Skip to main content

Apa itu Black Out ?

Duniapembangkitlistrik.blogspot.com- Mati listrik atau sering disebut “mati lampu” merupakan hal yang tidak menyenangkan bagi banyak orang, terlebih lagi bagi para pelaku bisnis dan industri, atau dalam istilah kelistrikan disebut Black Out. Kenapa Black Out dapat terjadi? apa yang menyebabkan Black Out?
Black Out atau padam total adalah keadaan dimana hilangnya seluruh sumber tenaga pada suatu sistem tenaga listrik. Karena proses bisnis PLN yang kompleks dari hulu ke hilir, antara lain dibagi menjadi 3 bagian, yaitu Pembangkitan, Transmisi dan Distribusi, maka kehandalan tiap – tiap sistem harus dipertahankan dan dijaga, agar kontinuitas penyaluran tidak terganggu  dan terhindar dari padam total (Black Out).
Dari pengalaman saya bekerja selama 2 (dua) tahun di Bidang Distribusi PLN, maka saya ingin berbagi agar para pembaca  mengetahui apa saja penyebab – penyebab yang dapat mengakibatkan terjadinya Black Out.
Sisi hulu (Pembangkitan dan Transmisi)
Ketidaksiapan pembangkit merupakan salah satu penyebab padam listrik dari sisi hulu. Pada sistim Pembangkit Interkoneksi atau pembangkit yang saling terhubung satu sama lain, jika ada salah satu pembangkit jatuh maka pembangkit yang lain harus memikul beban pembangkit yang jatuh tersebut. Karena beban yang berlebih maka pembangkit lainnya juga ikut jatuh. Seperti halnya jika ada 2 (dua) orang yang mendayung satu sampan, jika satu orang tidak ikut mendayung maka yang lainnya akan merasa kelelahan akibat beban yang terlalu berat dan akhirnya sampan terbalik dihantam gelombang.
Untuk memulihkan sistim yang jatuh tadi juga memerlukan waktu, jadi kenapa jika saat terjadi mati listrik diharapkan pelanggan agar dapat bersabar. Contohnya untuk PLTM (Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro) tidak bisa serta merta setelah mati dapat langsung dihidupkan begitu saja setelah terjadi Black Out, oleh karena itu pembaca patut mengetahui suatu PLTM membutuhkan listrik dari pembangkit lain untuk memompa oli, membuka valve, menyalakan instrumen elektronik, dan sebagainya. Biasanya PLTM memerlukan pembangkit yang dapat melakukan Black Start atau pembangkit yang berfungsi sebagai penggerak mula (Prime Movers). Black start dilakukan oleh Generator yang digerakan oleh mesin Diesel yang notabanenya hanya memerlukan accu atau angin untuk melakukan start engine, yang kita kenal sebagai PLTD (Pembangkit Listrik Tenaga Diesel). Kemudian setelah PLTD beroperasi dan menghasilkan listrik, lalu dapat mensupply ke PLTM barulah sistem Interkoneksi dapat berjalan lagi. Selanjutnya tahap penormalan dilakukan agar supply energi listrik dapat tersalurkan sampai ke sisi pelanggan.
Sisi hilir (Distribusi) 
Kehandalan sistim Distribusi sama pentingnya dengan sistim pembangkitan, bak mata uang yang memiliki 2 sisi, keduanya harus berjalan saling mengisi. Motto dari bidang Distribusi yang selalu kami pegang adalah ” pantang padam, jika padam jangan lama, jika sudah menyala jangan padam lagi”.
Melokalisir gangguan agar tidak meluasnya pemadaman adalah tugas bidang Distribusi. Gangguan pada Jaringan Distribusi dapat diakibatkan oleh faktor Eksternal dan Internal.
Faktor Eksternal, antara lain :
PetirPepohonanPekerjaan/sumber lainBinatangPenggalian
Faktor Internal :
Dapat diakibatkan oleh kondisi komponen dan peralatan yang terpasang di jaringan, baik karena usia maupun karena kesalahan pemasangan (human error).
Dari beberapa hal diatas, gangguan jaringan yang paling banyak terjadi adalah gangguan yang diakibatkan oleh pohon, mulai dari dahan pohon yang menyentuh jaringan sampai pohon yang tumbang, yang mengakibatkan robohnya jaringan.  Untuk itu selayaknya sebagai sesama pengguna listrik dan selebihnya sebagai insan PLN saya menghimbau agar para pembaca bersama – sama dapat menjaga jaringan listrik yang ada disekitar kita, yaitu dengan tidak menanam pohon dibawah jaringan dan tidak menebang pohon yang ada didekat jaringan tanpa pemberitahuan kepada petugas PLN.
Oleh karena itu pada saat mati listrik atau kalo’ kata orang “mati lampu” para pembaca dapat mengetahui bahwa dibalik semua itu ada orang – orang yang sedang berjuang dan berusaha.
Dari hulu sampai hilir,
Dari pembangkitan sampai Distribusi
Agar listrik dapat menyala kembali.

Comments

Popular posts from this blog

Apa itu Coal Handling System Pada PLTU ?

DUNIA PEMBANGKIT LISTRIK- Pada PLTU berbahan bakar batu bara memerlukan devisi atau bagian unit kerja yang menangani hal tersebut yang disebut Coal Handling System.



Coal handling system adalah sistem yang menangani batu bara dalam suatu PLTU berbahan bakar batu bara. Didalam coal handling system diperlukan dengan berbagai macam peralatan utama maupun pendukung serta proteksi untuk menunjang aktivitas kerjanya.

