21 September 2018

Perilaku atau Tindakan dan Pekerjaan Yang Dilarang Diarea SUTET (Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi) dan SUTM (Saluran Udara Tegangan Menegah)

DUNIA PEMBANGKIT LISTRIK - Pada kesempatan kali ini duniapembangkitlistrik.com akan membahas mengenai hal - hal yang DILARANG  di area SUTM dan SUTET miliki PLN. Baiklah, berikut ini penjelasannya. Selamat membaca.


Pegawai PLN Sedang Melakukan Perbaikan Jaringan Listrik

Saat ini masih banyak masyarakat yang mengabaikan keselamatan dan kurang perhatian dengan mendirikan rumah dan bangunan di bawah Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) beserta Saluran Udara Tegangan Menengah (SUTM). Bukan hanya itu banyak juga masyarakat melakukan penyimpangan perilaku contohnya mencuri listrik atau nyantol (bahasa kerennya) disamping membahaya bagi masyarakat itu sendiri dan kerugian bagi PLN.


Berikut ini perbuatan, tindakan serta pekerjaan yang dilarang diarea SUTET dan SUTM, antara lain sebagai berikut :


1. Dilarang menembak burung di jaringan atau kabel pada SUTM (Saluran Udara Tegangan Menengah) dan SUTET (Saluran Udara Tegangan Tinggi). Jika menembak burung bisa on position alias tertembak sesuai bidikan tidaklah mengapa, tetapi fatal jika melesat terkena  kabel SUTM atau SUTET bisa menyebabkan listrik PADAM yang tentunya dirugikan adalah masyarakat sendiri.


2. Dilarang menjoloh atau melempari kabel SUTET atau SUTM


3. Memanjat tower SUTET atau tiang listrik dengan sembarang tanpa ada izin tertulis dari pihak yang bersangkutan (PLN). Dapat mengakibatkan KORBAN JIWA khususnya yang memanjat karena bisa tersenggat listrik tegangan tinggi.


4. Dilarang bermain layang -layang diarea SUTET atau dekat tiang listrik (SUTM). Dapat mengakibatkan KORBAN JIWA khususnya yang bermain apabila memakai benang kawat. Akibat lain, mengakibatkan PADAM aliran listrik, kita tidak apakah waktu padam jaringan itu tersambung untuk pasokan ke suatu rumah sakit yang sedang melaksanakan operasi, dan pertolongan di ICU tentu akan menambah korban jiwa.


5. Menggaki pasir atau tanah dekat dengan tower SUTET dan tiang SUTM

Baca juga : Pengertian SUTET (Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi)

6. Membangun rumah atau bangunan yang TERLALU TINGGI hampir bahkan bersentuhan dengan kabel SUTET dan SUTM

7. Jangan biarkan pohon disekitar Anda sampai terlalu tinggi dan menyentuh kabel listrik.

8. Bermain balon terbang dari plastik. Bila balon udara tersangkut dikabel listrik hal yang dapat terjadi adalah kabel bisa terbakar dan padam pada aliran listrik.

9. Membakar sampah atau benda lainnya dibawah area SUTET atau SUTM.

10. Mencuri listrik dengan cara yang tidak dibenarkan yang dapat merugikan PLN bahkan masyarakat.

11. Memasang instalasi listrik sendiri dengan ceroboh dan tanpa koordinas dengan pihak PLN sama sekali

Perbuatan diatas sangat berbahaya sekali karena bisa menganggu sistem jaringan listrik dan pasokan aliran listrik ke masyarakat. Perlu diketahui untuk maintenance atau perbaikan jaringan listrik membutuhkan banyak hari bukan hanya sehari, seminggu bahkan berbulan-bulan.

Sekedar mengingatkan bagi semuanya, jika menemukan penyimpangan perbuatan atau tindakan bahkan pekerjaan yang dilarang diarea SUTET atau SUTM (diatas yang telah dijelaskan no. 1-10) silahkan adukan Anda pesan Anda pada pihak PLN dengan menghubungi PLN Call Center dengan mengubungi dari ponsel atau telepon Anda di 123 atau (kode area domisili Anda) 123 atau bisa membuka portal website resmi PLN atau diakun sosial media resmi PLN. Atau bisa laporkan ke PLN dekat Anda.

Mari budayakan sikap penuh perhatian terhadap lingkungan kita. Listrik untuk kehidupan yang lebih baik. Dan jangan lupa bayar lsitrik rutin setiap bulan sebelum tanggal 20 ya.


Demikian penjelasan mengenai perbuatan, tindakan bahkan pekerjaan yang dilarang diarea SUTET dan SUTM. Semoga bermanfaat.

19 September 2018

Simulator Pengoperasian Boiler Bagian Pengoperasian Fan - Fan dan Boiler Purging (Pembilasan Ruang Bakar)

DUNIA PEMBANGKIT LISTRIK - Pada kesempatan kali ini duniapembangkitlistrik.com akan menbahas mengenai Simulator Pengoperasian Boiler Bagian Pengoperasian Fan - Fan dan Boiler Purging (Pembilasan Ruang Bakar). Baiklah, berikut penjelasan lengkapnya. Selamat membaca.

Boiler

Pengoperasian Fan - Fan 

Penggunaan fan pada  PLTU batubara lebih dari satu jenis, yaitu ID fan, FD fan, PA fan dan ada pula yang dilengkapi dengan GR fan.

