22 September 2017

Apa itu BOTTOM ASH COOLER ?

Bagaimana Bottom Ash terbentuk ?


1. Adanya kandungan bebatuan, kerikil, pasir dan abu dalam batubara apabila dibakar akan meninggalkan sisa pembakaran yang disebut fly ash dan bottom ash.

2. Fly ash merupakan abu ringan dan halus yang kemudian di salurkan ke ESP dan dibuang ke Fly Ash Silo.

3. Sedangkan Bottom ash agak berat dan kasar dibuang ke Bottom Ash Silo melalui Bottom Ash Cooler dan Chain Bucket Conveyor.


Fungsi dari bottom ash cooler yaitu :


1. Bottom ash di dalam furnace bertemperatur sangat tinggi (>800 ’C) sehingga
tidak dapat langsung dibuang.

2. Bottom Ash Cooler berfungsi untuk mendinginkan bottom ash dari temperatur
> 800 ‘C menjadi < 100 ‘C sebelum dibuang ke bottom ash silo melalui chain
bucket conveyor.



Bagian - bagian dari bottom ash cooler antara lain sebagai berikut :

Inlet & Outlet Cooling Water

Berfungsi sebagai saluran masuk dan keluar air pendingin ke dalam bottom
ash cooler. Air pendingin yang dipakai berasal dari sistem pendingin bantu
(CCWP)

Input Ash Valve

Berfungsi sebagai saluran masuk bottom ash dari bottom furnace menuju
cooler. Bukaan valve tersebut harus diatur perlahan karena temperatur sangat
tinggi.

Chain Bucket Conveyor.

Berfungsi sebagai alat transportasi bottom ash menuju bottom ash silo.

Bottom Ash Silo.

Berfungsi sebagai tempat penyimpanan sementara bottom ash yang telah
didinginkan oleh cooler. Bottom ash selanjutnya akan diangkut menggunakan
dump truck dan dibuang di ash yard.

Artikel Terkait