Skip to main content

Fuel Oil System Pada PLTU

BLO'S DUNIA PEMBANGKIT LISTRIK - Fuel oil sistem adalah proses penanganan fuel oil dari penerimaan, penyimpanan dan pemakaian fuel oil pada unit yang membutuhkan. secara umum proses fuel oil dapatdigolongkan menjadi tiga bagian diantaranya adalah Proses Undloading, Proses Transfer dan Proses Forwarding.
 
Di site HSD dipindah dari truk tangki menuju ke storage tank menggunakan unloading pump, kemudian dari storage tank HSD dipindah ke Daily Tank menggunakan transfer pump.
 
Beda antara storage dan daily yaitu pada penggunaannya, storage untuk penyimpanan dan daily untuk penggunaan unit. Untuk penggunaan pada unit (auxiliary boiler dan main boiler) HSD ditansfer oleh forwading pump  didalam pipeline oil system.



 Proses Undloading HSD
 
Proses Undloading bekerja pada saat penerimaa HSD, pada proses ini HSD dipompakan dari road tanker/truk tangki menggunakan unloading pump. Terdapat dua buah unloading pump yang masing-masing bekerja 100% sebelum masuk ke pompa unloading, HSD terlebih dahulu melewati check valve untuk menghindari aliran balik dari pompa ke road tanker saat pompa stop, kemudian masuk ke dalam simplex filter untuk penyaringan material padat ataupun endapan yang berada pada cairan, terdapat dua simplex filter pada proses unloading yang masing-masing mempunyai kemampuan penyaringan sekitar 200μm.
 
Setelah melewati filter HSD dipompakan menuju storage tank untuk penyimpanan. Pada sisi pipa keluar pompa terdapat pressure relief valve (PRV) yang berfungsi sebagai proteksi yang berkapasitas 2.8 bar, kemudian melalui check valve untuk mencegah aliran balik dari storage tank menuju pompa, setelah melewati check valve sebelum masuk storage tank HSD melewati flow meter untuk pembacaan kecepatan aliran dan jumlah total HSD yang dipompakan.
 
 

 Proses Transfer HSD
 
Proses transfer HSD adalah proses mengalirkan HSD dari storage tank menuju Daily Tank. Setelah proses unloading maka HSD akan tersimpan pada storage tank.  Pada proses transfer ini fluida sebelum memasuki Transfer Pump lebih dahulu masuk kedalam Duplex Filter untuk menyaring kotoran yang terbawa dari Depo pemasok HSD dengan kemampuan penyaringan mencapai 40μm, setelah bersih dari penyaringan maka fluida aman untuk dipompakan kemudian masuk ke Transfer Pump.
 
Terdapat dua Transfer Pump yang masing-masing bekerja 100%, pada sisi keluar Transfer Pump terdapat Pressure Relief Vale yang berfungsi untuk menjaga pompa dari kondisi over pressure kapasitas 38 kg/cm2.
 
Apabila pressure discharge pompa melebihi maka pressure relief valve akan membuka sehingga pressure berkurang karena fluida sebagian dialirkan melalui pressure relief valve tersebut dan Check valve yang berfungsi mencegah adanya aliran balik dari daily tank menuju pompa. Transfer pump tidak dapat bekerja ketika Level Switch dalam keadaan Low pada Storage Tank, ketika bekerja untuk pengisian Daily Tank, transfer pump akan stop apabila Level Switch pada Daily Tank High High.
 



  Proses Forwarding HSD
 
Terdapat tiga forwarding pump yang masing-masing menanggung beban 50%, sehingga untuk mencapai beban 100% memerlukan dua forwarding pump yang beroperasi dan satu lagi standby apabila salah forwarding pump stop maka unit standby akan langsung beroperasi untuk membackup. Pada proses forwarding terdapat sistem proteksi yang terdiri dari proteksi daily tank, proteksi forwarding pump, dan proteksi forwarding motor .
 
 Pada sisi keluar pompa terdapat check valve yang berfungsi untuk menyearahkan aliran fluida sehingga memproteksi pompa dari kemungkinan adanya tekanan balik pada sisi keluar. Setelah melewati check valve terdapat pressure relief valve yang berfungsi untuk mengurangi tekanan berlebih pada sisi keluar pompa sehingga dapat meproteksi pompa dari kondisi operasi pada tekanan berlebih yang dapat menaikkan temperatur pada pompa dan timbulnya gaya radial yang dapat merusak pompa. Setelah melewati check valve saluran pipa bergabung dari tiga line menjadi satu kemudian menuju unit yang dituju.
 

Comments

Popular posts from this blog

Apa itu Coal Handling System Pada PLTU ?

DUNIA PEMBANGKIT LISTRIK- Pada PLTU berbahan bakar batu bara memerlukan devisi atau bagian unit kerja yang menangani hal tersebut yang disebut Coal Handling System.



Coal handling system adalah sistem yang menangani batu bara dalam suatu PLTU berbahan bakar batu bara. Didalam coal handling system diperlukan dengan berbagai macam peralatan utama maupun pendukung serta proteksi untuk menunjang aktivitas kerjanya.

Coal handling system terdiri dari 3 bagian area antara lain:
1. Unloading Area
    Seperti : dermaga, dermaga SU, SPJ (Semi Permanen Jetty), SPOJ (Semi Permanen Oil Jetty)
2. Coal Stock Area
   Seperti stacker, reclaimer, teleschopic, underground
3. Coal Bunker Unit

PERALATAN UTAMA COAL HANDLING SYSTEM.