Pada dasarnya pengoperasian semua fan prosedurnya sama, bila ada perbedaan hanya karena perlengkapannya  yang berbeda. Pada saat fan akan distart vane atau damper sisi masuk fan harus tertutup.
- Tekan tombol start (on)
- Tunggu beberapa saat, fan akan start
- Periksa : ampere , pelumas, dan pendinginnya serta vibrasi
- Atur aliran dengan membuka vane sisi masuk fan.

Boiler Purging (Pembilasan Ruang Bakar)

Sebelum melakukan penyalaan pertama pada ketel, ruang bakar dan saluran gas harus di purging (dibilas). Tujuan dari purge ini adalah untuk membuang gas yang dapat terbakar (combustible gas) dari dalam ketel. Gas yang dapat terbakar yang terdapat didalam ketel berasal dari bahan bakar yang tidak terbakar. Ketika ketel beroperasi selalu ada resiko masuknya bahan bakar yang tidak terbakar kedalam ketel. Untuk memastikan bahwa ketel sudah bersih dari combustible gas, maka purging dilakukan selama sekitar 3 - 5 menit.

 1. Persiapan purge

Untuk dapat melakukan purging diperlukan beberapa persyaratan yang harus dipenuhi. Persyaratan untuk melakukan purge antara ketel yang satu dengan yang lain dapat saja berbeda, tetapi persyaratan utama pada prinsipnya sama.

Persyaratan tersebut antara lain adalah sebagai beikut :

- Aliran udara lebih besar dari 30 % aliran beban penuh
- Katup penutup cepat (trip valve) bahan bakar penyala tertutup
- Tekanan ruang bakar sudah sesuai
- Katup penutup cepat bahan bakar  utama tertutup
- Semua damper dan vane udara dan gas terbuka
- Level air di drum ketel diatas batas minimum
- Tidak ada nyala api di ruang bakar
- Tidak sedang menjalankan pembakaran
- Ketel tidak sedang trip.

Untuk memperoleh aliran udara lebih besar dari 30 %, dilakukan dengan mengatur inlet vane dari FD fan. Sementara untuk mengisi air ke drum boiler dapat dilakukan dengan menggunakan pompa kondensat dan pompa BFP.  Bila semua persyaratan tersebut terpenuhi, maka lampu penunjuk tanda persyaratan purging terpenuhi menyala.

2. Prosedur purging

Apabila persiapan dan persyaratan purging telah terpenuhi, maka purging dapat dilakukan . Prosedur purging dilakukan dengan cara mengalirkan udara ke ruang bakar dan semua saluran gas dengan aliran lebih minimal 30 % aliran beban penuh selama waktu sekitar 5 menit.

Selama proses purging berlangsung kondisi ketel dijaga stabil seperti sesat sebelumpurging. Jadi semua parameter dari alat yang beroperasi dijaga untuk tidak berubah dan tidak melakukan start atau stop suatu alat. Pada dasarnya purging sudah mulai berlangsung pada saat FD fan mulai beroperasi dengan adanya aliran udara ke ruang bakar. Tetapi untuk memastikan bahwa purging telah dilakukan dengan yang benar, maka dibuat prosedur seperti tersebut diatas.

Apabila pada saat proses purging sedang berlangsung  salah satu parameter yang merupakan persyaratan purging berubah harganya, maka purging batal dan alarm gangguan muncul di panel.  Jika proses purging gagal, artinya belum selesai sesuai dengan set waktu yang telah ditentukan  salah satu parameter berubah, maka purging harus diulang dari awal.

Ketika purging telah selesai (komplit) akan muncul pemberitahuan yang menyatakan bahwa purging telah selesai. Pengoperasian ignitor yang pertama pada saat start boiler dilakukan setelah purging ruang bakar (ketel) selesai.

Demikian pembahasan mengenai Simulator Pengoperasian Boiler Bagian Pengoperasian Fan - Fan dan Boiler Purging (Pembilasan Ruang Bakar). Semoga bermanfaat.

18 September 2018

Mengenal Macam - Macam Sumber Energi Disekitar Kita | DUNIA PEMBANGKIT LISTRIK

DUNIA PEMBANGKIT LISTRIK - Pada kesempatan ini duniapembangkitlistrik.com akan mengajak Anda semua untuk mengetahui informasi lebih lanjut mengenai macam-macam sumber energi disekitar kita. Baiklah, berikut ini detail informasinya. Selamat membaca.

Sinar Matahari

Mengapa mobil dapat berjalan? Untuk berjalan, mobil memerlukan bensin (bahan bakar). Apabila bensinnya habis, mobil tidak dapat berjalan. Kemampuan yang dimiliki bensin untuk menjalankan mobil disebut energi. Sesuatu yang menghasilkan energi disebut sumber energi. Oleh karena itu, bensin termasuk sumber energi. Dapatkah Anda menyebutkan sumber energi yang lain?

Banyak sumber energi disekitar kita. Contoh sumber energi adalah makanan, LPG, kayu bakar, baterai, listrik, sinar matahari, air dan angin.

Makanan

Fungsi makanan sebagai sumber energi dapat kamu rasakan pada saat lapar. Pada saat lapar, tubuh tidak bertenaga. Tubuhmu kembali bertenaga setelah makan dan minum.

LPG

LPG adalah singkatan dari Liquified Petroleum Gas atau gas minyak cair. LPG ditampung dalam tabung yang dihubungkan dengan kompor. Ketika dinyalakan, gas adri tabung mengalir ke kompor. Gas dari tabung inilah yang dibakar sehingga dihasilkan energi panas. Panas itu dapat digunakan untuk memasak.

