Skip to main content

Apa Itu K2 Dalam Sistem Pembangkit Listrik ?

BLOG'S DUNIA PEMBANGKIT LISTRIK - Dalam dunia pembangkit listrik atau usaha pembangkit perlu adanya undang - undang yang mengatur tentang pembangkit, lingkungan serta SDM yang bekerja dalam suatu pembangkit.

Maka dari itu saya akan memberikan sedikit artikel mengenai apa itu K2 dalam usaha pembangkit. Dan seberapa pentingkah K2 tersebut baik bagi manusia, pembangkit dan lingkungan sekitar pembangkit serta bagaimana hukum pidana jika melangar undang - undang tersebut. Mari kita bedah satu persatu dibawah ini.

Pengertian K2


DEFINISI ATAU PENGERTIAN K2 :

KESELAMATAN KETENAGALISTRIKAN ADALAH SEGALA UPAYA ATAU LANGKAH-LANGKAH PENGAMANAN INSTALASI TENAGA LISTRIK DAN PENGAMANAN PEMANFAAT TENAGA LISTRIK UNTUK MEWUJUDKAN KONDISI ANDAL BAGI INSTALASI DAN KONDISI AMAN DARI BAHAYA BAGI MANUSIA, SERTA KONDISI AKRAB LINGKUNGAN, DALAM ARTI TIDAK MERUSAK LINGKUNGAN HIDUP DI SEKITAR INSTALASI TENAGA LISTRIK.

K2 meliputi antara lain sebagai berikut :
1.KESELAMATAN KERJA
2.KESELAMATAN UMUM
3.KESELAMATAN LINGKUNGAN
4.KESELAMATAN INSTALASI
 
 Keselamatan kerja,
       upaya mewujudkan kondisi aman bagi pekerja dari bahaya yang dapat ditimbulkan oleh kegiatan Instalasi dan kegiatan ketenagalistrikan lainnya dari Perusahaan, dengan memberikan perlindungan, pencegahan dan penyelesaian terhadap terjadinya kecelakaan kerja dan penyakit yang timbul karena hubungan kerja yang menimpa pekerja.
 
  Keselamatan umum, 
       upaya mewujudkan kondisi aman bagi masyarakat umum dari bahaya yang diakibatkan oleh kegiatan Instalasi dan kegiatan ketenagalistrikan lainnya dari Perusahaan, dengan memberikan perlindungan, pencegahan dan penyelesaian terhadap terjadinya kecelakaan masyarakat umum yang berhubungan dengan kegiatan Perusahaan.
 
 Keselamatan lingkungan,
       upaya mewujudkan kondisi akrab lingkungan dari Instalasi, dengan memberikan perlindungan terhadap terjadinya pencemaran dan / atau pencegahan terhadap terjadinya kerusakan lingkungan yang diakibatkan oleh kegiatan Instalasi.
 
Keselamatan instalasi,
      upaya mewujudkan kondisi andal dan aman bagi Instalasi, dengan memberikan perlindungan, pencegahan dan pengamanan terhadap terjadinya gangguan dan kerusakan yang mengakibatkan Instalasi tidak dapat berfungsi secara normal dan atau tidak dapat beroperasi.
 
EMPAT PILAR
KESELAMATAN KETENAGALISTRIKAN
KESELAMATAN KETENAGALISTRIKAN
Gb. bagan 4 pilar keselamatan ketenagalistrikan     

KETEKNIKAN DAN KETENTUAN PIDANA



KETEKNIKAN DAN KETENTUAN PIDANA INI ADALAH BAGIAN DARI
UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NO 30 TAHUN 2009
TENTANG KETENAGALISTRIKAN.


DASAR HUKUM
 


KETEKNIKAN
PASAL 43

Keteknikan ketenagalistrikan terdiri atas:
    a. keselamatan ketenagalistrikan
    b. pemanfaatan jaringan tenaga listrik untuk kepentingan telekomunikasi,
        multimedia, dan infomatika.