• Belt Conveyor adalah suatu alat yang digunakan untuk mentransportasikan batu bara dari unloading area ke coal bunker. Belt conveyor memiliki peralatan utama diantaranya sebagai berikut:
a. Motor belt conveyor : sebagai penggerak utama belt conveyor.
  - fluid coupling sebagai pen…

Apa itu AMR ?

Duniapembangkitlistrik.blogspot.com - AutomaticMeterReading (AMR) merupakan salah satu solusi untuk bidang elektronika dalam melakukan pembacaan dan pemakaian energi listrik. Dimana pemakai Automatic Meter Reading (AMR) dapat memonitoring pemakaian daya listrik. Dalam pengoperasiannya sistem Automatic Meter Reading (AMR) melakukan pembacaan energi listrik dengan cara menurunkan terlebih dahulu tegangan listrik dari 40 KV menjadi 220 V menggunakan current transformer, kemudian tegangan dikonversikan menjadi data digital pada mesin meteran agar dapat diukur dengan parameter pengukuran seperti daya, energi, dll. Setelah ini data digital masuk ke bagian pengolahan dan komunikasi, pada bagian ini data digital dapat disimpan ke memori, ditampilkan lewat LCD display, atau dikirimkan ke database PLN lewat modem.



AMR (AutomaticMeterReading) merupakan aplikasi ini digunakan untuk pengendalian dan pemantauan tenaga listrik pada pelanggan. Apabila fasilitas ini digunakan oleh PLN, maka meter listr…

Pengertian Dan Fungsi Governor Pada Pembangkit Listrik

DUNIA PEMBANGKIT LISTRIK - Governor dalam sistem PLTU merupakan ekuipmen yang sangat penting. Governor merupakan pengatur besar kecilnya tekanan uap panas yang masuk ke dalam turbin, yang nantinya memutar generator. Untuk jelasnya sebagai berikut:

Governor pada sistem PLTU memiliki kegunaan utama sebagai pengatur besar kecilnya uap panas yang masuk turbin. Mudahnya bisa di analogikan seperti keran. Biasanya untuk mengatur besar kecilnya bukaan ini menggunakan tekanan oli atau seperti hidrolik. Dalam PLTU sistem hidrolik governor biasa di sebut dengan DEH (Digital Elektrik Hidrolik) System.






Pada governor terdiri dari  beberapa lubang yang terbuka perlahan sesuai dengan dorongan atau tekanan hidrolik. Steam yang mengalami kebocoran pada governor akan melalui jalur kebocoran atau leakage yang nantinya akan digunakan sebagai pemanas awal di gland seal.

Karena sering dilalui tekanan uap panas yang sangat tinggi governor amat rawan untuk mengalami kebocoran. Untuk melakukan perbaikan, jika ada…

K3 (Kesehatan, Keselamatan, dan Keamanan Kerja)

DUNIA PEMBANGKIT LISTRIK - Kesehatan, Keselamatan, dan Keamanan Kerja, biasa disingkat K3 adalah suatu upaya guna memperkembangkan kerja sama, saling pengertian dan partisipasi efektif dari pengusaha atau pengurus dan tenaga kerja dalam tempat – tempat kerja untuk melaksanakan tugas dan kewajiban bersama dibidang keselamatan, kesehatan, dan keamanan kerja dalam rangka melancarkan usaha berproduksi.


Melalui Pelaksanaan K3LH ini diharapkan tercipta tempat kerja yang aman, sehat, bebas dari pencemaran lingkungan, sehingga dapat mengurangi atau terbebas dari kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja. Jadi, pelaksanaan K3 dapat meningkatkan Efisiensi dan Produktivitas Kerja.
Adapun pengertiannya dibagi menjadi 2 pengertian, yaitu : Secara Filosofis Suatu pemikiran atau upaya untuk menjamin keutuhan dan kesempurnaan baik jasmani maupun rohani, tenaga kerja pada khususnya dan masyarakat pada umumnya terhadap hasil karya dan budayanya menuju masyarakat adl dan makmur. Secara Keilmuan Ilmu penge…

Sensor - Sensor Yang Terdapat Pada Coal Feeder

DUNIA PEMBANGKIT LISTRIKCoal feeder berfungsi untuk mengatur jumlah batubara yang akan masuk ke dalam furnace. Jumlah batubara di atur sesuai dengan kebutuhan pembakaran pada furnace. Sistem pengaturan jumlah batubara pada coal feeder pada pltu barru dilakukan dengan cara fraksi berat. Pengaturan jumlah batubara berdasarkan fraksi berat menggunakan sensor gravimetric yang dapat mendeteksi berat dari batubara yang melewati konveyornya, coal feeder jenis ini biasa disebut dengan gravimetric feeder.



SENSOR - SENSOR YANG TERDAPAT PADA COAL FEEDER


1. Belt Break
Belt Break berfungsi untuk mendeteksi ada tidaknya putaran pada motor conveyor, dan mentripkan motor apabila selama 1 menit mendeteksi tidak adanya putaran pada motor.
   Masalah yang sering muncul pada sensor belt break adanya signal palsu. Cara mengatasinya dengan membersihkan pada ujung sensor belt break. Cara mengetes sensor belt break untuk mengetahui kalau sensor tersebut masih berfungsi dengan baik, ujung sensor dekatkan pada …