ADS 11

Sistem Hidrolik pada Dump Truck

DUNIA PEMBANGKIT LISTRIK - Sistem hidrolik merupakan suatu bentuk perubahan atau pemindahan daya dengan menggunakan media penghantar berupa oli untuk memperoleh daya yang lebih besar dibandingkan daya awal yang dikeluarkan.

Dump Truck
Oli penghantar ini dinaikkan tekanannya oleh pompa pembangkit tekanan yang kemudian diteruskan ke silinder kerja melalui pipa-pipa saluran dan katup-katup. Gerakan translasi batang piston dari silinder yang diakibatkan oleh tekanan oli pada ruang silinder untuk gerak maju dan mundur.
Sistem yang dikembangkan dari hukum Pascal ini menjadi salah satu ilmu yang vital penggunaannya di dunia industri, termasuk otomotif dan kontruksi. Dalam dunia konstruksi, hidrolik juga dipakai pada traktor, trailer, crane, dan alat-alat lain. Dunia trucking sangat dibantu dengan hadirnya sistem ini.
Salah satunya adalah dump truck. Dump truck adalah sebuah truk yang mempunyai bak material yang dapat dimiringkan sehingga untuk menurunkan material hanya dengan hanya memiringkan bak sehingga muatannya dapat meluncur ke bawah. Berdasar informasi owner Alindo Hidroutech, Kristina Ayuk, pompa hidrolik terdiri dari beberapa komponen dasar.

Komponen Dasar Sistem Hidrolik 
1. Pompa Hidrolik
Pompa umumnya digunakan untuk memindahkan sejumlah volume cairan yang digunakan agar suatu cairan tersebut memiliki bentuk energi. Pompa hidrolik berfungsi untuk mengisap oli hidrolik yang akan disirkulasikan dalam sistem hidrolik. Sistem hidrolik merupakan siklus yang tertutup karena oli disirkulasikan ke rangkaian hidrolik selanjutnya dikembalikan ke tangki penyimpan oli. Ada beberapa jenis pompa hidrolik, sebagai berikut.
a. Pompa Roda Gigi
Pompa ini terdiri dari dua buah roda gigi yang dipasang saling merapat. Perputaran roda gigi yang saling berlawanan arah akan mengakibatkan vakum pada sisi isap, akibatnya oli akan terisap masuk ke dalam ruang pompa, selanjutnya dikompresikan ke luar pompa hingga tekanan tertentu. Tekanan pompa hidrolik dapat mencapai 100 bar.
b. Pompa Sirip Burung
Pompa ini terdiri dari banyak sirip yang bergerak fleksibel di dalam rumah pompanya. Bila volume di ruang pompa membesar, terjadi penurunan tekanan, oli hidrolik akan terisap masuk, kemudian diteruskan ke ruang kompresi. Oli yang bertekanan akan dialirkan ke sistem hidrolik.
c. Pompa Torak Aksial
Pompa hidrolik ini akan mengisap oli melalui pengisapan yang dilakukan oleh piston yang digerakkan oleh poros rotasi. Gerak putar dari poros pompa diubah menjadi gerakan torak translasi, kemudian terjadi langkah isap dan kompresi secara bergantian.
d. Pompa Torak Radial
Pompa ini berupa piston-piston yang dipasang secara radial, bila rotor berputar secara eksentrik, piston pada stator akan mengisap dan mengompresi secara bergantian. Gerakan torak ini akan berlangsung terus-menerus sehingga menghasilkan aliran oli berkelanjutan.
e. Pompa Sekrup
Pompa ini memiliki dua rotor yang saling berpasangan atau bertautan; yang satu mempunyai bentuk cekung, sedangkan lainnya berbentuk cembung sehingga dapat memindahkan oli secara aksial ke sisi lainnya. Kedua rotor itu identik dengan sepasang roda gigi helix yang saling bertautan.
2. Aktuator Hidrolik
Seperti halnya pada sistem pneumatik, aktuator hidrolik dapat berupa silinder hidrolik, maupun motor hidrolik. Silinder hidrolik bergerak secara translasi sedangkan motor hidrolik bergerak secara rotasi. Dilihat dari daya yang dihasilkan aktuator hidrolik memiliki tenaga yang lebih besar (dapat mencapai 400 bar atau 4×107 Pa), dibanding pneumatik.
3. Silinder Hidrolik Penggerak Ganda
Silinder hidrolik penggerak ganda akan melakukan gerakan maju dan mundur akibat adanya aliran hidrolik yang dimasukkan pada sisi kiri (maju) dan sisi kanan (mundur). Tekanan oli akan diteruskan melalui torak selanjutnya menjadi gerakan mekanik melalui stang torak. Gerakan maju dan mundur dari gerakan stang torak ini dapat digunakan untuk berbagai keperluan dalam proses produksi, seperti mengangkat, menggeser, menekan, dll. Karena daya yang dihasilkan besar, silinder ini banyak digunakan pada peralatan berat, seperti, dump truck, buldoser, dan bego.
Instalasi pompa hidrolik, yaitu kopling, tangki hidrolik, baffle plate, dan filter.