 UU No. 30 TAHUN 2009

 Pasal 44

(1) Setiap kegiatan usaha ketenagalistrikan wajib memenuhi ketentuan
     keselamatan ketenagalistrikan;
(2) ketentuan keselamatan ketenagalistrikan bertujuan untuk menciptakan kondisi :
a.andal dan aman bagi instalasi;
b.aman dari bahaya bagi manusia dan makhluk hidup lainnya; dan
c.ramah lingkungan.
(3)  Ketentuan keselamatan ketenagalistrikan meliputi:
a.pemenuhan standardisasi peralatan dan pemanfaat tenaga listrik;
b.pengamanan instalasi tenaga listrik; dan
c.pengamanan pemanfaat tenaga listrik.

(4) Setiap instalasi tenaga listrik yang beroperasi wajib memiliki sertifikat laik 
     operasi.
(5) Setiap peralatan dan pemanfaat tenaga listrik wajib memenuhi ketentuan
     standar nasional Indonesia. 
(6) Setiap tenaga teknik dalam usaha ketenagalistrikan wajib memiliki
      sertifikat kompetensi.
(7) Ketentuan mengenai keselamatan ketenagalistrikan, sertifikat laik operasi,
     standar nasional Indonesia, dan sertifikat kompetensi diatur dengan
     Peraturan Pemerintah.

 
BAB XV. KETENTUAN PIDANA

Pasal 50

(1)  Setiap orang yang tidak memenuhi keselamatan 
      ketenagalistrikan sebagaimana dimaksud dalam
      Pasal 44 ayat (1) yang mengakibatkan matinya
      seseorang karena tenaga listrik dipidana dengan
      pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun 
      dan denda paling banyak Rp500.000.000,00
      (lima ratus juta rupiah)
 
(2)  Apabila perbuatan sebagaimana dimaksud pada
      ayat (1) dilakukan oleh pemegang izin usaha
      penyediaan tenaga listrik atau pemegang izin
      operasi dipidana dengan pidana penjara paling
      lama 10 (sepuluh) tahun dan denda paling
      banyak Rp 1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah

(3)  Selain pidana sebagaimana dimaksud pada
       ayat (2), pemegang izin usaha penyediaan
       tenaga listrik atau pemegang izin operasij
       juga diwajibkan untukmemberi ganti rugi
       kepada korban.
(4)   Penetapan dan tata cara pembayaran ganti
       rugi sebagaimana dimaksud pada ayat (3)
       dilaksanakan sesuai dengan ketentuan
       peraturan perundang-undangan.

PASAL  51

(1). Setiap orang yang tidak memenuhi keselamatan   
      ketenagalistrikan sebagaimana dimaksud dalam 
      Pasal 44 ayat (1) sehingga mempengaruhi 
      kelangsungan penyediaan tenaga listrik dipidana
      dengan pidana penjara paling lama 3 (tiga) tahun
      dan denda palingbanyak Rp500.000.000,00 (lima
      ratus juta rupiah).  
 
(2). Apabila perbuatan sebagaimana dimaksud pada 
    ayat (1)mengakibatkan terputusnya aliran listrik 
    sehingga merugikan masyarakat, dipidana dengan 
    pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan
    dendap paling banyak Rp2.500.000.000,00 (dua
    miliar lima ratus juta rupiah).


Semoga bermanfaat.



Comments

Popular posts from this blog

Apa itu Coal Handling System Pada PLTU ?

DUNIA PEMBANGKIT LISTRIK- Pada PLTU berbahan bakar batu bara memerlukan devisi atau bagian unit kerja yang menangani hal tersebut yang disebut Coal Handling System.



Coal handling system adalah sistem yang menangani batu bara dalam suatu PLTU berbahan bakar batu bara. Didalam coal handling system diperlukan dengan berbagai macam peralatan utama maupun pendukung serta proteksi untuk menunjang aktivitas kerjanya.

Coal handling system terdiri dari 3 bagian area antara lain:
1. Unloading Area
    Seperti : dermaga, dermaga SU, SPJ (Semi Permanen Jetty), SPOJ (Semi Permanen Oil Jetty)
2. Coal Stock Area
   Seperti stacker, reclaimer, teleschopic, underground
3. Coal Bunker Unit

PERALATAN UTAMA COAL HANDLING SYSTEM.

• Belt Conveyor adalah suatu alat yang digunakan untuk mentransportasikan batu bara dari unloading area ke coal bunker. Belt conveyor memiliki peralatan utama diantaranya sebagai berikut:
a. Motor belt conveyor : sebagai penggerak utama belt conveyor.
  - fluid coupling sebagai pen…

Apa itu AMR ?

Duniapembangkitlistrik.blogspot.com - AutomaticMeterReading (AMR) merupakan salah satu solusi untuk bidang elektronika dalam melakukan pembacaan dan pemakaian energi listrik. Dimana pemakai Automatic Meter Reading (AMR) dapat memonitoring pemakaian daya listrik. Dalam pengoperasiannya sistem Automatic Meter Reading (AMR) melakukan pembacaan energi listrik dengan cara menurunkan terlebih dahulu tegangan listrik dari 40 KV menjadi 220 V menggunakan current transformer, kemudian tegangan dikonversikan menjadi data digital pada mesin meteran agar dapat diukur dengan parameter pengukuran seperti daya, energi, dll. Setelah ini data digital masuk ke bagian pengolahan dan komunikasi, pada bagian ini data digital dapat disimpan ke memori, ditampilkan lewat LCD display, atau dikirimkan ke database PLN lewat modem.



AMR (AutomaticMeterReading) merupakan aplikasi ini digunakan untuk pengendalian dan pemantauan tenaga listrik pada pelanggan. Apabila fasilitas ini digunakan oleh PLN, maka meter listr…

Jaringan Distribusi Listrik

Duniapembangkitlistrik.blogspot.com - Sistemdistribusi merupakan bagian dari sistem tenaga listrik. Sistem distribusi ini berguna untuk menyalurkan tenaga listrik dari sumber daya listrik besar (bulk power source) sampai ke konsumen.


Jadi fungsi distribusi listrik adalah:

1. Pembagian atau penyaluran tenaga listrik ke beberapa tempat (pelanggan).

2. Merupakan sub sistem tenaga listrik yang langsung berhubungan dengan pelanggan, karena catu daya pada pusat-pusat beban (pelanggan) dilayani langsung melalui jaringan distribusi.

Tenaga listrik yang dihasilkan oleh pembangkit listrik besar dengan tegangan dari 11 KV sampai 24 KV dinaikkan tegangannya oleh gardu induk dengan transformator penaik tegangan menjadi 70 KV, 154 KV, 220 KV atau 500 KV kemudian disalurkan melalui saluran transmisi.

Tujuan menaikkan tegangan adalah untuk memperkecil kerugian daya listrik pada saluran transmisi, dimana dalam hal ini kerugian daya adalah sebanding dengan kuadrat arus yang mengalir. Dengan daya yang s…

Proses Konversi Energi Pada PLTU

DUNIA PEMBANGKIT LISTRIK - Proses konversi energi pada PLTU berlangsung melalui 3 tahapan, yaitu :


Energi kimia dalam bahan bakar diubah menjadi energi panas dalam bentuk uap bertekanan dan temperatur tinggi. Energi panas (uap) diubah menjadi energi mekanik dalam bentuk putaran. Energi mekanik diubah menjadi energi listrik. Bagian Utama Bagian utama yang terdapat pada suatu PLTU yaitu : Boiler Boiler berfungsi untuk mengubah air (feed water) menjadi uap panas lanjut (superheated steam) yang akan digunakan untuk memutar turbin. Turbin uap Turbin uap berfungsi untuk mengkonversi energi panas yang dikandung oleh uap menjadi energi putar (energi mekanik). Poros turbin dikopel dengan poros generator sehingga ketika turbin berputar generator juga ikut berputar. Kondensor Kondensor berfungsi untuk mengkondensasikan uap bekas dari turbin (uap yang telah digunakan untuk memutar turbin). Generator Generator berfungsi untuk mengubah energi putar dari turbin menjadi energi listrik. Peralatan Penunjang Peralatan…