Coal handling system terdiri dari 3 bagian area antara lain:
1. Unloading Area
    Seperti : dermaga, dermaga SU, SPJ (Semi Permanen Jetty), SPOJ (Semi Permanen Oil Jetty)
2. Coal Stock Area
   Seperti stacker, reclaimer, teleschopic, underground
3. Coal Bunker Unit

PERALATAN UTAMA COAL HANDLING SYSTEM.

• Belt Conveyor adalah suatu alat yang digunakan untuk mentransportasikan batu bara dari unloading area ke coal bunker. Belt conveyor memiliki peralatan utama diantaranya sebagai berikut:
a. Motor belt conveyor : sebagai penggerak utama belt conveyor.
  - fluid coupling sebagai pen…

Apa itu AMR ?

Duniapembangkitlistrik.blogspot.com - AutomaticMeterReading (AMR) merupakan salah satu solusi untuk bidang elektronika dalam melakukan pembacaan dan pemakaian energi listrik. Dimana pemakai Automatic Meter Reading (AMR) dapat memonitoring pemakaian daya listrik. Dalam pengoperasiannya sistem Automatic Meter Reading (AMR) melakukan pembacaan energi listrik dengan cara menurunkan terlebih dahulu tegangan listrik dari 40 KV menjadi 220 V menggunakan current transformer, kemudian tegangan dikonversikan menjadi data digital pada mesin meteran agar dapat diukur dengan parameter pengukuran seperti daya, energi, dll. Setelah ini data digital masuk ke bagian pengolahan dan komunikasi, pada bagian ini data digital dapat disimpan ke memori, ditampilkan lewat LCD display, atau dikirimkan ke database PLN lewat modem.



AMR (AutomaticMeterReading) merupakan aplikasi ini digunakan untuk pengendalian dan pemantauan tenaga listrik pada pelanggan. Apabila fasilitas ini digunakan oleh PLN, maka meter listr…

Jaringan Distribusi Listrik

Duniapembangkitlistrik.blogspot.com - Sistemdistribusi merupakan bagian dari sistem tenaga listrik. Sistem distribusi ini berguna untuk menyalurkan tenaga listrik dari sumber daya listrik besar (bulk power source) sampai ke konsumen.


Jadi fungsi distribusi listrik adalah:

1. Pembagian atau penyaluran tenaga listrik ke beberapa tempat (pelanggan).

2. Merupakan sub sistem tenaga listrik yang langsung berhubungan dengan pelanggan, karena catu daya pada pusat-pusat beban (pelanggan) dilayani langsung melalui jaringan distribusi.

Tenaga listrik yang dihasilkan oleh pembangkit listrik besar dengan tegangan dari 11 KV sampai 24 KV dinaikkan tegangannya oleh gardu induk dengan transformator penaik tegangan menjadi 70 KV, 154 KV, 220 KV atau 500 KV kemudian disalurkan melalui saluran transmisi.

Tujuan menaikkan tegangan adalah untuk memperkecil kerugian daya listrik pada saluran transmisi, dimana dalam hal ini kerugian daya adalah sebanding dengan kuadrat arus yang mengalir. Dengan daya yang s…

Pengertian Dan Fungsi Governor Pada Pembangkit Listrik

DUNIA PEMBANGKIT LISTRIK - Governor dalam sistem PLTU merupakan ekuipmen yang sangat penting. Governor merupakan pengatur besar kecilnya tekanan uap panas yang masuk ke dalam turbin, yang nantinya memutar generator. Untuk jelasnya sebagai berikut:

Governor pada sistem PLTU memiliki kegunaan utama sebagai pengatur besar kecilnya uap panas yang masuk turbin. Mudahnya bisa di analogikan seperti keran. Biasanya untuk mengatur besar kecilnya bukaan ini menggunakan tekanan oli atau seperti hidrolik. Dalam PLTU sistem hidrolik governor biasa di sebut dengan DEH (Digital Elektrik Hidrolik) System.






Pada governor terdiri dari  beberapa lubang yang terbuka perlahan sesuai dengan dorongan atau tekanan hidrolik. Steam yang mengalami kebocoran pada governor akan melalui jalur kebocoran atau leakage yang nantinya akan digunakan sebagai pemanas awal di gland seal.

Karena sering dilalui tekanan uap panas yang sangat tinggi governor amat rawan untuk mengalami kebocoran. Untuk melakukan perbaikan, jika ada…

Sensor - Sensor Yang Terdapat Pada Coal Feeder

DUNIA PEMBANGKIT LISTRIKCoal feeder berfungsi untuk mengatur jumlah batubara yang akan masuk ke dalam furnace. Jumlah batubara di atur sesuai dengan kebutuhan pembakaran pada furnace. Sistem pengaturan jumlah batubara pada coal feeder pada pltu barru dilakukan dengan cara fraksi berat. Pengaturan jumlah batubara berdasarkan fraksi berat menggunakan sensor gravimetric yang dapat mendeteksi berat dari batubara yang melewati konveyornya, coal feeder jenis ini biasa disebut dengan gravimetric feeder.



SENSOR - SENSOR YANG TERDAPAT PADA COAL FEEDER


1. Belt Break
Belt Break berfungsi untuk mendeteksi ada tidaknya putaran pada motor conveyor, dan mentripkan motor apabila selama 1 menit mendeteksi tidak adanya putaran pada motor.
   Masalah yang sering muncul pada sensor belt break adanya signal palsu. Cara mengatasinya dengan membersihkan pada ujung sensor belt break. Cara mengetes sensor belt break untuk mengetahui kalau sensor tersebut masih berfungsi dengan baik, ujung sensor dekatkan pada …