Kayu Bakar

Kayu bakar adalah kayu yang digunakan untuk bahan bakar. Biasanya, kayu itu dibelah sehingga berukuran kecil. Setelah itu, kayu mudah dibakar. Pembakaran itu menghasilkan panas yang besar. Panas itulah yang merupakan manfaat dari kayu bakar.

Baterai dan Listrik

Mengapa lampu senter dapat menghasilkan cahaya? Jika kamu buka, di dalam lampu senter terdapat baterai. Baterai itulah yang menyebabkan lampu senter dapat menyala. Baterai menyimpan energi listrik. Energi itu berasal dari bahan kimia yang ada didalamnya. Oleh karena itu, baterai dapat diproduksi dengan kapasitas besar. Energi yang ada dalam baterai banyak digunakan untuk kalkulator, jam dinding, dan mainan anak-anak. Energi yang tersimpan didalam baterai sangat terbatas. Jika dipakai secara terus menerus, energi dalam baterai akan habis. Setelah habis, baterai tidak bisa digunakan kembali.

Dalam kehidupan sehari-hari, yang dimaksud listrik adalah listrik yang dikelola oleh PLN (Perusahaan Listrik Negara). Listrik dari PLN digunakan untuk penerangan dijalan, kebutuhan pabrik dan keperluan rumah tangga. Listrik merupakan energi yang paling banyak digunakan oleh manusia. Banyak peralatan yang kita pakai di kehidupan sehari-hari yamg menggunkan energi listrik, misalnya setrika, kulkas, ac, kipas angin, radio dan televisi. Ketika digunakan, energi listrik diubah menjadi energi bentuk lain. Ketika digunakan untuk menyetrika, energi listrik diubah menjadi energi panas. Ketika digunakan untuk menghidupkan radio, energi listrik dirubah menjadi energi bunyi.

Matahari

Matahari tampak seperti bola kecil bercahaya jika dilihat dari permukaan bumi. Matahari tampak kecil sebab letaknya sangat jauh dari bumi. Namun, sebenarnya matahri jauh lebih besar daripada bumi yang kita tempati.

Walaupun sangat jauh dari bumi, panas dan cahayanya dapat dirasakan dari muka bumi. Hal itu menunjukkan suhu dipermukaan matahari sangat tinggi dan sinar matahari sangat terang. Dari manakah panas dan cahaya matahari?

Energi panas matahari dapat menyebabkan penguapan air. Di angkasa, uap air itu dapat berubah menjadi titik-titik hujan. Energi cahaya matahri dibutuhkan oleh makhluk hidup di bumi. Oleh tumbuhan, energi cahaya matahari diperlukan untuk proses fotosintesis. Fotosintesis merupakan peristiwa pembuatan makanan pada tumbuhan hijau dengan bantuan cahaya matahari. Masih banyak manfaat energi matahari bagi kehidupan di bumi, antara lain sebagai sumber penerangan di bumi, mengeringkan pakaian basah dan mengeringkan barang kerajinan.

Air dan Angin

Air yang berada ditempat yang tinggi mempunyai energi yang sangat besar. Energi yang besar itu dapat dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik. Itulah sebabnya pembangkit listrik tenaga air (PLTA) biasanya terletak didaerah pegunungan.

Angin adalah udara yang bergerak. Angin mempunyai energi gerak yang besar. Energi angin dapat digunakan untuk menggerakkan perahu layar dan memutarkan kincir air. Angin juga bisa dimanfaatkan untuk pembangkit listrik. Belum lama ini, Indonesia telah mempunyai PLTB (Pembangkit Listrik Tenaga Bayu) yang terbesar dan pertama yang dibangun diatas pegunungan di daerah kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan. PLTB ini dapat menghasilkan listrik sebesar 75 MW.


Demikian pembahasan mengenai macam-macam sumber energi disekitar kita. Semoga bisa bermanfaat.

17 September 2018

Pengoperasian Sistem Pelumasan Pada Pembangkit Listrik | DUNIA PEMBANGKIT LISTRIK

DUNIA PEMBANGKIT LISTRIK - Pada kesempatan kali ini duniapembangkitlistrik.com akan membahas mengenai pengoperasian sistem pelumasan pada pembangkit. Baiklah, berikut penjelasannya. Selamat membaca.

Lubricating and Sealing System


A.   Keselamatan dan Kesehatan Kerja.

1.  Prosedur taat Keselamatan Kerja

Seluruh personil yang menangani pengoperasian system pelumasan sebelum terjun ke lapangan harus siap menggunakan pelindung diri diantaranya : helmet, air plug, masker, kaos tangan dan safety shoos.

2. Kebersihan Umum

Kebersihan seluruh system pelumasan adalah bagian yang penting pada pengoperasian pelumasan. Pengalaman menunjukkan bahwa cepat atau lambat debu atau kotoran akan menuntun kepada kegagalan operasi unit. Perhatian harus diberikan terutama kepada:
- Daerah dan system yang berhubungan dengan system pelumasan.
- Electrik dan Thermal control panel
- Control Box dan Control Unit.

Bila terjadi kelainan operasi pada alat-alat ukur lakukan identifikasi dan catat alat ukur tersebut, laporkan keatasan saudara atau ambil langkah penanggulangan sesuai SOP yang menjadi tanggung jawab saudara (masing-masing man power).


B. Mengoperasiakan Sistem Pelumasan

Sistem Pelumasan disirkulasikan dari tangki, pompa, oil coler, bearing, filter, masuk kembali ketangki.   Sebelum menjalankan Sistem Pelumasan, semua katup, termasuk control valve dan strainer, sudah dalam posisi yang benar. Level minyak lumas dalam tangki (header) cukup, dan pasok listrik untuk pompa-pompa AC atau DC power dan fan sudah tersedia.  Sistem kontrol untuk start dan stop Sistem Pelumasan dijalankan secara terintegrasi dalam program start dan stop unit PLTG.  Dan untuk pembangkit termal lainnya dapat juga beroperasi secara individual.

1. Persiapan

Didalam unit pembangkit minyak pelumas selain digunakan untuk pelumas bantalan turbin generator juga digunakan sebagai minyak hidrolik dan kontrol turbin serta untuk perapat poros (seal) generator.  Pompa pelumas terdiri lebih dari satu, tetapi dalam kondisi normal yang beroperasi hanya satu, sedang yang lain sebagai back up.

Pemeriksaan sistem pelumas meliputi :
- Level minyak pada tangki pelumas utama cukup (normal)
- Saringan sisi masuk pompa sudah bersih dan terpasang
- Katup masuk dan keluar pompa dalam posisi yang benar
- Pompa pelumas bantalan (turning oil pump/TOP) dalam keadaan siap
- Pompa pelumas bantu (AOP) dan pompa pelumas darurat (EOP) dalam keadaan siap
- Pendingin pelumas (oil cooler) dalam keadaan siap termasuk posisi katup-katupnya
- Oil conditioner atau oil purifier dalam keadaan siap termasuk pompa dan katup- katupnya
- Vapour extractor dalam keadaan siap
- Katup pengatur tekanan dalam posisi yang benar.

Sistem minyak perapat poros hanya digunakan dalam generator yang didinginkan dengan hidrogen. Pompa minyak terdiri dari dua, yaitu pompa perapat untuk sisi udara dan pompa perapat untuk sisi hidrogen. Dalam kodisi normal kedua pompa yang digerakkan dengan arus AC ini beroperasi semua.  Untuk mencegah keluarnya hidrogen pada saat aliran listrik AC hilang,  maka sistem ini dilengkapi dengan pompa perapat yang digerakkan dengan arus DC.

Pemeriksaan sistem minyak perapat poros meliputi :
- Pompa perapat sisi hidrogen dan sisi udara telah siap
- Katup masuk dan keluar pompa dalam posisi yang benar
- Pendingin pelumas dalam kondisi siap, termasuk posisi katup-katupnya
- Katup pengatur tekanan dalam posisi benar
- Level tangki penampung minyak pada sisi hidrogen dan sisi udara, normal
- Fan pembuang gas minyak dalam keadaan siap.

2. Start

Pompa pelumas bantalan harus dijalankan sebelum turning gear beroperasi, tetapi setelah sistem pendingin umum. Pada saat turbin start  minyak pelumas bantalan dipasok dengan pompa pelumas bantu dan pada saat normal operasi dipasok dari pompa pelumas utama yang digerakkan dengan poros turbin.

Pemeriksaan  dan persiapan sudah selesai
- Tekan tombol start (on)
- Periksa : ampere motor, tekanan, temperatur dan aliran minyak pelumas
- Start jacking oil pump, bila dilengkapi dengan sistem jacking oil dan periksa tekanannya
- Start turning gear (baring gear)
- Periksa kerja pendingin pelumas

Secara teratur plant dibersihkan, termasuk pipa-pipa dimana duct ditempatkan yang rusak dan berkarat harus diperbaiki atau dicat ulang.
- Periksa lampu back up control panel
- Periksa semua monitor, indicator, instrumen pengukur dan perekam beroperasi dengan baik
- Periksa kebocoran-kebocoran pada system pipa dan katup
- Periksa perbedaan tekanan pada saringan minyak pelumas dan minyak hidrolik
- Periksa level minyak dalam tangki minyak pelumas dan hidrolik
- Periksa operasi dari pompa air pendingin
- Ketika sedang opnam dan membaca meter-meter, perhatikan juga suara-suara yang  tidak normal oleh adanya kebocoran minyak lumas
- Pada waktu memulai shift. Periksa system piping instrument diagram dan peralatan yang  terkait pada system pelumasan
- Prosedur taat SOP
- Periksa buku catatan operasi dan log sheet
- Perhatikan tagging-taging serta catatan khusus
- Siap seluruh kelengkapan SOP
- Koordinasi dengan team operasi

3. Stop

- Stop Sistem  terintegrasi dengan stop unit ( Untuk PLTG )
- Sistem akan berakhir sesui dengan SOP
- Untuk PLTU dapat distop oleh program yang terintregrasi atau individual
- Setelah Sistem  berhenti maka Sistem  dikembalikan pada posisi standby
- Untuk yang individual di stop setelah turbin uap temperaturnya mendekati  temperatur udara luar, atau sekitar 3 hari setelah turbin distop.

Demikian pembahasan mengenai pengoperasian sistem pelumasan pada pembangkit. Semoga bermanfaat bagi semua.

15 September 2018

Sepenting Apakah Grounding System Itu?

DUNIA PEMBANGKIT LISTRIK - Grounding System sudah tidak asing. Grounding system untuk masyarakat umum diaplikasikan pada instalasi kelistrikan ( sering disebut dengan ARDE).

Istilah yang lebih popular di masyarakat untuk  grounding  atau pentanahan adalah “Arde”. Tujuannya adalah untuk membuang arus jahat yang mengalir di dalam listrik yang dapat menyebabkan kerusakan pada peralatan komputer maupun radio komunikasi.



Grounding System


Grounding adalah suatu jalur langsung dari arus listrik menuju bumi atau koneksi fisik langsung ke bumi. Dipasangnya koneksi grounding pada instalasi listrik adalah sebagai pencegahan terjadinya kontak antara makhluk hidup dengan tegangan listrik berbahaya yang terekspos akibat terjadi kegagalan isolasi ( Situs Wikipedia ).

Istilah Grounding dalam PUIL 2000 ( Persyaratan Umum Instalasi Listrik tahun 2000,mengacu kepada standard internasional, dan dibuat sebagai pedoman dalam pelaksanaan pekerjaan instalasi listrik)), dipakai istilah pembumian, dan memiliki pengertian sebagai “penghubungan suatu titik sirkit listrik atau suatu penghantar yang bukan bagian dari sirkit listrik, dengan bumi menurut cara tertentu”

Pengertian listrik statis secara singkat adalah kumpulan muatan listrik yang terdiri dari unsur positif dan negatif, dalam keadaan “diam” (secara teknis elektron bergerak mengelilingi inti atom) dan dapat secara tiba-tiba bergerak atau terjadi loncatan bila didekati oleh suatu unsur penghantar listrik seperti logam atau kabel listrik. Loncatan ini kadang-kadang dapat menimbulkan percikan api bila muatannya besar. Contoh paling mudah adalah petir.

Pengertian listrik statis secara singkat adalah kumpulan muatan listrik yang terdiri dari unsur positif dan negatif, dalam keadaan “diam” (secara teknis elektron bergerak mengelilingi inti atom) dan dapat secara tiba-tiba bergerak atau terjadi loncatan bila didekati oleh suatu unsur penghantar listrik seperti logam atau kabel listrik. Loncatan ini kadang-kadang dapat menimbulkan percikan api bila muatannya besar. Contoh paling mudah adalah petir.

Grounding wajib dipasang sebagai bagian keselamatan bagi instalasi listrik rumah itu sendiri. Akan tetapi, sebagian besar masyarakat masih kurang memahami seberapa penting fungsi grounding ini. Kalaupun mengerti, mungkin saja tidak banyak yang tahu parameter apa yang harus diperhatikan sebagai justifikasi apakah system grounding yang terpasang sudah baik atau belum

Dua macam grounding system :

Sistem grounding Safety Grounding atau grounding untuk keamanan/keselamatan perangkat, diaplikasikan pada jalur kelistrikan dan juga pada perangkat penangkal petir. Pemasangan sistem grounding ini bertujuan untuk meminimalisir dampak arus jahat yang diakibatkan oleh naik turunnya tegangan dan arus dari listrik PLN maupun arus jahat akibat gelombang elektromagnetik yang dipancarkan oleh petir. Dengan pemasangan grounding seperti ini, diharapkan kerusakan pada alat dapat diminimalisir, meskipun tidak seorang pun bisa mencegah terjadinya kerusakan yang disebabkan oleh sambaran petir.

Yang kedua adalah RF Grounding.

Sistem grounding ini khusus diaplikasikan pada instalasi perangkat radio komunikasi. Tujuan utamanya adalah untuk mengurangi/meminimalisir dampak pancaran radiasi gelombang dari radio komunikasi. Sistem grounding seperti ini utamanya diterapkan pada perangkat-perangkat High Frekuensi (HF) dan perangkat dengan wattage atau power besar (sampai dengan kW). Dengan menerapkan sistem grounding RF yang bagus, maka diharapkan kerugian yang ditimbulkan akibat pancaran radiasi gelombang radio dapat dikurangi.

Fungsi Grounding

Fungsi Grounding instalasi Listrik rumah sebagai bagian dari proteksi instalasi listrik rumah, grounding ini mempunyai beberapa fungsi sebagai berikut :

Tujuan keselamatan

Grounding berfungsi sebagai penghantar arus listrik langsung ke bumi atau tanah saat terjadi tegangan listrik yang timbul akibat kegagalan isolasi dari system kelistrikan atau peralatan listrik. Contohnya, bila suatu saat kita menggunakan setrika listrik dan terjadi tegangan yang bocor dari elemen pemanas di dalam setrika tersebut, maka tegangan yang bocor tersebut akan mengalir langsung ke bumi melalui penghantar grounding. Dan kita sebagai pengguna akan aman dari bahaya kesetrum. Perlu diingat, peristiwa kesetrum terjadi bila ada arus listrik yang mengalir dalam tubuh kita.

Dalam instalasi penangkal petir, system grounding berfungsi sebagai penghantar arus listrik yang besar langsung ke bumi. Dalam prakteknya, pemasangan grounding untuk instalasi penangkal petir dan instalasi listrik rumah harus dipisahkan.

Sebagai proteksi peralatan elektronik atau instrumentasi sehingga dapat mencegah kerusakan akibat adanya bocor tegangan. Bila ditinjau lebih luas lagi, pengertian dan fungsi grounding akan berbeda bila diterapkan pada system transmisi tenaga listrik, tujuan pengukuran, pesawat terbang atau pesawat ruang angkasa.

Untuk rangkaian system transmisi tenaga listrik yang besar, bumi itu sendiri dapat digunakan sebagai salah satu penghantar bagi jalur kembali dari rangkaian tersebut, dimana dapat menghemat biaya bila dibandingkan pemasangan satu penghantar fisik sebagai saluran kembali. Perlu diketahui, arus listrik yang mengalir ke beban akan mengalir kembali ke sumber arus listrik tersebut. Karena itu, kabel listrik di peralatan listrik rumah mempunyai minimal 2 penghantar, dimana salah satu mengalir dari sumber listrik ke beban dan satunya lagi berfungsi sebagai penghantar balik.

Untuk tujuan pengukuran, bumi dapat berperan sebagai tegangan referensi yang relatif cukup konstan untuk melakukan pengukuran sumber tegangan lain.

Pada pesawat terbang, saat beroperasi tentu tidak memiliki koneksi fisik yang langsung ke bumi. Karena itu pada pesawat udara, terdapat suatu konduktor besar yang berfungsi sama seperti grounding, sebagai jalur kembali dari berbagai arus listrik. Selain itu pesawat udara memiliki static discharge system yang dipasang pada ujung-ujung sayap, yang gunanya membuang kembali ke udara muatan listrik yang timbul akibat gesekan dengan angkasa saat terbang, sehingga pesawat aman dari sambaran petir.

System grounding yang terpasang pada instalasi listrik rumah

Kabel grounding secara umum terkoneksi di kWh meter PLN. Pada saat pemasangan kWh meter, petugas PLN yang melakukan pemasangan instalasi grounding dan juga menyambung kabel grounding di dalam kWh meter tersebut. Dalam hal ini petugas PLN akan memastikan grounding terpasang dengan benar. Karena kWh meter adalah milik PLN dan disegel.

Sistem grounding yang terpasang ada dua macam yaitu untuk instalasi listrik rumah dan instalasi penangkal petir. Dua system grounding ini harus dipisahkan pemasangannya dan berjarak paling tidak 10 m.

Komponen instalasi grounding adalah sebagai berikut :

Grounding rod, yaitu batang grounding yang ditanam di dalam tanah. Terdiri dari pipa galvanis medium ¾”, kawat tembaga BC berdiamater 16 mm2, Dan dilengkapi dengan “splitzen” yang dikencangkan dengan baut. Panjang grounding rod ini biasanya antara 1.5 m s/d 3 m.

Pipa PVC, yang digunakan sebagai selubung (konduit) dari kabel grounding yang ditanam dalam dinding / tembok atau untuk jalur kabel penangkal petir.

Dari kWh meter, kawat tembaga BC yang terpasang dalam pipa PVC sebagai konduit bertemu dengan grounding rod dalam satu bak kontrol. Untuk instalasi penangkal petir, air terminal yang terpasang harus mampu meng-cover sampai radius 120 derajat. Dan di posisi air teminal, batang tembaga disambung dengan kabel BC langsung menuju grounding rod.

Parameter dalam menentukan kualitas grounding

Anggapan yang sering dijumpai dalam masyarakat , grounding system  cukup bila ujung kabel Grounding menyentuh air. Tidak semudah itu, Grounding system tidak semudah anggapanr yang ada dalam masyarakat.  

Grounding system yang baik sebagai berikut :

Parameter yang paling penting dalam menilai kualitas grounding adalah resistans atau nilai tahanan dalam satuan Ohm, yang terukur di koneksi grounding tersebut. Semakin kecil nilai tahanannya, semakin baik grounding tersebut. Artinya arus gangguan listrik atau petir dapat lebih cepat menuju bumi tanpa hambatan berarti. Ingatlah, arus listrik secara alami cenderung mencari jalan dengan hambatan termudah .

Nilai yang umum dipakai adalah nilai tahanan maksimal 5 Ohm untuk instalasi listrik rumah dan maksimal 2 ohm untuk instalasi petir. Hal ini juga sesuai dengan yang dinyatakan dalam PUIL 2000.

Yang perlu dicatat disini adalah, nilai tahanan yang didapat tidak selalu sama dengan panjang grounding rod yang terpasang, karena sangat tergantung pada kondisi tanah dimana instalasi grounding ini dipasang. Bila kondisi tanahnya mempunyai nilai tahanan rendah, maka cukup dipasang satu atau dua batang grounding rod dan tahanan yang terukur dapat mencapai dibawah 5 Ohm.

Bila tahanan terukur masih tinggi, maka panjang grounding rod harus ditambah agar lebih dalam lagi. Akan tetapi, PUIL 2000 menjelaskan, jika daerah yang mempunyai jenis tanah yang nilai tahanannya tinggi, tahanan grounding-nya boleh mencapai maksimal 10 Ohm.

Pengukuran nilai tahanan  grounding menggunakan “earth tester”, dimana alat ukur ini sudah menjadi alat wajib bagi kontraktor yang mengerjakan instalasi grounding. Anda hanya perlu memastikan bahwa nilai tahanan yang terukur sudah sesuai dengan persyaratan instalasi grounding. Jadi bukan berapa meter grounding rod ditanam, tapi nilai resistansi yang harus jadi parameter utama.


Parameter yang sering dijumpai dalam masyarakat , grounding system sudah  cukup bila ujung kabel Grounding menyentuh air. Parameter ini tak dapat digunakan karena tidak penugi standard kelayakan instalasi grounding sistem.

Standart kelayakan grounding pembumian harus bisa memiliki nilai Tahanan sebaran/Resistansi maksimal 5 Ohm (Bila di bawah 5 Ohm lebih baik). Material grounding dapat berupa batang tembaga, lempeng tembaga atau kerucut tembaga, semakin luas permukaan material grounding yang di tanam ke tanah maka resistansi akan semakin rendah atau semakin baik.