Prinsip Kerja Dump Truck
1. Gerakan Travelling (Gerakan Jalan)
Gerakan yang dimaksud adalah gerakan berjalan dump truck untuk mengangkut muatan dari satu tempat menuju tempat lain untuk memindahkan dan menumpahkan muatan tersebut. Gerakan tersebut dimulai dari sumber tenaga yang dinamakan dengan mesin penggerak. Mesin ini akan memutar poros penggerak, kemudian melalui kopling akan menggerakkan transmisi roda gigi yang diatur oleh handle gigi. Transmisi ini memutar roda-roda dump truck untuk berjalan dan memindahkan muatan, melalui poros propeller dan gigi diferensial.
2. Gerakan Dumping atau Menumpahkan Muatan
Pada saat menumpahkan muatan dengan pengangkatan bak, dump truck menggunakan sistem hidrolis. Sistem ini merupakan pemindah daya dengan menggunakan zat cair atau oli sebagai perantaranya. Sistem hidrolis merupakan pengubahan tenaga dari tenaga hidrolis menjadi mekanis.
Dengan gerakan dumping yang berprinsip kerja sistem hidrolis tersebut, muatan akan dengan mudah meluncur ke bawah. Saat memiringkan muatan tersebut sistem hidrolis didapatkan dari mesin penggerak kemudian diteruskan pada mekanisme roda gila untuk menggerakkan pompa hidrolik. Pompa tersebut akan mendorong atau mengalirkan oli menuju katup pengontrol. Dari katup inilah aliran oli akan diatur oleh tekanan minyak oli yang masuk ke dalam silinder hidrolik. Tekanan minyak yang telah diatur tersebut akan mendorong silinder hidrolik untuk menumpahkan muatan material yang ada dalam bak truk.

Sistem Hidrolik, Baguskah?
Sistem hidrolik memiliki banyak kelebihan. “Sistem ini merupakan salah sistem yang paling banyak digunakan dalam industri mana pun. Hidrolik sangat membantu mekanisme kerja perangkat,” ungkap Bambang Prasetya, kepala mekanik salah satu karoseri di Surabaya. Sistem ini sebagai sumber kekuatan untuk banyak variasi pengoperasian. Kelebihan sistem hidrolik sebagai berikut.
1) Bila dibandingkan dengan metode tenaga mekanik, tenaga mekanik mempunyai kelemahan pada penempatan posisi tenaga transmisinya. Lain halnya dengan tenaga hidrolik, saluran-saluran tenaga hidrolik dapat ditempatkan di tiap tempat, tanpa menghiraukan posisi poros terhadap transmisi tenaganya seperti pada sistem tenaga mekanik. Tenaga hidrolik lebih fleksibel dalam segi penempatan transmisi tenaganya.
2) Dalam sistem hidrolik, gaya yang sangat kecil dapat digunakan untuk menggerakkan atau mengangkat beban yang sangat berat dengan cara mengubah sistem perbandingan luas penampang silinder. Hal ini tidak lain adalah karena kemampuan komponen-komponen hidrolik pada kecepatan dan tekanan yang sangat tinggi.
3) Sistem hidrolik menggunakan minyak mineral sebagai media pemindah gayanya. Pada sistem ini bagian-bagian yang bergesekan terselimuti oleh lapisan minyak (oli) sehingga pada bagian-bagian tersebut dengan sendirinya akan terlumasi. Sistem inilah yang akan mengurangi angka gesekan.
4) Beban dengan mudah dikontrol memakai katup pengatur tekanan. Karena apabila beban lebih tidak segera diatasi akan merusak komponen-komponen itu sendiri. Sewaktu beban melebihi kemampuan penyetelan katupnya, pemompaan langsung dihantarkan ke tangki dengan batas-batas tertentu terhadap gayanya.
5) Dengan sistem hidrolik, begitu pompa tidak mampu mengangkat, beban berhenti dan dapat dikunci di posisi mana saja. Lain halnya dengan motor listrik, dalam keadaan jalan tiba-tiba dipaksa untuk berhenti.
6) Mudah dalam pemasangan.
7) Ringan.
8) Sedikit perawatan.
9) Tidak berisik.
Sedangkan kekurangan sistem hidrolik adalah sebagai berikut.
1) Harga mahal karena menggunakan oli.
2) Apabila terjadi kebocoran, akan mengotori sistem sehingga sistem hidrolik jarang digunakan pada industri makanan maupun obat-obatan.
Berikut beberapa tips dari Bambang agar perangkat hidrolik pada dump truk berumur panjang.
1. Cek secara berkala oli pelumas
Pemeriksaan oli secara berkala menjadi yang utama dalam sistem hidrolik karena oli adalah bagian penting untuk mekanime pemindah gaya.
2. Cek secara berkala grace (stempet) pada bagian mekanisme.
Grace untuk melumasi dan melapisi bagian logam yang bergesekan pada sistem hidrolik.
3. Usahakan pada saat bongkar muat memilih tempat yang datar.
Pemilihan tempat yang tidak rata akan memengaruhi daya dorong pompa hidrolik yang tidak seimbang, ini jelas akan memperpendek umur hidrolik.
4. Beban muatan tidak melebihi tonase.
Tonase beban dump truk sudah disesuaikan dengan kemampuan pompa hidrolik. Pemuatan beban melebihi tonase akan mengganggu komponen hidrolik secara keseluruhan. Makin sering, hidrolik cepat rusak.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Sistem Hidrolik pada Dump Truck"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel