penampung terakhir abu   dari ESPLevel fly ash silo adalah :8m


Gambar. Fly ash silo

Demikian penjelasan mengenai Electrostatic Precipitator (ESP). Semoga bisa bermanfaat bagi para pembaca sekalian. Saran & kritik silahkan klik di sini.

5

¨

Artikel Terkait