Untuk mencapai nilai grounding tersebut, tidak semua areal bisa terpenuhi, karena ada beberapa aspek yang mempengaruhinya, yaitu :
1. Kadar air, bila air tanah dangkal/penghujan maka nilai tahanan sebaran mudah didapatkan.
2. Mineral/Garam, kandungan mineral tanah sangat mempengaruhi tahanan sebaran/resistansi karena jika tanah semakin banyak mengandung logam maka arus petir semakin mudah menghantarkan.
3. Derajat Keasaman, semakin asam PH tanah makaarus petir semakin mudah menghantarkan.
4. Tekstur tanah, untuk tanah yang bertekstur pasir dan porous akan sulit untuk mendapatkan tahanan sebaran yang baik karena jenis tanah seperti ini air dan mineral akan mudah hanyut

Bagaimana koneksi grounding sampai di peralatan listrik

Satu hal yang tidak boleh kita abaikan adalah koneksi grounding harus dipastikan tidak terputus sampai ke peralatan listrik yang kita gunakan sehari-hari. Dari MCB Box atau kWh meter, kabel grounding yang berwarna hijau-kuning ini bersama dengan kabel phase dan netral akan melewati seluruh instalasi listrik rumah dan akhirnya terkoneksi di stop kontak.

Sebaiknya gunakan, stop kontak, sambungan T, dan  colokan ( Steker ) listrik yang mempunyai fasilitas koneksi grounding terpasang.  Untuk peralatan listrik dengan kapasitas cukup besar atau sering kita gunakan/sentuh sehari-hari seperti TV, Rice-cooker, setrika listrik, kabel rol, mesin air, kulkas, dll, sebaiknya menggunakan colokan listrik dengan fasilitas grounding ini.

Jika sebelumnya sering  kesetrum ringan saat kaki atau tangan menempel ke casing computer, casing mesin cuci dstnya,  dengan adanya grounding system, semuanya bisa teratasi.

Semoga dengan pemaparan yang sederhana ini, anda sebagai pengguna peralatan listrik dalam kehidupan sehari-hari akan lebih memahami pentingnya instalasi grounding yang harus terpasang di instalasi listrik rumah anda. Bila anda mempunyai informasi lain atau pengalaman yang mungkin saja berguna sebagai pelajaran, anda bisa menghubungi kami di halaman “kontak kami” atau memberikan komentar tambahan, sehingga artikel ini dapat lebih bermanfaat lagi. Pembahasan praktis mengenai tema ini dapat anda temukan di artikel “Bagaimana Memastikan System Grounding di Rumah Terpasang dengan Baik“.




Sekali lagi, keselamatan anda ditentukan oleh pengetahuan dan pemahaman yang anda miliki, kemudian aplikasi yang sudah dibiasakan dalam kehidupan sehari-hari dan akhirnya ditambah pengalaman yang dialami diri sendiri ataupun orang lain yang berbagi kepada anda.

12 September 2018

3 Sistem Pendukung Pada Genset | DUNIA PEMBANGKIT LISTRIK

DUNIA PEMBANGKIT LISTRIK - Pada kesempatan kali ini duniapembangkitlistrik.com akan membahas mengenai sistem pendukung pada genset. Berikut penjelasannya, selamat membaca.

Genset

Dalam pengoperasiannya, suatu instalasi GenSet memerlukan sistem pendukung agar dapat bekerja dengan baik dan tanpa mengalami gangguan. Secara umum sistem-sistem pendukung tersebut dibagi menjadi 3 bagian, yaitu:

1. Sistem Pelumasan
2. Sistem Bahan Bakar
3. Sistem Pendinginan


1. Sistem Pelumasan

Untuk mengurangi getaran antara bagian-bagian yang bergerak dan untuk membuang panas, maka semua bearing dan dinding dalam dari tabung-tabung silinder diberi minyak pelumas. 

Cara Kerja Sistem Pelumasan

Minyak tersebut dihisap dari bak minyak 1 oleh pompa minyak 2 dan disalurkan dengan tekanan ke saluran-saluran pembagi setelah terlebih dahulu melewati sistem pendingin dan saringan minyak pelumas. Dari saluran-saluran pembagi ini, minyak pelumas tersebut disalurkan sampai pada tempat kedudukan bearing-bearing dari poros engkol, poros jungkat dan ayunan-ayunan. Saluran yang lain memberi minyak pelumas kepada sprayer atau nozzle penyemperot yang menyemprotkannya ke dinding dalam dari piston sebagai pendingin. Minyak pelumas yang memercik dari bearing utama dan bearing ujung besar (bearing putar) melumasi dinding dalam dari tabung- tabung silinder.
Minyak pelumas yang mengalir dari tempat-tempat pelumasan kemudian kembali kedalam bak minyak lagi melalui saluran kembali dan kemudian dihisap oleh pompa minyak untuk disalurkan kembali dan begitu seterusnya.

Sistem Pelumasan Genset

Keterangan gambar pada sistem pelumasan :

1. Bak minyak
2. Pompa pelumas
3. Pompa minyak pendingin
4. Pipa hisap
5. Pendingin minyak pelumas
6. Bypass-untuk pendingin
7. Saringan minyak pelumas
8. Katup by-pass untuk saringan
9. Pipa pembagi
10. Bearing poros engkol (lager duduk)
11. Bearing ujung besar (lager putar)
12. Bearing poros-bubungan
13. Sprayer atau nozzle penyemprot untuk pendinginan piston
14. Piston
15. Pengetuk tangkai
16. Tangkai penolak
17. Ayunan
18. Pemadat udara (sistem Turbine gas)
19. Pipa ke pipa penyemprot
20. Saluran pengembalian


2. Sistem Bahan Bakar

Mesin dapat berputar karena sekali tiap dua putaran disemprotkan bahan bakar ke dalam ruang silinder, sesaat sebelum, piston mencapai titik mati atasnya (T.M.A.). Untuk itu oleh pompa penyemperot bahan bakar 1 ditekankan sejumlah bahan bakar yang sebelumnya telah dibersihkan oleh saringan-bahan bakar 5, pada alat pemasok bahan bakar atau injektor 7 yang terpasang dikepala silinder. Karena melewati injektor tersebut maka bahan bakar masuk kedalam ruang silinder dalam keadaan terbagi dengan bagian-bagian yang sangat kecil (biasa juga disebut dengan proses pengkabutan)


Didalam udara yang panas akibat pemadatan itu bahan bakar yang sudah dalam keadaan bintik-bintik halus (kabut) tersebut segera terbakar. Pompa bahan bakar 2 mengantar bahan bakar dari tangki harian 8 ke pompa penyemprot bahan bakar. Bahan bakar yang kelebihan yang keluar dari injektor dan pompa penyemperot dikembalikan kepada tanki harian melalui pipa pengembalian bahan bakar.


Sistem Pembakaran Genset

Keterangan gambar pada sistem bahan bakar :

1. Pompa penyemperot bahan bakar
2. Pompa bahan bakar
3. Pompa tangan untuk bahan bakar
4. Saringan bahar/bakar penyarinnan pendahuluan
5. Saringan bahan bakar/penyaringan akhir
6. Penutup bahan bakar otomatis
7. Injektor
8. Tanki
9. Pipa pengembalian bahan bakar
10. Pipa bahan bakar tekanan tinggi
11. Pipa peluap.


3. Sistem Pendinginan

Hanya sebagian dari energi yang terkandung dalam bahan bakar yang diberikan pada mesin dapat diubah menjadi tenaga mekanik sedang sebagian lagi tersisa sebagai panas. Panas yang tersisa tersebut akan diserap oleh bahan pendingin yang ada pada dinding-dinding bagian tabung silinder yang membentuk ruang pembakaran, demikian pula bagian-bagian dari kepala silinder didinginkan dengan air. Sedangkan untuk piston didinginkan dengan minyak pelumas dan panas yang diresap oleh minyak pendingin itu kemudian disalurkan melewati alat pendingin minyak, dimana panas tersebut diresap oleh bahan pendingin.

Pada mesin diesel dengan pemadat udara tekanan tinggi, udara yang telah dipadatken oleh turbocharger tersebut kemudian didinginkan oleh air didalam pendingin udara (intercooler), Pendinginan sirkulasi dengan radiator bersirip dan kipas (pendinginan dengan sirkuit)

Cara Kerja Sistem Pendingin

Pompa-pompa air 1 dan 2 memompa air kebagian-bagian mesin yarg memerlukan pendinginan dan kealat pendingin udara (intercooler) 3. Dari situ air pendingin kemudian melewati radiator dan kembali kepada pompa-pompa 1 dan 2. Didalam radiator terjadi pemindahan panas dari air pendingin ke udara yang melewati celah-celah radiator oleh dorongan kipas angin. Pada saat Genset baru dijalankan dan suhu dari bahan pendingin masih terlalu rendah, maka oleh thermostat 5, air pendingin tersebut dipaksa melalui jalan potong atau bypass 6 kembali kepompa. Dengan demikian maka air akan lebih cepat mencapai suhu yang diperlukan untuk operasi. Bila suhu tersebut telah tercapai maka air pendingin akan melalui jalan sirkulasi yang sebenarnya secara otomatis.
                                  Sistem Pendinginan Genset

Keterangan gambar Sistem pendinginan (sistem sirkulasi dengan 2 Sirkuit)

1. Pompa air untuk pendingin mesin
2. Pompa air untuk pendinginan intercooler
3. Inter cooler (Alat pendingin udara yang telah dipanaskan)
4. Radiator
5. Thermostat
6. Bypass (jalan potong)
7. Saluran pengembalian lewat radiator
8. Kipas.


Susunan Konstruksi Pada Generator


Sistem Konstruksi Generator

Keterangan gambar Sistem konstruksi Generator :

1. Stator
2. Rotor
3. Exciter Rotor
4. Exciter Stator
5. N.D.E. Bracket
6. Cover N.D.E
7. Bearing ‘O’ Ring N.D.E
8. Bearing N.D.E
9. Bearing Circlip N.D.E
10. D.E.Bracket?Engine Adaptor
11. D.E.Screen
12. Coupling Disc
13. Coupling Bolt
14. Foot
15. Frame Cover Bottom
16. Frame Cover Top
17. Air Inlert Cover
18. Terminal Box Lid
19. Endpanel D.E
20. Endpanel N.D.E
21. AVR
22. Side Panel
23. AVR Mounting Bracket
24. Main Rectifier Assembly – Forward
25. Main Rectifier Assembly – Reverse
26. Varistor
27. Dioda Forward Polarity
28. Dioda Reverse Polarity
29. Lifting Lug D.E
30. Lifting Lug N.D.E
31. Frame to Endbracket Adaptor Ring
32. Main Terminal Panel
33. Terminal Link
34. Edging Strip
35. Fan
36. Foot Mounting Spacer
37. Cap Screw
38. AVR Access Cover
39. AVR Anti Vibration Mounting Assembly
40. Auxiliary Terminal Assembly



Demikian penjelasan mengenai 3 sistem pendukung pada genset. Semoga bermanfaat bagi kita semua dan menambah wawasan mengenai genset.